
...Sesampainya di sebuah rumah yang jauh dari penduduk pak tua pun merebahkan tubuh Damar Sasongko. kakek tua pun segera membuat obat luka dari tumbuhan yang ada di sekelilingnya lalu menumbuk nya kemudian ia balurkan pada wajah Damar Sasongko yang terluka dan telah di bersihkan sebelumnya. Karena pingsan Damar Sasongko tidak merasakan apa apa, Damar Sasongko pingsan bukan karena luka pada wajahnya tapi ia pingsan karena sedang kelaparan. Sebelumnya tubuhnya memang sudah lelah berlari cukup jauh untuk seusia Damar Sasongko. Sembari menunggu Damar Sasongko siuman kakek tua pun menyiapkan makanan dan minuman karena hari sudah mulai malam. Hingga malam hari kakek tua masih menunggu Damar Sasongko siuman, namun belum ada tanda tanda kalo Damar Sasongko akan siuman. Hingga pagi hari kakek tua tidak tidur menunggu dan mengamati perkembangan Damar Sasongko, namun hingga pagi hari pun masih sama tanda tanda Damar Sasongko siuman pun belum ada. Akhirnya kakek tua pun membersihkan ramuan obat yang ada pada wajah Damar Sasongko yang mulai mengering untuk di ganti....
...Setelah selesai dibersihkan kakek tua pun memeriksa kembali luka dan kondisi Damar Sasongko. ternyata lukanya tidak terlalu para sehingga tidak perlu d beri obat lagi karena lukanya sudah mulai mengering, pak tua hanya tinggal menunggu Damar Sasongko siuman saja, selang beberapa menit kemudian setalah obat yang ada diwajahnya selesai di bersihkan Damar Sasongko pun siuman, kakek tua pun segera memeriksa kondisinya, ternyata kondisinya sangat lemah....
..."Aw.... kepala saya pusing... ini ada dimana kenapa gelap sekali" gumam Damar Sasongko yang masih didengar kakek tua. kakek tua bingung mendengar perkataan Damar Sasongko yang katanya gelap, padahal hari sudah pagi dan matahari pun sudah hampir tinggi mendekati siang, apakah anak ini buta akibat pertarungan ku dengan bandit bandit itu kemarin, tapi kalau memang serpihan batu itu mengenai matanya kenapa anak ini tidak menangis, yang ku dengar kemarin hanya teriakan kesakitan bukan tangisan (batin kakek tua). "Kau sudah siuman nak...? mari aki (kakek) bantu bangun. kata kakek tua sambil membantunya yang ingin bangkit dan duduk....
..." Kakek...? kakek siapa... saya ada dimana kenapa tempat ini gelap sekali...? tanya Damar Sasongko dengan suara yang terdengar sangat lemah. "Tenangkan dirimu nak kamu aman disini dan jangan terlalu banyak bergerak karna kondisimu masih lemah". jawab kakek tua sambil menenangkan Damar Sasongko. " "Aaaah.... iya kek tapi... dimana saya kenapa gelap sekali. " Kau ada di tempat aki, kau pingsan dari kemarin sore, sebaiknya makan dulu sepertinya dari kemarin kau belum makan. tunggu sebentar aki mau ambil makanan dulu. Tak lama kemudian kakek tua membawa makanan untuknya dan Damar Sasongko. "Ini makanlah agar tenagamu cepat pulih setelah itu minum obat agar luka yang ad diwajahmu cepat sembuh" ucapnya sambil menyiapkan makanan pada Damar Sasongko....
...Setelah selesai menyuapi dan meminumkan obat kakek tua kembali merebahkan tubuh Damar Sasongko lalu bertanya. "Siapa namamu nak dan dari mana asalmu...? tanya kakek. Nama saya Damar Sasongko kek saya dari desa sebrang" jawab Damar Sasongko. Dari desa sebrang...? iya kek. Nak Damar.... kenapa nak Damar bisa sampai ke desa ini padahal desa sebrang hingga kesini jaraknya cukup jauh terus dimana orang tua nak Damar...? Damar Sasongko tidak menjawab pertanyaan kakek tua, dari mimik wajahnya sepertinya Damar Sasongko sangat syok dan ketakutan. kenapa dengan anak ini, kenapa tidak menjawab pertanyaanku dan dari wajahnya sepertinya ia ketakutan (batin kakek tua bertanya tanya.)...
..."Ya sudah tidak di jawab jg tidak apa apa, sekarang nak Damar istirahatlah kembali agar cepat pulih". tutur pak tua. " Iya kek... tapi kek kalo boleh tau kakek ini siapa...? tanya Damar kembali. Aki hanya orang tua biasa nak. nama aki Sabrang Lor banyak yang manggil aki dengan sebutan ki Sabrang, nak Damar bisa panggil aki saja atau ki Sabrang juga bisa" jawab ki sabrang. Baik ki... tapi ki kenapa tempat ini gelap sekali sampai Damar tidak bisa melihat apa apa. Sebenarnya apa yang terjadi sama Damar. karena yang terakhir Damar ingat ada sebuah ledakan dan ledakan itu sepertinya mengenai wajah Damar, setelah itu Damar sudah tidak ingat apa apa lagi. Bukanya ki sabrang menjawab malah ki sabrang menyuruh Damar Sasongko untuk kembali beristirahat. "Sudahlah jangan di pikirkan dulu, lebih baik nak Damar kembali beristirahat....
__ADS_1
.
.
.
.
......Sementara di tempat juragan Broto ibu Damar terus berteriak minta di keluarkan sambil memukul mukul pintu dari dalam. Brak Brak Brak... tolong keluarkan saya, saya mau pulang untuk mencari anak saya, Brak Brak Brak... "Diam..!! jangan berisik" bentak penjaga dari luar. namun bentakan tidak di hiraukan tersebut sama sekali tidak di hiraukan. Saat seorang pembantu ingin membawakan makanan istri pertama juragan Broto (Lilis) menghentikannya."Tunggu bi jangan masuk dulu". cegah Lilis saat pembantunya ingin meminta penjaga membuka pintu. Ia Nyonya apa Nyonya memanggil saya. Iya.. mari biar saya yang membawa makanan itu kedalam. Baik Nya.........
...Tutup pintunya kembali setelah saya masuk dan kalian tunggu saja diluar, saya ingin bicara berdua dengannya. pinta Lilis kepada dua penjaga pintu. lalu salah satu penjaga itu pun membukakan pintu untuk Lilis, setelah Lilis masuk pintu pun kembali ditutup dan kedua penjaga menunggu di luar. "Surti... makanlah ini saya bawakan makanan untukmu, jangan sampai kau sakit". kata Lilis tersenyum sambil menaruh makana yang ia bawa dan meletakannya di atas meja. Surti tidak menjawab kata kata Lilis, ia hanya diam dan duduk di tepi ranjang sambil menatap keluar ruangan dari balik jendela. Karna tidak ada Jawaban dari Surti Lilis pun menghampirinya dan kembali untuk menyuruhnya makan. "Surti makanlah nanti makanannya keburu dingin" kata Lilis kembali menyuruhnya makan. "Saya tidak lapar mbak yu saya hanya ingin bertemu dengan putraku, tapi dimana putraku sekarang. Sudahlah surti... lebih baik kau makan agar kau tidak sakit nanti biar anak buah juragan yang mencari putramu. bujuk Lilis agar Surti mau makan, namun Surti tetap tidak mau makan....
__ADS_1
..."Tapi mbak yu saya sangat khawatir dengan putraku dia masih kecil... bagai mana kalau terjadi apa apa pada putraku... hiks hiks hiks" tangis Surti pun pecah. Saya tau Surti saya paham perasaanmu, biarpun saya tidak bisa memiliki anak, saya bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak. bujuk Lilis menenangkan Surti sambil memeluknya. Sekarang tenangkanlah dirimu, berdoalah semoga putramu baik baik saja. Cukup lama Lilis menenangkan Surti, akhirnya Surti pun bisa ditenangkan, namun biarpun dirinya sudah tenang tetapi hati dan pikirannya masih belum bisa tenang memikirkan Damar Sasongko putra semata wayangnya. ...
Surti,,, sekarang kau makan ya... mbak yu tinggal keluar dulu, jangan terlalu di fikirkan, nanti biar mbak yu minta pada juragan agar anak buahnya untuk segera mencari putramu. Setelah lama menenangkan Surti dan berpamitan Lilis pun keluar dari kamar tersebut dan meninggalkan Surti sendiri di dalam.
.
.
.
.
__ADS_1
kira kira apakah juragan Broto mau mencari Damar Sasongko atau malah senang kalau Damar hilang bagai mana jika Damar tidak ditemukan bagai mana perasaan Surti... Dibantu ya... semoga saja Damar Damar segera di temukan dan kembali bertemu dengan ibunya.