
...Secara perlahan luka yang di alami Damar Sasongko sudah mulai membaik, pagi pagi sekali Damar Sasongko sudah bangun dan keluar rumah. dihalaman rumah Damar Sasongko mencoba untuk meregangkan tubuhnya menggerakkan tangan leher serta persendianya seperti orang pemanasan yang ingin melakukan olahraga. Setelah melakukan gerakan gerakan kecil Damar Sasongko pun mulai melakukan gerakan dasar yang di ajarkan Ki Sabrang. gerakan Damar Sasongko ternyata sudah hampir mendekati sempurna. Ki Sabrang yang diam diam mengamati gerakan Damar Sasongko dari dalam rumah pun bergumam lirih. "Tidak ku sangka ternyata cepat sekali ia menguasai jurus jurus dasar yang ku ajarkan, Tidak salah lagi dia memang pantas untuk mewarisi semua ilmu yang ku miliki". gumamnya....
...Ki Sabrang diam diam menyerang Damar Sasongko dari belakang dengan cara melempar sesuatu. karena Damar masih berlatih jurus dasar Damar pun terkena lemparan Ki Sabrang. "Aaahh.... Siapa yang berani menyerangku dari belakang...?!!"geram Damar Sasongko dan bersiaga untuk menerima serangan kembali. Terlihat Damar Sasongko sudah bersiap siap dengan kuda kudanya. Ki Sabrang pun melompat dan menyerang Damar Sasongko dengan beberapa serangan dasar tanpa bersuara. Setelah menyerang dengan beberapa serangan kepada Damar Sasongko, Damar Sasongko pun tak mau kalah untuk mengembalikan serangan Ki Sabrang. Setelah cukup lama bertukar serangan dan bertahan Ki Sabrang pun menghentikan serangannya. "Cukup..!" teriak Ki Sabrang. "Aki ternyata aki yang menyerangku..." Damar Sasongko pun ikut menghentikan serangannya dan memberi hormat. Ki Sabrang mengajak Damar Sasongko untuk beristirahat dan duduk di bawah pohon. "Nak Damar jurus jurus dasar yang aki ajarkan kepadamu sudah mendekati sempurna kini saatnya nak Damar berlatih ke tahap selanjutnya". kata Ki Sabrang membuka percakapan. Damar Sasongko pun mendengarkan penjelasan yang di sampaikan Ki Sabrang. "Nak Damar... besok lusa kita akan pergi dari sini, aku akan membawamu kesuatu tempat untuk memperdalam ilmu kanuragan mu". Ke mana Ki... bukankah tempat ini sudah bisa di jadikan untuk berlatih...?". tanya Damar yang masih bingung. "Ya... tempat ini memang sudah bisa untuk berlatih tapi hanya bisa berlatih jurus jurus dasar saja". Jawab Ki Sabrang menjelaskan. "Nak Damar, esok pagi kau jangan berlatih dulu, istirahatlah terlebih dahulu karena perjalanan kita lumayan jauh". "Berapa lama kira kira Ki...?" Tanya Damar Sasongko ingin tau. "Dua minggu perjalanan karena kita tidak memiliki kuda itu pun kalau tidak ada halangan"....
"Ya sudah sebaiknya kau istirahat dan besok kau jangan berlatih dulu" tambah Ki Sabrang "Baik Ki..." jawab Damar.
...Dua hari kemudian mereka berdua pun berangkat menuju ke tempat yang Ki Sabrang maksud....
...Setengah hari perjalanan mereka baru melewati dua desa saja karena jalan yang mereka lewati masih banyak hutan....
"Nak Damar apa kau lapar...? kalau lapar tahan dulu karena sebentar lagi kita akan memasuki desa".
"Masih belum terlalu Ki, Damar masih kuat" jawab damar
...Ya sudah, mari kita percepat jalanya agar cepat sampai ke desa. Namun sebelum masuk desa tiba tiba mereka di serang oleh seekor Harimau. "Grrrrr..... " Nak Damar awas... Seru ki Sabrang. Damar yang tidak tau pun terkena cakaran harimau. Setelah menyelamatkan Damar Ki Sabrang pun langsung menghajar harimau itu hingga tewas. "Nak Damar kau tidak apa apa...?" tanya Ki Sabrang khawatir. "Tidak Ki... Hanya luka kecil saja... " jawab Damar yang memperlihatkan lukanya. "Heeh.. Syukurlah hanya luka biasa" Ki Sabrang menghela nafas sambil memperhatikan luka Damar. "Mari kita lanjutkan perjalanan". lanjut Ki Sabrang....
__ADS_1
...Singkat cerita akhirnya mereka berdua pun memasuki desa dan mencari penginapan. Ki Sabrang pun bertanya pada salah satu warga untuk menunjukkan penginapan terdekat. " Permisi kisanak apa kisanak tau penginapan terdekat". tanya Ki Sabrang. "Kalau dekat sini ad Ki tapi...." jawaban warga itu terhenti. "Tapi kenapa Kisanak...? Tanya Ki Sabrang antusias. " Lebih baik aki cari penginapan lain yang ada di ujung desa ini, apalagi aku membawa anak kecil ini sangat berbahaya terutama malam hari, mari Ki saya permisi dulu". jawab warga itu kemudian pergi. "Ada yang aneh dengan desa ini desanya juga terlihat sangat sepi, seperti desa mati". Batin Ki Sabrang...
...Hari sudah senja namun Ki Sabrang belum juga menemukan penginapan, setelah berjalan cukup lama Ki Sabrang dan Damar Sasongko bertemu dengan kepala desa. "Kisanak...tunggu...! teriak seseorang dari belakang. "Kisana mau kemana sepertinya kisanak bukan warga sini..? tanya orang itu setelah dekat yang ternyata kepala desa. " Saya mau cari penginapan, apa ada penginapan yang dekat dari sini. " Jawab Ki Sabrang. "Begini Kisanak lebih baik Kisanak bermalam di tempat saya saja, Karena penginapan di sini kurang aman. ada penginapan yang lebih aman namun letaknya ada di ujung desa. maaf saya kepala desa di sini yang bertanggung jawab atas keselamatan warga setempat". Jelas kepala desa dan memperkenalkan diri....
...Akhirnya Ki Sabrang dan Damar Sasongko pun mengikuti kepala desa. sesampainya di rumah kepala desa, kepala desa itu pun menjelaskan tentang keamanan desanya....
...Malam pun tiba. "Maaf kalo boleh tanya sebenarnya Kisanak berdua mau dari mana mau kemana....?" tanya kepala desa. Saya Ki Sabrang dan ini cucu saya Damar Sasongko kami dari desa sebrang, tujuan kami masih jauh". jawab Ki Sabrang. Maaf Pak kades kalau boleh tau kenapa desa ini sangat sepi dan semenjak kami memasuki desa ini kami jarang melihat orang beraktifitas".tanya Ki Sabrang yang memang binggung dengan desa itu, sedangkan Damar Sasongko hanya menjadi pendengar percakapan mereka berdua. Itu dia yang mau saya jelaskan". pak kades pun mulai menjelaskan....
..."Dulu desa kami sangat aman namun belakangan ini warga selalu di teror oleh segerombolan harimau. gerombolan harimau itu masuk ke desa saat malam hari. baru kemarin lusa, dua warga tewas mengenaskan dengan luka di sekujur tubuhnya, luka bekas cakaran dan gigitan. Tapi yang anehnya sebelum menjadi korban tiga hari sebelumnya di pintu rumah korban pasti ada bekas cakaran harimau". cerita singkat pak Kades....
...Saat pak kades sedang bercerita tiba tiba ada suara teriakan minta tolong. "AAAAA..... TOLOOOOOONG....!!!! teriak salah satu warga. mereka bertiga pun kaget Ki Sabrang ingin melihat keadaan di luar namun di cegah oleh pak kades. " Tunggu Ki jangan keluar bahaya...!! cegah pak kades. "Tenanglah saya akan hati hati". jawab Ki Sabrang lalu keluar melihat situasi. Pak kades ingin menyusul Ki Sabrang namun di cegah oleh Damar Sasongko. " Jangan pak...!! lebih baik bapak disini saja, tidak usah khawatirkan Ki Sabrang. Ki Sabrang pasti baik baik saja" Gagah Damar Sasongko dan mencekal tangan pak kades. Pak kades pun berhenti, pak kades menghentikan langkahnya bukan karena Damar Sasongko melarangnya tapi karena heran. "Bukankah anak ini buta kenapa cepat sekali meraih tanganku, siapa sebenarnya anak ini dan siap Ki Sabrang". (batin pak kades)...
Sementara di luar
...Ki Sabrang terus mencari sumber suara yang semaki dekat dan jelas. ternyata benar dugaan Ki Sabrang, rupanya ada lima harimau yang ingin menerkam warga. Dengan cepat Ki Sabrang dengan jurus meringankan tubuh melesat ke arah warga yang ingin di serang oleh segerombolan harimau. Setelah Ki Sabrang menyelamatkan warga tersebut lalu Ki Sabrang segera mengusir harimau harimau itu, namun sayang, rupanya gerombolan harimau itu malah menyerang balik Ki Sabrang. Pertarungan antara Ki Sabrang dengan harimau pun tak terelakkan lagi. Setelah terpukul mundur tiba tiba Harimau yang ukurannya lebih besar datang dan menyerang Ki Sabrang. Ki Sabrang pun sedikit kewalahan karena harimau yang kini ia lawan ternyata bukan harimau biasa. Dengan terpaksa Ki Sabrang pun mengeluarkan ajian tapak Dewanya. dengan sekali serangan harimau itu pun dapat dikalahkan....
__ADS_1
..."Grrrrr.... Siapa kau kakek tua kenapa kau mencampuri urusanku.... " tanya harimau. Ki Sabrang pun kaget harimau itu berbicara. Maaf bila saya telah lancang mencampuri urusan tuan, tapi sebelumnya kenapa tuan menyerang warga" Jawab Ki Sabrang sekaligus bertanya balik. Harimau itu tidak menjawab, namun tiba tiba tubuhnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang sampai sampai Ki Sabrang memicingkan matanya karena silau. dengan seiringnya cahaya meredup sosok laki laki pun muncul dengan penampilan seperti pendekar yang memakai pakaian serba putih dan berambut putih pula....
..."Setelah Harimau itu berubah ke wujud manusia Ki Sabrang kembali bertanya. " Siapa sebenarnya Kisanak ini, kenapa Kisanak selalu menyerang dan meneror warga sini...?" "Perkenalkan nama saya Ki Maung ketua harimau hutan. kami tidak akan meneror dan menyerang warga apabila warga tidak mengurung putraku yang dulu diburu. dan kemarin salah satu anak buahku dibunuh". Ki Sabrang berfikir sejenak "Putranya,,, apa mungkin putranya itu adalah harimau yang ku temui dihutan dekat sungai..?" (batin Ki Sabrang bertanya tanya) "Maaf kisanak cobalah kisanak pergi ke desa sebrang dan masuklah kehutan ujung desa mungkin di sana kisanak akan menemukan putra kisanak dan soal anak buah kisanak yang tewas kemarin saya lah yang membunuhnya karena telah menyerang cucuku..." jawab Ki Sabrang menjelaskan. "Baiklah, akan ku cari putraku kesana namun jika kau bohong ku pastikan desa ini akan menjadi desa tak berpenghuni dalam satu malam, dan untuk kematian anak buahku kau ku maafkan karena mungkin anak buahku lah yang bersalah karena telah menyerang cucumu. karena saya perhatikan kau bukan warga sini." ancam Ki Maung lalu pergi....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Untuk para fens author minta maaf karena baru bisa up karena dari kemarin super sibuk di tambah saudara masuk rumah sakit... tapi allhamdulilah sudah keluar dan sudah sehat.