Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 102


__ADS_3

Tidak menunda. Xenia Xu melemparkan dua pil itu secara bersamaan.


Seketika perasaan hangat mengalir di seluruh tubuh nya. Luka luka lalu seketika sembuh.


Tak lama setelah itu, Dantian nya tiba tiba di aliri energi yang deras menandakan dia akan menerobos.


Xenia Xu tersentak kaget melihat ini. Tapi ia menekan kebahagiannya karena sekarang ia harus fokus mendobrak dinding selanjutnya.


Krak!


Suara renyah patah terdengar dari dalam tubuh Xenia Xu. Tak lama setelah itu energi alam di sekitarnya masuk ke tubuh nya.


Sekarang Xenia Xu resmi mencapai Ranah Alam Bumi tingkat kedua!


Membuka matanya dan melihat ketiga orang itu yang juga masih menatapnya.


Tak menunda, Ia berlutut dan bersujud di hadapan ketiga nya. "Tu-Tuan..Nona - nona! T-Terima kasih telah menyembuhkan dan menaikkan tingkat kultivasiku ini!" Ucapnya dengan sesenggukan namun gembira.


"Bangunlah! Jangan pernah bersujud di hadapanku lagi!" Perintah Dirga acuh sambil melambaikan tangannya.


Xenia Xu buru buru bangkit dari sujudnya dan menatap ketiganya dengan ekspresi rumit.


"Aku tahu perasaanmu ketika aku tak sengaja merasakan fluktuasi emosi-mu waktu di penginapan itu!" Kata Dirga menatap gadis itu yang masih dalam keadaan lusuh.


Xenia Xu tersentak kaget mendengar perkataan Dirga. "Tu-Tuan muda! A-Apa maksudmu?" Ucap Xenia Xu dengan gugup.


"Yah! Aku tak tahu mengapa ketika masuk penginapan mu, Kamu selalu mengeluarkan emosimu walaupun di permukaan menunjukkan ketenangan." Jelas Dirga tenang.


Xenia Xu tertegun sejenak. Ia paham apa maksud perkataan pemuda tampan berambut perak ini. Ketika membayangkan temannya tadi yang dibakar hidup hidup, Ia takut jika salah memilih orang.


Setelah ragu sejenak, Ia menghela napas panjang. 'Mungkin orang ini memiliki sesuatu yang bisa membantuku nanti' Pikir nya.


Apalagi ketika pemuda itu bisa menangkap jejak emosi di hatinya. Padahal tidak satupun orang yang menyadarinya, Meskipun banyak orang.


Itu menandakan jika sosok di depannya bukanlah sosok sembarangan!


"Hufffttt...Tuan muda! Sejujurnya aku marah ketika di jadikan budak oleh seseorang. Tapi apalah daya, Tubuhku saat ini sudah terpasang segel dan sulit untuk menghancurkannya!" Ucap Xenia Xu dengan kepala menunduk.


"Apa? Budak?" Bukan Dirga yang berseru, Melainkan Laniya dan Fanni.


"Gadis kecil! Apa yang kamu katakan itu benar? Siapa yang membuat segel budak kepada seorang gadis kecil sepertimu?! Aku akan membunuhnya!" Seru Fanni dengan aura membunuhnya.


Xenia Xu tersentak begitu dirinya di panggil gadis kecil. Tapi ketika merasakan aura membunuh wanita cantik itu, Ia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"I-Itu..I-Iya! Aku mempunyai segel budak di punggungku." Ucap gugup Xenia Xu dan memperlihatkan segel nya.


"Organisasi Serigala Hitam!!" Seru Fanni dan Laniya bersamaan kaget.


"Brengsek! Ternyata dia berasal dari Organisasi keji itu! Sayang...Apa tidak seharusnya lenyapkan saja gadis kecil ini?" Ujar Fanni menatap Xenia Xu dengan tatapan membunuhnya.


Sedangkan Laniya hanya kaget sesaat, Lalu menatap Dirga. Dia tidak ingin bertindak semaunya kecuali Dirga menyuruhnya.


Xenia Xu tersentak kaget mendengar perkataan Fanni. "Ja-Jangan! A-Aku juga sebenarnya tidak menyukai Organisasi bajingan ini! Waktu itu aku di culik dan tiba tiba saja sudah terpasang segel di tubuhku ini! T-Tolong...Ampuni aku! Jangan membunuhku! Aku masih ingin bertemu dengan orang tuaku!" Xenia Xu buru buru menjelaskannya sambil berlutut lagi.


Dia tak ingin wanita cantik ini salah paham dengan dirinya!


"Hentikan! Fanni!" Ucap Dirga dingin namun acuh.


Fanni seketika berhenti namun masih merasa kesal. Ketika ingin protes, Tatapan dingin Dirga mengarahnya membuatnya merinding.


"Aku bisa melepaskan segel itu, Tapi aku memiliki syarat!" Kata Dirga dan mengalihkan pandangannya ke arah Xenia Xu.


"Tu-Tuan mudan A-Apa anda yakin? Saya sudah menemui banyak ahli segel dan tak ada seorang pun yang berhasil menghancurkannya" Ucap Xenia Xu tak percaya, Meskipun dia sedikit berharap jika pemuda itu bisa melepaskan segel nya.


Dirga mendengus dingin. "Huh! Segel rendahan seperti itu tidak ada apa apa bagiku!" Laniya mengangguk lantas mempertegas. "Tenang saja, Dia memiliki tehnik segel yang hebat! Tentu saja tehnik segel seperti itu tidak berarti baginya!"


Xenia Xu tersentak kaget mendengar perkataan remeh Dirga. Ketika ingin berkata, Dirga sudah menyelanya. "Jika tak percaya, Aku akan melepaskan sekarang juga!"


Dirga maju mendekati Xenia Xu dan menatap segel itu dengan tatapan remeh. Menggerakkan jari jari rumitnya dan langsung menembakkan sajak rumit kecil ke arah segel itu.


Xenia Xu awalnya tak percaya. Namun ketika punggungnya merasakan kehangatan dan diikuti suara pecahan kaca membuat kedua matanya membulat sempurna.


"Ba-Bagaimana mungkin?" Serunya tak percaya.


"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku!" Jawab Dirga dengan cepat. Belum sempat menanggapi, Dirga menatap ke arah utara dan berkata kepada kedua wanitanya. "Sudah hampir gelap! Arya dan lainnya sedang menunggu kita di utara. Sebaiknya kita menghampiri dulu!"


"Baik!" Kedua wanita itu segera menjawab patuh dan mengejutkan Xenia Xu.


Mengalihkan pandangannya ke arah Xenia Xu dan berkata. "Kamu harus ikut denganku! Masih ada yang harus aku bicarakan denganmu mengenai Organisasi mu itu!"


Xenia Xu langsyng menganggukkan kepalanya cepat. "Tentu saja!"


"Wushh!"


***


Di Utara

__ADS_1


Wajah Arya saat ini sudah kemerahan akibat minum anggur yang terlalu banyak. Begitupun juga dengan Kai dan leluhur Suwi.


"Anak muda! Jangan di paksakan jika sudah tidak kuat. Aku takut jika istrimu nanti marah marah!" Suwi Lapo menghentikan aksi minum gila gilaan Arya itu.


Arya tersentak kaget kaget ketika mendengar perkataan leluhur Suwi. Masih memiliki sedikit kesadaran, Ia menoleh ke arah Kai. "Bajingan! Kau menjebak ku menyuruhku minum sebanyak ini sampai aku mabuk sehing- Huekk...!" Arya memarahinya dan seketika memuntahkan isi perutnya.


Bagaimanapun, Arya tadi minum seperti orang gila. Satu gelas habis, Ia meminta leluhur Suwi menuangkannya lagi.


Bisa di lihat jika di sekitarnya terdapat kendi kendi yang berserakan.


"Apa salahku? Saudara sendiri yang merasa sok kuat minum anggur itu! Huh..! Aku saja hanya habis empat kendi, Sedangkan saudara?....Sudah sebelas kendi!" Ucap Kai dengan suara khas mabuk nya.


"Kalian ini...Sepertinya kalian berdua akan di marahi oleh master kalian! He he..! Dia berada tak jauh dari sini!" Laluhur Suwi menengahi dengan sedikit kekehan.


"A-Apa katamu?- Sebelum selesai Arya bicara. Tiba tiba di depan tak jauh muncul empat siluet yang sangat di kenalnya. Namun satu di antara nya sangat asing baginya.


"Apa kalian mabuk mabukan?" Dirga mengernyit menatap wajah ketiga pria itu yang merah kemerahan.


Ketiga pria itu buru buru bangkit dari duduknya dan berkata hormat. "Salam Master!"


Xenia Xu yang melihat wajah hormat ketiga pria itu terkejut bukan main. Dia bisa merasakan aura ketiganya bukanlah aura yang biasanya dia temui.


Lantas dia mengalihkan pandangannya ke arah Dirga dan menatap sosok pemuda itu dengan aneh namun rumit.


Melihat tak ada satupun yang menjawab. Dirga menghela napas panjang. "Pulihkan dulu tubuh kalian dari pengaruh anggur itu! Di depan ada suatu hal yang harus kalian waspadai!"


Arya dan Kai mengangguk patuh. Meskipun sangat penasaran dengan ucapan Dirga tadi yang mengatakan harus waspada.


Hanya laluhur Suwi yang tersenyum. Karena dia seorang yang mengetahui apa yang ada di sekitar bangunan bobrok itu.


Dirga dan ketiga wanita itu turun kebawah. Belum sempat ada yang berbicara.


Tiba tiba puluhan orang muncul tak jauh dari Dirga sambil membungkukkan badannya dan bersuara serempak.


"Salam Master!"


Dirga mengangguk dan melambaikan tangannya. "Bagus! Siapkan diri kalian untuk penyerangan kali ini! Lanjutkan kultivasi kalian!"


"Dimengerti Master!"


Semuanya berucap serempak dengan hormat dan melanjutkan berkultivasi sejenak.


Xenia Xu yang melihat ini kembali mematung dan melebarkan matanya dengan ngeri. Tadi dia penasaran siapa sebenarnya pemuda ini?

__ADS_1


Kini di depannya ada puluhan orang yang mengenakan pakaian seragam yang sangat tidak asing baginya.


Karena itu adalah pakaian seragam dari Sekte Pedang Langit Abadi!


__ADS_2