Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 26


__ADS_3

Dari cerita itu. Tiga belas tahun lalu, Laniya yang masih berusia lima tahun itu.Waktu malam kediaman keluarganya di serang oleh ribuan pasukan berpakaian hitam yang menyebabkan kediamannya hancur berantakan. Semua orang di bantai oleh ribuan pasukan berpakaian hitam itu.Tri Wulyo yang dulu masih hidup tenang, Membuatnya tidak ingin berdiam diri. Dia membunuh semua pasukan itu hingga tak tersisa dalam satu hari. Waktu dirinya mengira sudah menang, Ternyata ada pemimpinnya yaitu makhluk hitam legam yang memiliki tiga tanduk di dahinya membuat dirinya bertarung lagi.Ketika pertarungan hampir menjelang malam, Tri Wulyo awalnya berpikir akan menang karena melihat gelagat iblis itu yang sepertinya ingin melarikan diri darinya.Tapi ternyata dirinya salah, Dia bunuh diri dengan meledakkan tubuhnya.Karena jarak iblis itu cukup jauh denganku, Awalnya dia mengira nyawanya masih selamat. Tapi ternyata tidak, Ledakkan itu ternyata menyapu ke segala arah hingga mencapai beberapa kilo meter.


"Karena jarakku hanya seratus meter darinya, Membuatku kehilangan nyawa. Sebelum mati, Aku sempat mengaktifkan teknik terlarang untuk mengeluarkan jiwaku sendiri hingga bisa membuat jiwaku selamat. Tapi yang membuatku marah, Aku melihat kakakku yang memakai kursi roda yang tak jauh dari tubuhku, Hingga tubuh kakakku lenyap menjadi abu."


Berhenti sejenak sambil menghirup napas dalam dalam lalu melanjutkan. "Aku marah waktu itu, Tapi aku yang hanya tubuh jiwa membuatku hanya bisa diam. Sebelum aku melarikan diri, Aku melihat Laniya yang masih kecil dengan tubuhnya penuh luka, Jadi aku membawa pergi untuk melatihnya, Berharap dia bisa tumbuh agar bisa membalaskan dendamku" Ucapnya mengakhiri dengan tetesan air yang membasahi pipinya.


Dirga yang mendengarnya dari awal merasa prihatin dengan sosok Laniya, Meskipun menyebalkan, Tapi menurutnya, itu hanya untuk menutupi kesedihannya di balik wajah dinginnya.


"Terus, Siapa sebenarnya gadis itu? Tidak mungkinkan aku mengembalikannya tanpa tahu identitasnya?" Ucap Dirga. Dia tahu dari system, Jika tubuh jiwa tua di depannya sudah berusia ribuan tahun yang keberadaannya bisa musnah seiring berjalannya waktu.


"Untuk itu aku tidak bisa mengucapkannya sekarang, Tapi yang terpenting. Jika dia keluar dari hutan ini, Mungkin ada beberapa orang untuk menjemputnya." Ucap jiwa Tri Wulyo membuat otaknya di penuhi tanda tanya. "Lebih baik jangan dipikirkan dulu untuk sementara waktu!" Imbuhnya.


Mengeluarkan buku hitam legam setebal ibu jari, Ia melanjutkan. "Aku memiliki buku ini untukmu agar kamu bisa mempelajarinya."


Dirga menerima buku itu dengan dahi mengerut. Sebelum bertanya, Tiba tiba ia mendengar suara dering system.


"Tring! Terdeteksi teknik Segel tingkat misterius yang bernama Segel Semesta tapi tidak lengkap!"


"Tring! Membutuhkan 200 juta koin system untuk melengkapi teknik!"


"Teknik Segel?" Gumamnya tanpa sadar yang membuat jiwa lelaki tua itu terkejut dan berseru kaget. "Bagaimana kamu tahu jika itu buku teknik segel?" Padahal buku itu tidak ada tulisan sama sekali.


"Eh- Ucapnya terhenti dan melihat buku itu untuk mencari alasan. Ketika tatapannya tertuju tulisan kecil di tengah tengah buku ia berkata dengan ringan. " Bukankah itu ada tulisan tekniknya?" Sambil menunjuk tulisan kecil.

__ADS_1


Tri Wulyo yang melihatnya tiba tiba melebarkan matanya dan menggumam lirih tapi bisa di dengar Dirga. "Sejak kapan buku ini ada tulisannya? Kenapa aku tidak menyadarinya sama sekali?"


Dirga seketika tertawa lucu melihat ekspresi aneh lelaki Tri Wulyo yang menurutnya konyol. "Mungkin mata pak tua sudah rabun, Jadi tidak menyadarinya sama sekali jika ada tulisan sekecil itu" Timpalnya sambil terkekeh pelan.


Tri Wulyo mendengus kesal karena di ejek Dirga, Yang menurutnya bocah masih belum lurus kencing. Ketika ingin berkata, Dirga sudah berbicara dengan polosnya. "Ada apa dengan teknik segel ini? Apa ada yang istimewa di dalamnya?"


"Meskipun teknik ini tidak lengkap, Tetap saja ada yang istimewa darinya" Ucapnya dengan nada tinggi.


Dirga mengangkat alisnya sambil menatap Tri Wulyo. Meskipun ia tahu dari system jika teknik itu tidak lengkap.Dia hanya perlu mengumpulkan koin system untuk melengkapinya.


"Kamu tahu Jika teknik segel ini sangat hebat yang tiada tandingannya sama sekali? Meskipun hanya setengahnya, Kamu bisa menyegel apapapun yang berada di ranah Raja Surgawi kebawah! Jika tekniknya lengkap, Itu bisa menyegel seseorang yang berada di ranah Dewa sekalipun bahkan membuatnya tak berkutik sama sekali!" Ucapnya dengan cepat serta nada tinggi.


Dirga terpana mendengar ocehan lelaki tua ini dan berkata dengan wajah tanpa dosa. "Apa lidahmu tidak terkilir saat berceramah? Aku yakin jika lidahmu terbuat dari mulut tetangga sebelah yang sukanya mengoceh di pagi hari."


Mendengar perkataan Dirga membuat ekspresi Tri Wulyo terpana. 'Kenapa ada manusia seperti ini?' Batinnya tak jelas.


'Fisik khusus kah?' Batin Dirga penasaran. "Fisik macam apa yang di miliki oleh gadis itu?" Tanya Dirga penasaran.


Tri Wulyo hanya tersenyjm dan berkata. "Kamu akan mengetahuinya nanti." Dirga yang mendengarnya hanya terdiam. "Ck! Apa susahnya untuk memberitahunya?" Gumamnya tak habis pikir.


"Baiklah, Sudah saatnya kita kembali, Laniya sudah menyiapkan makanan untukmu." Ucapnya tak memperdulikan rasa ingin tahu Dirga dan langsung mencengkram pundak Dirga bersiap menghilang, sebelum suara Dirga mencegahnya. "Tunggu!"


Menoleh, Ia pun berkata dengan bingung. "Ada apa lagi? Apa kamu masih kesal dengan muridku?"

__ADS_1


"Bukan itu, Apa kamu tak melihat pakaian dan wajahku yang buruk rupa ini?" Ucap Dirga dengan ekspresi aneh.


Menepuk dahinya, Tri Wulyo berkata tanpa beranjak. "Mandilah! Aku akan menunggumu di sini."


Dirga mengangkat kedua alisnya dan berkata dengan aneh. "Pak tua! Lebih baik kau pergi dulu! Aku takut jika dirimu mengintipku!"


Mendengar perkataan Dirga, Tri Wulyo langsung menghilang dari tempatnya membuatnya bernafas lega. 'Pria tua yang aneh' Batinnya dan langsung melesat kebawah kolam.


..................


Laniya yang masih sibuk menata makanannya di gubuk sederhana. Ia tidak tahu jika di belakangnya lelaki tua Tri Wulyo sudah ada sambil menatapnya dengan sendu.


Ketika berbalik badan, Laniya sontak terkejut ketika melihat gurunya sudah duduk di depan meja makannya sambil menatapnya dengan aneh.


"Ah- Ternyata guru sudah disini" Ucapnya berjalan mendekatinya sambil celingukan ke segela arah. "Di mana pria gila itu guru? Apa guru sudah membunuhnya?" Tanyanya ketika sudah mendaratkan bokongnya di tempat duduk.


Alis Tri Wulyo sedikit terangkat dan berkata dengan menggoda. "Kenapa kamu mencarinya? Apa kamu menyukai pria tadi?"


Mendengarnya, Wajah Laniya berubah menjadi masam dan berkata dengan menyalak. "Siapa yang menyukai pria gila seperti itu? Bahkan perempuan pelacur pun juga menolaknya!"


Sebelum Tri Wulyo menanggapi, Sebuah suara yang tak asing terdengar di belakang Laniya. "Siapa yang kamu sebut pria gila?"


Laniya sontak menoleh dan tercengang dengan apa yang di lihatnya. Pria muda yang memiliki wajah tampan berekspresi datar berambut perak dengan mata biru langitnya seolah menghipnotis dirinya. Meskipun pakaiannya hanya sederhana, Tapi tidak menutup ketampanannya.

__ADS_1


Dirga yang melihat wajah terkejut Laniya hanya tersenyum tipis dan mendekati mereka berdua bersiap untuk menyantap makanannya.


Ketika ingin mendaratkan bokongnya, Laniya berseru dengan tergagap. "Si-siapa kamu? Bagaimana kamu bisa berada di sini?"


__ADS_2