
"Ding! Tuan. Di dunia kultivatorberbeda dengan dunia tuan! Mereka tidak percaya adanya Tuhan dan mereka hanya mempercayai Takdirnya sendiri!"
"Ding! Mereka memiliki pikiran jika di atas langit ada Dewa-Dewa yang mengatur kehidupan ini. Maka dari pada itu, Ketika seseorang mengucapkan janjinya kepada langit dan memunculkan petir secara tiba tiba, Mereka percaya jika ucapan janjinya telah di setujui Dewa dan jika ada seorang yang melanggarnya, Tubuh mereka akan di sambar Petir Surgawi yang bisa membuat seseorang mati hingga menyisakan debu."
Begitu mendengar penjelasan sistem yang panjang lebar membuatnya tercengang dan mulutnya terbuka dan menutup secara bergantian.
Ia lantas membatin. 'Bukankah itu hanya langit yang juga ciptaan Tuhan? Mengapa mereka malah menyembah ciptaannya bukan Sang Pencipta itu?'
Dia benar benar terkejut kali ini ketika mendengar sistem. Dewa? Dia bahkan tidak mempercayai adanya Dewa! Ini adalah berita yang pertama kali sangat mengejutkan ketika berada di dunia ini!
Dia hanya mempercayai adanya Tuhan yang mengatur semua Alam Semesta di dunia ini, Bukan Dewa yang menurutnya juga sama seperti dirinnya.
Hanya saja menurut dirinya sendiri, Seorang yang di sebut Dewa itu memang kuat, Tapi itu hanyalah sedikit kekuatan yang di beri oleh Tuhan layaknya dirinya.
"Ding! Pikiran seorang kultivator sangat rumit. Apalagi jika mereka mendengar jika ada kemunculan sosok abadi. Oleh karena itu mereka menyangkal tentang adanya Tuhan! Tidak hanya itu saja, Dunia Tuan saat ini di penuhi dengan kekuatan - kekuatan yang bisa membuat seseorang menjadi Abadi menurut pikiran mereka!"
"Ding! Karena Tuan rumah memiliki jiwa maupun akal pikiran tentang Tuhan. Tuhan memberikan hadiah kepada Tuan dalam bentuk sistem yang bersemayam di tubuh Tuan!"
Setelah mendengar penjelasan sistem, Dirga tercenung sedikit lama. Pikirannya sedikit rumit, Tapi hanya satu. Ia hanya percaya dengan keberadaan Tuhan bukan Dewa!
__ADS_1
'Ah! Biarlah!...Adapun Dewa itu! Dia hanyalah kebetulan memiliki kekuatan lebih, Tidak lama kemudian pasti mereka mengalami kematian juga!' Pikirnya dengan menganggukkan kepalanya.
"Hei! Aku sedang berbicara denganmu! Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tidak mendengarkan ucapanku dari tadi?"
Dirga seketika tersadar ketika Fanni berbicara dengan nada tinggi di dekat telinganya. "Ya! Aku mengerti!" Jawab Dirga singkat menanggapi.
"Mengerti apa?!" Ulang Fanni dengan lantas menundukkan kepalanya kembali sambil menggigit bibir bawahnya. Ia melanjutkan perkataannya dengan malu malu serta gugup. "A-Apa itu berarti K-Kamu menerimaku...?"
Dirga menoleh menatap Fanni dan menghembuskan napas panjang. 'Yahh! Mungkin aku harus mengikuti alur dunia antah berantah ini!' Pikirnya.
Tapi ia mengernyit dan bertanya kepada Fanni. "Bukankah kamu lihat sendiri jika aku sudah memiliki kekasih?" Dia ingin menyangkal dengan kata ini.
Dirga sontak terkejut begitu mendengarkan cerita Fanni. Lalu ia menepuk dahinya sendiri dan bergumam tak jelas. "Bodoh! Bukankah orang tua pemilik tubuh ini memiliki tiga istri?"
Fanni tak begitu jelas mendengar gumaman Dirga padahal jaraknya sangat dekat, Tapi ia tidak bertanya. Mungkin saja jika Dirga saat ini sedang lupa membuatnya terkekeh pelan.
Dirga tidak lantas menanggapi. Menatap wajah cantik Fanni dengan cermat sambil membatin konyol. 'Hehe, Bukankah seru jika aku membangun sebuah harem..?'
Fanni gugup ketika melihat Dirga menatapnya dengan cermat. Bahkan wajahnya di terpa oleh hembusan halus dari Dirga membuat pipinya merona kembali.
__ADS_1
Setelah diam sejenak. Dirga berkata. "Oke! Kamu masuk kriteria haremku! Tapi sebelum itu..." Dirga tak melanjutkan ucapannya membuat Fanni penasaran dan bingung.
Dirga segera membuat pola jari yang nampak rumit di mata Fanni. Ia tidak tahu apa yang di lakukan Dirga saat ini.
Ketika ingin bertanya. Sebuah simbol seukuran kepalan balita dengan cahaya emas redup muncul dari ujung jari Dirga dan langsung melesat menuju dadanya.
"Wushh!"
Fanni terdiam dan seketika muncul perasaan aneh memasuki hatinya. Perasaan itu seperti kemarahan,Kekesalan,Kehampaan,Kekosongan,Kebencian dan masih ada banyak lagi.
Dia tak tahu mengapa ketika merasa perasaan ini jantungnya berdetak lebih cepat. Hatinya bergemuruh seakan akan ingin melampiaskan kemarahannya saat ini juga.
Tapi ia tidak tahu siapa, apa, dan mengapa bisa muncul perasaan sesakit ini di jiwanya.
"Itu tadi adalah Segel Jiwa! Aku menanamkan Segel Jiwa ke jiwamu! Bukannya aku tidak yakin dengan perkataanmu, Aku juga tahu jika kamu berkata jujur, Tapi aku tidak ingin terjadi hal hal yang terduga dalam hidupku hanya karena orang orang terdekatku...! Kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan, Begitupun juga denganku! Kamu sekarang tidak bisa kabur maupun mati! Sekarang nyawamu berada di genggamanku!" Ucapan Dirga ini membuat Fanni bingung dan perasaan tadi seketika muncul di jiwanya.
Tapi yang membuatnya aneh, Perasaannya seketika menghilang begitu saja ketika mendengar perkataan Dirga yang membuatnya kembali tenang.
Memeluk Dirga dengan erat erat. "Terima kasih! Aku tidak tahu perasaan apa itu tadi! Tapi aku berjanji jika ada seorang yang menghina dirimu, Aku akan membunuhnya! Bahkan seorang Dewa sekalipun...!" Ucapan Fanni sangat lirih namun terdengar tegas membuat Dirga tersenyum sambil mengelus punggung halus Fanni.
__ADS_1
Saat ini, Tiba tiba terdengar tepuk tangan serta seruan imut Ania dan Cintia dengan bebarengan. "Hore..! Kakak! Selamat...kakak telah mendapatkan kekasih baru yang cantik...!"