
Begitu sampai di meja makan, Semua orang tertegun. Laniya yang penasaran bertanya sambil menunjuk Ania yang memeluk Dirga dengan erat. "Dirga, Bocah mana lagi yang kamu culik?"
Dirga tertegun lalu menggelengkan kepalanya tak berdaya. Wanita satu ini tidak hanya kuat, Tapi juga selalu bicara ceplas ceplos.
Melihat mereka yang sedang menatapnya aneh, Dirga duduk di sebelah Laniya dan menceritakannya. Karena letak mejanya berada di sudut yang lumayan jauh, Jadi mereka tidak mengetahui keributan di pinggir pintu.
Tuan kota mengerutkan keningnya dan berseru. "Tuan muda, Sebaiknya anda lebih baik berhati hati, Karena murid sekte giok abadi ini juga suka mencari masalah dengan orang, Aku takut jika mereka kembali dan membawa lebih banyak kawannya!"
Dirga melirik wajah tuan kota yang serius, Wajahnya tetap tenang dan menjawab ringan. "Tidak masalah! Aku juga ingin melihat keberaniannya!" Jika pemuda tadi mengirim banyak kawannya, Ia tak segan segan untuk meladeninya. Untung untung bisa mendapat koin sysytem.
__ADS_1
Tuan kota menghembuskan nafas kasar, Ia tak berani mengatakan apa apa, Karena ia sedikit takut dengan sekte giok abadi, Apalagi yang disinggung pemuda di depannya hanyalah cabang dari sekte giok abadi.
Pernah waktu itu, Ada seseorang yang menyinggung murid sekte itu, Tapi tak lama kemudian orang yang menyinggung tadi, Mati mengenaskan dan tubuhnya di gantung di depan rumahnya sendiri.
Dirga juga tak mau memikirkannya. Ia mengelus rambut Ania dan berkata dengan lembut. "Nia, Lihatlah! Sekarang kamu menjadi saudarinya, Namanya Sintia, Panggil saja adik Tia!"
Ania yang dari tadi memang memandang wajah lucu Tia yang sedang meniup niup makanan membuat pipinya menggembung seperti balon lucu membuatnya terpana. Ketika mendengar jika pemilik wajah lucu itu bisa di panggil dengan sebutan Adik, Ia merasakan senang sekaligus terharu.
Nia menatap wajah Dirga dari dekat lalu meneteskan air matanya haru, Dan memeluk tangan Dirga. "Kakak, Terima kasih!"
__ADS_1
"Hei! Apa kamu adik baru dari kakak Dirga? Namaku Tia dan sekarang kita bisa menjadi teman!" Ucap Tia tiba tiba sambil mendekatkan tubuhnya ke sisi Nia.
Ania hanya mengangguk, Tia mengambil mangkuk makanannya, Ia berdalih di depan Nia sambil menyerahkan sendok besinya.
"Ayo kita makan! Kamu kelihatan sangat lapar sekali, Makan yang banyak! Nambah juga tidak apa apa, Nanti kakak Dirga yang membayarnya, Hehe!" Ujar Tia dengan suara imutnya sambil melirik Dirga yang mengangguk sambil tersenyum membuatnya terkekeh puas.
Dirga dan orang sekitarnya tersenyum melihat celotehan mereka berdua. Dirga mengusap kedua kepala gadis kecilnya, lalu menatap Tuan kota dan bertanya. "Aku melihat restoran ini sangat banyak pengunjung, Apakah ada acara?"
Tuan kota tersentak, Lalu tersenyum menatap Dirga. "Tuan muda, Nanti sore ada acara lelang di Rumah Lelang Surgawi, Kebetulan tempat rumah lelang itu berada tak jauh dari sini, Jadi mereka mungkin beristirahat dulu sebelum di mulainya acara." Ucapnya dengan mata berbinar ketika melihat banyak nya pengunjung di penginapannya.
__ADS_1
"Lelang?" Ulang Dirga merasa tertarik dengan acara ini. Tuan kota mengangguk dan mempertegas. "Benar tuan muda! Apa tuan muda tertarik dengan acara ini? Jika tuan muda mau, Saya bisa membawa anda dan kebetulan putri saya sudah membeli tiket ruang vip, Jadi tidak ada masalah nantinya."