
Laniya hanya mendengus dingin sambil tangannya menyeret Dirga untuk menjauh.
"Huh! Apa apaan wanita itu? Sudah bagus dia di beri kesempatan untuk kembali naik malah seperti itu!" Gerutunya tanpa melepaskan tangan Dirga.
Dirga yang mendengar gerutuan Laniya sepanjang waktu hanya menggelengkan kepalanya kecut.
"Kenapa kamu menarikku seperti ini?" Tanya Dirga sembari duduk di tempat tinggi yang agak jauh dari keramaian orang orang.
Laniya mendaratkan bokongnya di sebelah Dirga tanpa menghentikan gerutuannya. "Huh! Wanita itu benar benar bodoh!"
Dirga menaikkan topeng rubahnya ke atas kepala dan menatap Laniya yang tanpa ekspresi. "Mungkin dia memiliki masalah hingga dia merasa waspada kepada orang yang tidak ia kenal" Katanya dengan ringan.
Laniya membuka topengnya juga sambil menatap rembulan di atasnya seraya menghembuskan nafas panjang. "Hm, Mungkin saja! Tapi aku tidak suka dengan sikap yang seenaknya tadi!" Ucapnya.
Dahi Dirga mengernyit sambil menatap mata Laniya lekat lekat dengan ekspresi aneh. Laniya yang di perhatikan oleh Dirga seperti ini tersipu dan memalingkan wajahnya.
"Apa yang kamu lihat? Bodoh!" Kata Laniya ketus.
Dirga menjawab acuh. "Bukankah kamu juga seperti itu? Suka seenaknya dalam bertindak?"
Laniya yang mendengar perkataan Dirga, Ia menatapnya dengan mata melotot. "Apa kamu bilang? Aku melakukannya karena aku tidak suka dengan sikap maupun tindakan orang orang yang bagiku mengganggu!" Ucapnya mengomeli Dirga layaknya istri yang sedang marah.
Dirga yang mendengar omelan Laniya tanpa henti bergumam pelan. "Wanita memang aneh!"
"Huh!" Jawab Laniya dengan dengusan dinginnya.
__ADS_1
Dirga tak menjawab dan hanya diam sambil memejamkan matanya dengan tubuh disangga kedua tangannya dibelakang.
Suasana seketika menjadi hening. Mereka berdua tidak mengatakan satu kata pun entah apa yang ada di pikiran keduanya.
Laniya yang melihat Dirga hanya diam menoleh dan tertegun menatap Dirga. Di bawah sinar rembulan, Nampak wajahnya yang tampan dengan rambut peraknya yang berkibar lembut dan tanpa sadar tubuhnya semakin mendekat ke arah Dirga.
Dirga yang merasakan ada yang menatapnya tidak memperdulikannya. Ia dengan pikirannya membuka panel statusnya.
[ Nama: Dirga ]
[ Jenis Kelamin: Pria ]
[ Usia: 18 Tahun ]
[ Kultivasi: Pertapa *4 (+) ]
[ Energi mental sejati: 5.323/∞ ]
[ Keterampilan Teknik: –Tinju Mandraguna –Niat Pedang Penghancur Langit –Alkemis Alam –Teleportasi Lv:akhir –Mata Surgawi Lv:akhir –Pernapasan Dewa Lv:akhir–Jari Dewa Lv7 –Formasi Bintang Kuno Lv6 ]
[ Kemampuan: «Disembunyikan» ]
[ Koin System: 216.240.000 ks ]
[ Elemen: Api (immortal). Kegelapan. Angin. Cahaya ]
__ADS_1
[ Ruang Penyimpanan: « Di sembunyikan » ]
Dirga menganggukkan kepalanya dalam diam dan berkata di benaknya. 'Sistem, Gunakan koin sistem untuk menyempurnakan tehnik Segel Semesta waktu itu!'
"Ding! Mengkonsumsi koin sistem sebanyak 201 Juta untuk melengkapai tehnik Segel Semesta!"
"Ding! Selamat kepada tuan rumah telah mempelajari tehnik Segel Semesta tingkat legendaris!"
(Suara sistem aku ganti. Hehe :) )
Begitu kata itu selesai. Dirga merasakan otaknya dipenuhi puluhan ribu pengetahuan tentang Tehnik Segel Semesta.
Dahinya seketika mengeluarkan keringat sambil mengatur napasnya yang sedikit terengah engah. Laniya yang melihat ke anehan raut wajah Dirga, Ia memicingkan matanya dan wajahnya semakin mendekat ke wajah Dirga.
Setelah beberapa saat kemudian, pengetahuan yang tak terhitung jumlahnya tertanam di kepalanya secara permanen.
Ia menghela napas membuat wajah Laniya memerah karena hembusan napas Dirga yang mengenai wajahnya.
Membuka satu matanya dan berkata dengan satu alis terangkat. "Apa aku tampan sampai sebegitunya kamu melihatku?"
Laniya yang mendengarnya tanpa sadar mengangguk dan bersenandung pelan. "Hm"
Melihat wajah Laniya yang semakin dekat dengan wajahnya, Membuat sudut mulutnya sedikit terangkat ke atas.
Laniya hanya diam, Entah mengapa perasaannya menjadi tenang ketika menatap wajah tampan Dirga yang tampak tenang tapi acuh tak acuhnya.
__ADS_1
Entah siapa yang mulai. Tiba tiba kedua bibir itu menyatu.
Cuupp....!