
Namun, Keduanya saat ini menampilkan ekspresi merah menandakan keduanya sangat marah.
Qin Rama bingung melihat ibunya dan bertanya mengernyit. "Ibu, Ada apa dengan wajahmu?"
"Iya, Kenapa wajah ibu seolah sedang marah? Apa sedang terjadi masalah?" Imbuh Qin Arma.
Dua wanita cantik bersaudara itu segera menampilkan senyum manisnya secepat mungkin, Namun agak sedikit terpaksa.
"Putraku, Kamu pasti belum tahu. Saat ini ada berita yang membuatku terkejut setengah mati!" Ucap Selir Tara.
"Sebelum itu, Apa kita berdua tidak di perbolehkan duduk?" Imbuh Selir Tira menatap kedua pangeran yang ekspresinya canggung nan sedikit malu.
"I-iya, Putra ibu yang tampan ini lupa kalau kita masih berdiri! Mari kita duduk!" Ucap Qin Rama canggung dan mempersilahkan.
Keempatnya duduk di meja tadi. Untuk Penasehat Fe'a, Dia disuruh keluar oleh Qin Rama.
Penasehat Fe'a juga tahu akan hal itu yang tidak sopan jika dirinya ikut menguping dua selir Raja.
"Jadi begini, Rama...Kamu tahu? Sekarang, sepuluh markas Organisasi Serigala Hitam telah di obrak abrik oleh orang kuat, Tapi tak jelas apa maksud orang itu!" Ucap Selir Tara muram.
Dan di perjelas oleh Selir Tira. "Selain itu, Ribuan anggota kita banyak yang terbunuh sekitar dua puluh lima ribu dan beberapa pemimpin setiap markas. Dan juga, Sekarang, Kha Thock Beddah yang entah kini masih hidup apa tidak!"
"Sekarang, Tersisa beberapa orang Setengah Immortal Menengah dan akhir yang masih hidup!"
__ADS_1
"Apa?!" 2×
Dua pangeran itu seketika terkejut dan menyemburkan tehnya ketika mendengar omongan ibu keduanya.
Dua puluh lima ribu anggotanya mati?
Ini tidak bisa dibiarkan! Dua puluh lima ribu bukanlah jumlah yang sedikit!
Dendam ini harus di balaskan!
Dua pangeran itu segera menampilkan raut wajah bengis dan aura membunuh yang kuat terpancar di keduanya.
"Tidak peduli apa, Aku harus menangkap sosok itu dan menyiksanya!" Geram Qin Rama mengepalkan tangannya.
Segera keduanya menjadi lebih tenang setelah mendengar perkataan Selir Tara barusan.
"Selain itu...." Selir Tara tidak melanjutkan ucapannya dan menampilkan senyum misterius menatap adiknya, Selir Tira.
Kedua pangeran itu mengerutkan keningnya melihat ekspresi dua wanita cantik ini yang nampak misterius.
Ini bukan pertama kali mereka seperti ini dan dua pangeran itu semakin tak sabar menantikan kejutan dari keduanya.
"Aku dan kakak mempunyai ini!" Ucap Selir Tira mengeluarkan sebuah batu.
__ADS_1
Batu itu berbentuk seperti batu bata. Namun warnanya hijau tua layaknya lumut.
Selain itu, Batu hijau itu memancarkan cahaya hitam gelap namun samar - samar terdengar suara aneh.
Mata kedua pangeran itu terbelalak kaget dan melihat ekspresi ibunya masing - masing yang menampilkan wajah menyeringai.
"Ini Batu Giok Dimensi!!" Pekik keduanya nyaris bersamaan.
"A-apakah itu menunjukkan ibu dan bibi sudah naik ke ranah Saint??" Ucap Qin Rama menatap keduanya terbata - bata menelan ludah ngeri.
Kedua wanita cantik itu mengangguk membuat dua pangeran itu saling menatap dan bergidik ngeri.
Hiss!
Batu Giok Dimensi adalah Batu yang di dalamnya terdapat ruang sendiri yang tidak mempengaruhi dunia luar. Giok Dimensi sendiri juga terbuat dari seorang manusia yang mengkultivasikan tehnik iblis dengan cara meminum darah seorang anak - anak di bawah 10 tahun. Namun, Untuk membuat Batu Giok Dimensi ini haruslah seorang manusia dan harus seorang wanita. Bahkan seorang iblis kuat pun tak mempunyai kehendak membuatnya. Selain itu, Untuk membuatnya, wanita itu harus minimal memiliki ranah Saints.
Belum sempat keduanya tersadar dari keterkejutannya. Kali ini, Mereka tak bisa berkata setelah mendengar ucapan Selir Tara dan di imbuhi Selir Tira.
"Di dalam Batu Giok Dimensi ini ada lima puluh ribu iblis berbagai ranah dan yang terkuat hanya Raja Langit puncak!" Ucap Selir Tira.
Selir Tara mengangguk dan tersenyum lalu menambahkan. "Dan ini ada sekitar seratus ribu iblis dan manusia yang berkultivasi iblis! Untuk yang terkuat, Ranah Setengah Immortal Akhir!"
...................
__ADS_1