Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 119


__ADS_3

Dirga melirik sekilas Xenia Xu yang terdiam entah kenapa. Namun ia tak peduli!


Mengeluarkan dua buah cincin penyimpanan dan menyerahkannya ke kedua gadis itu.


"Di dalamnya ada sumber daya kultivasi dan untukmu Xenia...Gunakan itu untuk berlatih dan menerobos! Aku akan keluar dari sini!" Dirga berkata kepada Xenia Xu.


Sebelum tubuhnya benar benar menghilang, Ia mencari Tei, Kei dan Leluhur Sido Lawang untuk keluar dari tempat ini.


Untuk masalah anggota Sekte nya tadi, Ia masih diamkan di sini jika sewaktu waktu ada masalah.


Sejenak keduanya tertegun dan kembali tersadar, Lalu mereka membuka cincin penyimpanan pemberian Dirga.


"I-ini??!" Xenia Xu memekik kaget sambil menutup mulutnya tak percaya.


Eliksir langka, Pil - Pil tingkat tinggi dan masih ada beberapa sumber daya kultivasi yang terbilang langka yang ada di dalam cincin penyimpanan itu.


"Ap-apakah ini tidak terlalu berlebihan??" Xenia Xu bergumam gugup tanpa sadar.


Laniya mendengar itu pun tersenyum dan menanggapi. "Oleh karena itu, Sebaiknya kamu harus lebih percaya dengannya! Apa kamu masih merasa kurang dengan pemberiannya itu?"


Xenia Xu menggelengkan kepalanya menanggapi perkataan Laniya. Ini saja sudah cukup untuk berkultivasi selama sepuluh tahun, Bahkan masih tersisa.


Kembali menoleh ke Laniya dan bertanya. "Apa dia selalu memberi sumber daya kultivasi sebanyak ini kepada Kak Laniya??"


Laniya mengangguk pelan. "Iya! Bahkan sudah beberapa kali!" Jawabnya sambil tersenyum.


Xenia Xu tertegun. Jika sebelumnya Dirga memberi sumber daya kepada Laniya sebanyak ini, Lalu berapa kekayaan yang dimiliki pria itu?


"Aku harus berusaha meyakinkan diriku agar di percaya olehnya!" Gumam Xenia Xu lirih namun bisa di dengar Laniya.


Laniya sedikit tersenyum tipis dan mengangguk. "Baiklah, Lebih baik kita gunakan waktu ini untuk berkultivasi!" Ucapnya dan segera keduanya berjalan menjauh dengan aktifitasnya masing masing.


•••


Dunia luar


Di sebuah hutan yang tampak liar di tumbuhi tumbuhan liar tak berujung.


tiba tiba muncul udara beriak dan lubang hitam muncul bersamaan dengan sesosok pria keluar dari lubang itu.


"Hm, Masih pagi rupanya." Gumam pria itu.

__ADS_1


Karena perbedaan ruang waktu di dunia cerminnya dengan dunia luar sangat berbeda.


Jika satu hari di dunia luar, Maka seminggu di dunia cermin. Waktu di dunia cermin lebih cepat dari dunia luar.


"Sepertinya mereka sudah mengetahuinya!" Gumamnya pada dirinya sendiri melihat depan dengan senyum tipis.


Tiba tiba tiga sosok keluar lagi dari lubang itu dan lubang hitam itu tiba tiba menghilang.


"Tuan muda!" Ucap mereka serempak hormat.


Mereka adalah Tei, Zei dan Leluhur Sido.


Melirik ke arah ke Leluhur Sido yang masih dalam setengah linglung setengah tidak, Dirga mengeluarkan sebutir pil dan menyerahkannya.


"Minum pil ini agar jiwamu kembali pulih!" Kata Dirga acuh kepadanya.


Pil itu berwarna putih seputih susu.Tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui akan keguanaan Pil itu.


"Telan Pil itu ketika sudah berada di Sekte dan pulihkan lukamu!" Lanjutnya datar.


Leluhur Sido Lawang yang melihat ini tersadar dari keterkejutannya dan berkata dengan hormat. "Terima kasih Tuan muda! Saya akan memulihkan jiwa saya...Ugh!" Di akhir kalimatnya ia mengeluarkan seteguk darahnya.


"Leluhur!" Pekik Tei dan Zei dengan cemas melihat keadaan aneh Leluhur ini.


"Baik!" Tei dan Zei mengangguk patuh dan segera mereka berdua melayang sambil membopong tubuh tua leluhur itu.


Dirga sedikit menghela napas. Alasan mengapa Leluhur tua itu masih dalam kelinglungannya karena tehnik Serangan Jiwanya!


Bagaimanapun, Ia sudah mengerahkan 70% energi mental sejatinya untuk menyerang jiwa leluhur itu membuatnya sangat lelah.


Itulah mengapa dirinya langsung pingsan setelah pertempuran itu.


Lebih baik kehabisan energi alamnya daripada energi mental sejatinya, karena kehilangan energi mental itu membuat jiwa serta pikirannya kalang kabut.


Tiba tiba matanya menatap ke arah kanan dan bergumam. "Hm? Ada orang?"


Segera ia langsung melesat untuk melihat apa yang terjadi ketika ia merasakan beberapa gerakan.


Wushh!


Dirga berhenti di dahan pohon lebar dan mengamati depan. Terdapat dua puluh orang yang nampak berjalan hati hati sambil membawa senjata mereka.

__ADS_1


Ketika mengaktifkan tehnik Mata Surgawinya, Tiba tiba matanya menangkap ada tato yang di kenalnya di dada kesemua orang itu.


'Organisasi ini lagi? Mengapa mereka berani menampakkan batang hidungnya? Apa dia melakukan sebuah rencana?' Gumamnya di dalam hati dengan alis berkerut.


Namun tak peduli konspirasi apa pihak lain, Ia mengeluarkan Pedang Chaosnya dan tubuhnya menghilang.


Slashh! Slassh! Slassh! Slassh!


Kepala mereka terpotong rapi dan tubuh mereka ambruk seketika.


"Ding! Selamat tuan telah berhasil membunuh 20 kultivator Alam Bumi menengah. Koin sistem bertambah..."


Suara dering sistem terdengar di benaknya ketika berhasil membunuh orang orang ini.


Mengambil cincin penyimpanan mereka, Dirga menyimpannya di ruang sistem setelah melihatnya sejenak.


Tersenyum tipis dan menjentikkan jarinya untuk melebur tubuh mereka menjadi abu.


"Hm? Ada lagi?" Gumamnya sekali lagi dengan dahi mengernyit.


Menoleh ke arah selatan lalu tubuhnya menghilang lagi dan muncul di mana ia merasakan beberapa aura itu.


"Dua lima Alam Bumi menengah dan satu tingkat tinggi! Tampaknya mereka memiliki rencana!"


"Namun sangat di sayangkan, Kalian telah bertemu denganku!" Ucap Dirga dengan senyum menyeringai.


Cukup dengan lambaian tangannya. Sebuah pusaran angin berbentuk beberapa pedang samar melesat ke mereka.


'Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!'


Serangan angin Dirga mengenai punggung dan menembus hingga dada mereka.


Terlihat dada mereka berlubang seperti di habis di tombak oleh serangan misterius!


Merampas cincin penyimpanan mereka dan kembali menjentikkan jarinya.


Menoleh ke beberapa arah dan bergumam dengan alis mengkerut. "Dua kilometer di selatan ada sepuluh orang Alam Bumi menengah...Barat Dua puluh dan Timur dua tiga!...Hmph! Sangat di sayangkan usaha kalian sangat sia - sia!!"


Dirga menyeringai penuh kemenangan. Kali ini tidak menggunakan tehnik teleportasinya.


Mengeluarkan Sayap Emas dengan panjang masing - masing dua meter. Dirga melesat ke ketinggian langit!

__ADS_1


Wushh!


__ADS_2