
Dirga menatap Master Giman dengan dingin. "Aku Master Sekte Pedang Langit Abadi! Kamu telah menculik orang yang tak bersalah dan salah satu muridku! Jangan salahkan aku jika kamu menyesalinya!" Ujarnya dengan mengeluarkan Pedang Chaosnya.
Mengangkat pedangnya tinggi tinggi, Ia menebaskan ke arah depan.
Sing!
Kilatan cahaya perak memiliki ukuran panjang puluhan meter melesat ke arah Master Giman.
Mata Master Giman melebar karena ia merasakan aura yang sangat mengerikan dari kilatan cahaya itu!
Dia buru buru mengeluarkan pedangnya dan menebas ke arah serangan Dirga sambil mengumpat marah.
"Brengsek! Kamu benar benar cari kematian..!"
Sing!
"Booms!"
Suara ledakan menggema di area itu. Tampak puing puing yang berserakan semakin berserakan.
Beruntung ledakan tadi berada di udara, Sehingga tidak menerbangkan benda benda apapun itu.
Meskipun begitu, Aura desduktrif dari ledakan tadi sangatlah kuat! Jadi benda yang ada di sekitar puluhan meter terhempas entah kemana.
Master Giman tubuhnya terdorong belasan meter. Tatapan terkejut dari matanya tak terhindarkan.
Ia memandang pemuda itu yang terdorong puluhan meter dengan sedikit terengah. Bagaimanapun energi Dirga terkuras akibat membunuh ribuan murid Sekte Langit Surgawi!
Mulut Master Giman menyeringai. "Nak! Ternyata kamu cukup hebat bisa menandingiku..! Tapi hanya itu saja tidak lebih! Mungkin butuh puluhan tahun kamu bisa mengalahkanku! Hhaha...!"
Dirga menanggapi ocehan Master Giman dengan mencibir. "Bukan aku yang kuat! Kaulah yang lemah..!". Ia menatap ke arah Master Giman dengan dingin.
Ia menambahkan cibirannya berharap pihak lain emosi. Karena emosi bisa membuat gerakan lawan tidak teratur
__ADS_1
"Benar benar sampah! Kukira Ranah Pertapa tingkat tujuh sangat hebat! Ternyata sangat lemah!"
Wajah Master Giman berubah masam. Dia tak menyangka jika dirinya di hina oleh seorang bocah. Bagaimana nanti dia menunjukkan wajahnya ke saudaranya!
Oleh karena itu, Ia mengumpat marah sambil menebas ke depan. "Bajingan! Kau benar benar bocah terkutuk! Aku tak akan melepaskanmu! Akan kubuh kau..!"
"Bunuh saja kalau bisa!" Tantang Dirga dan membalas serangan itu dengan serangan pedangnya yang tak kalah jauh hebat.
"Booms! Dhuar! Dhuar!"
Bentrokan serangan pedang itu menimbulkan suara ledakan yang sangat mengerikan. Tubuh keduanya sama sama terhempas oleh energi ledakan itu!
Master Giman menatap Dirga dengan ngeri. 'Sialan..! Siapa bocah ini dan apa kultivasi bocah ini sebenarnya? Kenapa aku baru menyadarinya?' Batinnya aneh.
Ini pertama kalinya dia tidak dapat mendeteksi kultivasi pihak lain yang sebenarnya. Dikatakan tubuhnya tidak berfluktuasi energi, Tapi bisa mengeluarkan serangan energi.
Ini benar benar aneh!
Setelah berkata, Ia melesat dengan cepat sambil menggenggam pedangnya yang di tingkat Surgawi.
Dirga juga tak mau kalah, Ia mengalirkan energinya ke pedangnya dan langsung melesat dengan kecepatan cepat.
"Ting!"
"Dentang! Dentang Dentang! Dentang!"
Suara percikan api di sertai dentingan logam terdengar memekikkan telinga.
Tetua Roto yang melihat dari kejauhan memandang pertarungan itu dengan tatapan ngeri, kagum, takut serta terkejut.
Dia tidak dapat melihat kecepatan keduanya, Hanya terdengar dentingan logam dan percikan api disertai aura desduktrif yang kuat.
"Siapa sebenarnya pemuda ini? Kekuatannya saat ini sangat mengerikan! Bahkan menyamai Master!" Gumamnya dengan terkejut.
__ADS_1
Lalu ia terdiam sejenak, Ia tadi mendengarkan siapa pemuda itu sebenarnya. Lalu matanya melebar ketika memikirkan tadi. "Master Sekte? Dia Master Sekte dari gadis tadi?" Serunya tak percaya.
Tapi ketika melihat pertarungan yang terlihat seri dengan Masternya sendiri, Ia semakin ngeri dan percaya dibuatnya.
Melihat keduanya sama sama terdorong mundur. Tetua Roto tak mau menyia nyiakan kesempatan itu. Ia melesat di belakang Dirga.
"Wushh!"
Dirga yang berhasil menstabilkan tubuhnya merasa ada yang menyerangnya secara diam diam.
Melihat pria tua yang kekuatannya hanya Raja Langit tingkat kedelapan. Ia mencibir. "Bodoh..! Hanya Raja Langit belaka mau menyerangku?"
Dirga menarik tinju ke belakang sebelum Tetua Roto mendekat. Lalu ia melesat dengan tehnik Tinju Mandragunanya.
Tetua Roto yang melihat pemuda itu melesat ke arahnya, Matanya membelalak lebar. Ingin menghindar, Tapi terlambat.
"Bang!"
"Arghh..!"
Tubuhnya melengkung ke belakang. Perutnya terasa di obrak abrik oleh kekuatan mengerikan bersamaan dengan jeritan melengkingnya.
Bruaak!
"Huek..!"
Tubuhnya menabrak puing puing bangunan dan memuntahkan darah dari mulutnya berkali kali.
'Sialan! Tinjunya saja sekuat ini! Apalagi serangan energinya!' Batinnya menatap pemuda yang tak jauh darinya dengan ngeri dan ketakutan.
"Tu-Tuan! A-Ampuni aku..! A-Aku sebenarnya... Master Giman yang melihat perubahan bawahannya segera menyela dengan ancamannya. "Bajingan! Apa yang kau katakan..! Aku akan membunuhmu..!"
__ADS_1