
"Elemen Angin..!"
Semua orang terpana tidak terkecuali Dirga. Dia yang selama ini berada di keduanya,Ia tidak menduga jika kedua gadis kecilnya memiliki elemen ganda yang membuatnya takjub.
'Hm, Tak kusangka mereka berdua memiliki elemen sama' Gumamnya di benak dengan sudut mulut sedikit terangkat ke atas.
"Ding! Tuan. Kedua gadis kecil tuan memiliki tubuh khusus yaitu Tubuh Ganda Lima Elemen."
"Tubuh Ganda Lima Elemen meliputi lima elemen yang ada di Alam Semesta ini yaitu Air, Angin, Api, Petir, dan cahaya. Untuk saat ini kedua gadis kecil itu hanya bisa menggunakan dua elemen, Yaitu Air dan Angin."
'Hm?' Sedikit kejutan muncul di benaknya. Apalagi mendengar kedua gadis kecilnya memiliki tubuh khusus, Membuatnya senang sekaligus kagum.
Tapi ada yang membuatnya sedikit heran. 'Bukankah mereka berdua belum memasuki alam kultivasi? Mengapa bisa mengaktifkannya?'
Selain itu, Ia sedikit kagum melihat kedua gadis kecilnya bisa memanipulasi elemen menjadi suatu keberadaan yang baru. Seperti tadi yaitu Sayap angin berwarna hijau, Padahal ia tidak pernah melatih keduanya.
__ADS_1
"Ding! Tenang saja tuan. Mereka berdua tidak bisa memasuki alam kultivasi dikarenakan dantian mereka belum terbentuk."
"Karena memiliki fisik khusus, Mereka berdua hanya perlu membangunkan elemen apinya dan saat itu terbentuklah dantian serta langsung memasuki ranah Pemurnian Qi pertama tanpa khawatir tubuh mereka meledak"
'Pemurnian Qi?' Gumamnya di benak kaget.
Dia tidak menyangka jika kedua gadis kecilnya bisa langsung memasuki Ranah Pemurnian Qi saat pertama kali kultivasi.
Jika ada orang maupun sekte sekte kelas atas, Kemungkinan besar kedua gadis kecilnya di bawa oleh mereka.
Sidik Kenta mengangguk kecil dan berkata kagum serta khawatir. "Tuan muda Dirga! Lebih baik Tuan muda menyembunyikan identitasnya agar tidak ada yang mengetahuinya!"
Semua orang menganggukkan kepalanya. Bagaimanapun, Mereka tidak pernah melihat seorangpun yang memiliki elemen. Karena keberadaannya yang terbilang langka.
Dan tepat saat ini, Mereka bisa melihatnya dengan jelas tanpa omongan orang orang. Dan itupun yang memiliki elemen adalah dua gadis kecil berusia delapan tahunan.
__ADS_1
Dirga menganggukkan kepalanya mengamini perkataan Sidik Kenta. "Baiklah, Kalian semua ikuti aku dan aku akan memberi beberapa peraturan yang ada maupun orang kupilih menjadi tangan kananku!" Ucapnya tegas dan langsung berjalan ke arah kastilnya diikuti Arya, Retania, Tetua Shane, Fanni, Sidik Kenta, Wahyu Kenta, Yanti Kenta beserta putri kecilnya.
***
Seminggu kemudian
Satu minggu telah berlalu dengan cepat. Orang orang yang sebelumnya di beri pelatihan oleh Dirga kini bisa melihat apa manfaatnya.
Tubuhnya terasa ringan dan penuh dengan energi alam yang ada di dalam tubuh mereka. Kini mereka yakin menjadi murid dari Sekte Pedang Langit Abadi.
Sekte Dirga kini banyak perubahan. Pelataran luar adalah pelataran terluar dari murid luar. Meskipun di bilang murid luar, Perumahan mereka tidak seperti dengan perumahan murid pelataran luar dari sekte kelas atas.
Di pintu gerbang, Terdapat aksara berwarna biru 'Sekte Pedang Langit Abadi'. Jika di deskripsikan, Ketika ada yang memasuki wilayah sekte. Di sebelah kanan dan kiri terdapat perumahan berlantai dua berjejer rapi.
Jauh di depan, Ada satu bangunan tinggi berlantai delapan. Secara alami, Bangunan itu adalah Menara Kultivasi yang di dalamnya terdapat Formasi Tekanan dalam setiap lantai.
__ADS_1
Semakin naik ke lantai atas, Semakin kuat pula daya tekanan yang menimpa tubuh. Tentu saja Dirga yang membuatnya. Dia tidak ingin memiliki murid yang kuat dalam kultivasi, Tapi lemah dalam kekuatan fisik.