
"Hm?"
Dahi Dirga mengernyit dan sedikit kejutan di wajahnya, Namun kembali tenang dan kembali menatap depan.
Menghiraukan pemberitahuan sistem akan adanya ras berbeda. Dan memikirkan hadiah sistem tadi.
"Apa anda Ketua Sekte Pedang Langit Abadi?" Salah satu sosok bertanya dengan nada sopan.
Para penjaga gerbang yang melihat kedatangan Master mereka segera bertekuk lutut hormat.
"Kami melihat Ketua Sekte!" Ucapnya bersamaan hormat.
Para penjaga gerbang Sekte ini tentu berasal dari Sekte maupun Perguruan berbeda.
Dirga mengangguk dan kembali menatap dua sosok sok misterius di depannya dengan tatapan acuh.
"Ya, Aku Master Sekte Pedang Abadi! Ada apa gerangan kalian berdua kemari??" Ucapnya datar.
Dua sosok itu terkejut di balik jubahnya ketika melihat usia Ketua Sekte yang baru - baru ini muncul ternyata seorang pemuda.
Namun keduanya memicingkan mata karena tidak bisa mendeteksi ranah pemuda tampan itu. Bahkan auranya pun tak terdeteksi.
"Bisakah anda bicara dengan kami sebentar??" Sosok satunya yang dari tadi diam angkat suara.
Terdengar jelas suara sosok itu adalah seorang wanita.
Namun Dirga tak terkejut karena ia sudah melihatnya dengan jelas dan matanya tiba - tiba memancarkan cahaya biru samar sesaat.
Dan itu mengejutkan sosok pria berjubah yang tak sengaja melihatnya.
Satu pria dan satu wanita.
(Nama: Wei Jian Hu)
(Ras: Harimau Putih Kuno)
(Umur: 100 tahun)
(Jenis kelamin: Pria)
(Kultivasi: Saint *2)
(Kemampuan: Mengaum layaknya harimau, Bertransformasi menjadi Harimau putih )
.......
(Nama: Wei Ju)
(Ras: Harimau Putih)
(Umur: 95 tahun)
(Jenis kelamin: wanita)
(Kultivasi: Setengah Immortal Awal)
(Kemampuan: Berlari layaknya harimau, Auman harimau)
Melihat status pihak lain, Dirga terkejut karena tadi tak mendeteksi ranah Wei Jian Hu.
Namun kini ia melihat ranah Wei Jian Hu membuatnya waspada di hatinya jika terjadi hal - hal yang tak diinginkannya.
Dia bertanya tanya di hatinya mengapa ada seorang dengan kultivasi tinggi di daratan ini?
Padahal ia hampir menyelidiki setengah daratan ini dan tidak menemukan adanya pihak dengan kultivasi setinggi ini.
__ADS_1
Mungkinkah mereka bersembunyi di area yang sulit di deteksi olehnya?
Menggelengkan kepalanya dan kembali memfokuskan menatap Wei Ju dan Wei Jian Hu secara gantian.
"Apa tidak ada maksud lain selain ingin bicara denganku?" Dirga masih bertanya dengan mereka berdua.
Wei Jian Hu dan Wei Ju yang mendengarnya tersenyum tipis.
Wei Jian Hu menanggapinya dengan nada ramah. "Jika aku mau, Sudah sejak tadi tempat ini rata menjadi tanah!"
Bibir Dirga berkedut dan tersenyum masam.
"Baiklah, Mari kita bicara di dalam!"
"Buka gerbangnya untukku!"
Ucap Dirga mengangguk.
"Baik Ketua Sekte!"
............
Selama di perjalanan. Wei Jian Hu dan Wei Ju kagum dengan tempat Sekte Pedang Langit Abadi ini.
Bangunan bangunan yang berjejer rapi. Para murid yang berlalu lalang dengan hormat sambil menyapa Master mereka.
Danau yang luas dengan air yang sangat jernih terpampang di mata keduanya menjadi semakin kagum.
Lima belas menit kemudian.
Ketiganya duduk di ruang Istana Sekte.
"Katakan apa maksud kalian datang kemari!"
Namun yang mengejutkan Dirga dan Wei Ju. Di bawah tatapan kaget keduanya, Wei Jian Hu bangkit dari duduknya dan berlutut di hadapan Dirga.
"Kami melihat Yang Mulia Kaisar Tianzhong!!!"
Wei Jian Hu berucap dengan nada gemetar dan punggungnya berkeringat.
Wei Ju serta Dirga melongo melihat Wei Jian Hu yang tiba - tiba bersikap seperti ini.
"Ka-kak! A-apa yang kakak lalukan??" Wei Ju bertanya dengan gemetar ketika melihat kakaknya atau Wei Jian Hu yang tiba - tiba berlutut ini.
"Wei Ju! Kamu tidak tahu meskipun aku menceritakannya! Karena ini cerita legenda dari leluhur pertama!" Wei Jian Hu berkata masih tetap berlutut.
"Maksud kakak??" Wei Ju tidak mengerti dengan ucapan Wei Jian Hu barusan.
Leluhur pertama?
Ini pertama kalinya dirinya mendengar nama Leluhur pertama!
Masih dengan posisinya, Wei Jian Hu berkata menatap Dirga dengan tatapan sulit di artikan.
"Yang mulia! Maafkan saya tadi karena waktu di depan gerbang itu saya melihat Mata anda yang memancarkan cahaya biru meskipun hanya sepersekian detik!"
"Maksud kamu?" Dirga masih tak mengerti akan ucapan Wei Jian Hu yang berkelit kelit ini. "Sebelum itu duduklah biar enak saat ngomong!" Tambah Dirga.
"Maafkan saya Yang mulia! Itu tidak sopan bagi saya!" Ucap cepat Wei Jian Hu menolak.
"Itu perintahku!!" Sela Dirga karena tak suka penolakan.
"Ba-baik!!" Wei Jian Hu berkata cepat namun gugup.
"Sekarang, Katakan apa maksud perkataanmu tadi! Dan juga maksud kedatangan kalian berdua!" Ucap Dirga ketika situasinya kembali tenang.
__ADS_1
"Untuk yang pertama, Saya tahu jika Yang Mulia memiliki-" Sebelum menyelesaikan katanya, Dirga menyelanya. "Aku tidak suka dengan sebutan itu!!"
Ia merasa risih dengan sebutan Yang Mulia.
Wei Jian Hu menangguk dan berpikir sejenak. "Baiklah Tuan!"
"Nah, Itu lebih bagus dari tadi!" Tanggap Dirga mengangguk.
Wei Jian Hu juga mengangguk akan responnya. "Maafkan saya tuan, Saya tahu jika anda memiliki mata istimewa yaitu Mata Surgawi!!" Ucapnya dan itu mengejutkan Dirga.
Karena selama ini tidak ada satupun yang mengetahui akan tehnik Matanya.
Bahkan Laniya sekalipun.
"Bagaimana kamu tahu?!" Tanya Dirga serius menatap wajah Wei Jian Hu yang tersenyum.
"Ya! Hanya orang yang terpilih saja yang bisa mendapatkan Mata Surgawi! Karena Mata Surgawi adalah tehnik Mata yang di miliki Kaisar Tianzhong!" Kata Wei Jian Hu membuat Dirga mengerutkan kening.
"Kaisar Tianzhong?? Siapa itu?" Tanya Dirga karena ia benar tidak tahu akan sosok kaisar ini.
Sudah dua kali Wei Jian Hu menyebutkan nama kaisar Tianzhong ini yang membuatnya bingung.
"Anda mungkin tidak tahu tuan! Tapi Yang mulia kaisar Tianzhong adalah orang dalam legenda yang pernah membantu leluhur kami dari pertempuran sama iblis ratusan tahun yang lalu!" Jelas Wei Jian Hu dengan sabar dan ramah.
"Ratusan ribu tahun? Dari mana kamu tahu itu?" Tanya Dirga sekali lagi.
"Itu semua sudah tertulis di dalam cerita yang pernah saya baca selama ini!" Jawab Wei Jian Hu hormat.
"Lalu, Apa hubungannya denganku?" Mengalihkan akan siapa Kaisar tadi, Dirga bertanya kepada Wei Jian Hu.
"Ada! Tapi saya tidak ingin menjelaskannya disini. Jika anda mau, Saya bisa mengantarkan ke wilayah kami untuk melihat sendiri tentang ras kami!" Ucap Wei Jian Hu.
"Ras Harimau Putih bukan?...Hm, Aku tidak tahu mengapa ada ras seperti kalian berada di dunia ini!" Ucap Dirga dan itu membuat Wei Ju yang dari tadi diam menyimak terkejut.
"Bagaimana kamu tahu jika kami berdua adalah ras Harimau Putih??" Pekik Wei Ju tanpa sadar.
"Wei Ju! Jagalah sikapmu! Hanya dia harapan kita!!" Ucap Wei Jian Hu mengingatkan akan sikap Wei Ju.
"Harapan apa? Bukankah kita baru bertemu?" Tanya Wei Ju tidak mengerti dengan ucapan Wei Jian Hu.
Wei Jian Hu menatap Dirga dan Wei Ju bergantian lalu menghela napas.
"Kamu tidak tahu, Orang yang di pilih oleh Mata istimewa Mata Surgawi, secara tidak langsung orang itu adalah penerus pemilik sebelumnya!"
"Dan juga, Tuan Dirga menjadi harapan bagi ras kita, karena hanya dialah yang bisa membuka portal Alam kita!"
Ucap Wei Jian Hu serius.
"Apa?!"
Wei Ju terkejut dan tanpa sadar memekik senang.
"Ah- tuan! Maafkan sikap Wei Ju yang tidak sopan tadi!" Ucap Wei Ju buru - buru berlutut karena menyadari akan sikapnya.
"Maafkan sikap adik saya tuan yang tidak sopan tadi!" Wei Jian Hu juga Buru - buru mengikuti aksi Wei Ju.
Dirga yang melihat ini tidak bisa untuk tidak terbengong.
Masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada mereka berdua.
Tiba - tiba suara dering sistem terdengar bergema di benaknya.
"Ding! Tuan rumah berhasil menyelesaikan misi sistem!"
"Hadiah esensi darah Harimau Putih sudah di letakkan di ruang penyimpanan sistem."
__ADS_1