Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 62


__ADS_3

Jenderal Tanbi yang di tanyai segera menjawabnya dengan hormat. "Dari penjelasan penasehat Fu Shat. Titik koordinat batu pelacak yang di lihat muncul sekali di area timur atau lebih tepatnya di Benua Timur!"


"Benua Timur?" Ulang Kaisar Zhan Thong, Ye Yuezi dan sosok di ranjang. "Bagaimana bisa dia berada di Benua mengerikan itu?" Imbuh Permaisuri Ye Yuezi.


Tidak ada yang menanggapi seruan Ye Yuezi. Pikiran mereka juga melanglang kemana mana. Setelah tiga belas tahun saat kejadian mengerikan itu akhirnya Sang Tuan Putri yang di nyatakan menghilang tiba tiba muncul kembali.


Kaisar Zhan Thong tersadar dari pikiran kecamuknya dan berkata pelan namun tegas. "Siapkan beberapa orang untuk menjemput putriku dan bawa juga beberapa hadiah untuk Kerajaan Qin, Bagaimanapun juga posisi kita sebagai pendatang dan jangan buat masalah di sana!"


Jenderal Tanbi berlutut sekali lagi dan menjawab perintahnya. "Saya mengerti Yang mulia!"


Kaisar Zhan Thong mengangguk dan berkata sambil melambaikan tangan. "Bawa saja Burung ****** sebagai alat penerbangan agar cepat dan tidak ada masalah di Pembatasan Alam laut timur!...Kamu yang memimpinnya! Apa kamu mengerti?"


Jenderal tanpa ragu ragu berkata dengan hormat sekali lagi. "Saya mengerti Yang mulia!...Kalau begitu saya izin pamit undur diri!"


Sepasang suami istri saling berpandangan sejenak dengan senyumannya. "A-ayah!...I-Ibu! Apa kakak Laniya sudah di temukan?" Suara lemah membuyarkan keduanya.


"Lingxi...Putriku! Kamu jangan khawatir! Pasti mereka membawa kakakmu kembali ke Kekaisaran Tengah ini!" Ucap Permaisuri Ye Yuezi sambil membelai rambut Lingxi dengan lembut.

__ADS_1


Lingxi mengangguk lemah dan menutup matanya kembali membuat keduanya menghembuskan napas panjang.


"Kalian tidak perlu khawatir! Putrimu sudah berada di tangan seseorang yang tepat!"


Tiba tiba suara tegas menggema di dalam ruangan. Asap tipis tiba tiba muncul di kehampaan dan menunjukkan siluet setengah tubuh seorang lelaki tua yang nampak beruban.


Kaisar Zhan Thong dan Permaisuri Ye Yuezi bangkit dan berlutut. "Kami melihat Leluhur Tri Mulyo!" Ucap keduanya dengan hormat.


Orang yang dipanggil Tri Mulyo melambaikan tangannya berkata lirih. "Sudahlah! Kalian sudah aku anggap putra dan putriku sendiri, Jangan berlutut seperti ini lagi!"


"Tidak! Meskipun kami bukan keturunan anda, Andalah yang menyelamatkan bencana waktu itu!" Tolak tegas Kaisar Zhan Thong tanpa mengangkat kepalanya.


Tri Mulyo segera berkata. "Zhan Thong! Berdirilah! Tidak pantas seorang Kaisar Benua Tengah berlutut di depan lelaki tua ini!"


"Meskipun kami memiliki status tinggi, Kami berdua tetap akan berlutut di hadapan anda Leluhur!" Ucap Permaisuri Ye Yuezi dengan air sedikit menetes dari matanya.


Tri Mulyo buru buru berkata. "Terserah kalian berdua...Tapi sekarang angkatlah tubuh kalian! Tidak baik berlutut lama lama seperti ini!"

__ADS_1


Mendengar perkataan Leluhurnya yang sedikit berbeda. Keduanya mengerutkan keningnya dalam posisi berlutut. Mereka berdua menegakkan kembali dan menatap Leluhur Tri Mulyo dengan tatapan terkejut.


"Le-le-leluhur! T-tubuh anda? Apa yang terjadi?" Ucap Zhan Thong dengan tergagap begitu juga dengan Ye Yuezi yang mengangguk.


Lelaki tua Tri Mulyo itu pada dasarnya memang keberadaan Jiwa yang hanya bisa bersembunyi di kehampaan.


Terdengar helaan napas dari Tri Mulyo. "Huft...! Kalian berdua sudah mengerti jika waktuku mungkin sudah tidak lama lagi" Berhenti sejenak sambil menatap tubuh Lingxi yang di selimuti es itu dengan tatapan sendu. "Cucuku! jangan sedih!... Bersabarlah! Nanti ada orang yang akan menyembuhkan penyakitmu ini!" Imbuhnya dengan lembut sambil melayang mendekati sosok Lingxi.


"Bi-bisa di sembuhkan?" Ucap keduanya kaget begitu mendengar perkataan Leluhurnya. Tri Mulyo mengangguk dan mempertegas. "Meskipun aku tidak tahu apakah bisa di sembuhkan, Aku merasakan firasat, Jika orang itu bisa menyembuhkannya!"


"Siapa yang anda maksud?" Tanya keduanya serempak dengan penasaran. "Kalian akan mengetahuinya nanti!" Balas Tri Mulyo dengan senyum misteriusnya.


Keduanya saling menatap dan tidak melanjutkan pertanyaannya. Saat ini, Jiwa Tri Mulyo berkata. "Apa kamu ingin tahu bagaimana putrimu bisa berada disana?"


Kaisar Zhan Thong dan Permaisuri Ye Yuezi buru - buru menganggukkan kepalanya dengan cepat. Mereka ingin tahu putrinya yang sudah lama menghilang beberapa tahun.


Tri Mulyo mendekati keduanya dengan tatapan sulit di artikan. "Pada saat itu, Adikku yang bernama Tri Wulyo......

__ADS_1


***


__ADS_2