
"Oke! Duduklah!"
"Ziying...Sekarang ceritakan kenapa ada Naga sepertimu di sini! Dan siapa itu Tianzhong yang kamu sebut - sebut itu!" Tanya Dirga dan memberi ruang untuk duduk bagi Zining.
Zining yang di perintah seperti itu pun menurut dan duduk di samping tuannya.
"Baik tuan!"
Meskipun Dirga sedikit tahu tentang sosok bernama Tianzhong ini, Tapi ia ingin mengetahui dari cerita Zining.
Ia penasaran, Apakah orang ini sama dengan sosok yang di ceritakan oleh Fei Ha?
"Emm pertanyaan pertama Zining berada di sini sekitar dua ribu tahun lalu karena di usir dari Alam Suci oleh Kaisar Tianzhong karena saya berbuat salah di sana."
Zining perlahan lahan menceritakan asal usulnya berada di sini. Semakin lama Zining cerita, Membuat alis Dirga mengerut.
"Hanya karena dendam di masa itu, Saya nekat meminum darah seorang iblis kuat dan saya menjadi Naga Iblis sejak itu! Itulah tuan yang terjadi kepadaku!"
Di akhir ceritanya, Air mata keluar dari wajah sayu gadis kecil itu.
Dirga merasa kasihan dengan gadis kecil Zining ini. Karena itu, ia pun menyentuh kepala Zining dan menyenderkan ke tubuhnya.
Namun tak terduga, Zining malah memeluk erat tubuh Dirga membuat si empu menghela napas panjang.
"Tidak sepenuh benar dan tidak sepenuhnya salah, Zining! Meskipun kamu ingin membalas dendam, Setidaknya jangan melakukan perbuatan bahaya seperti itu!"
__ADS_1
"Kamu tahu sendiri bukan? Jika iblis adalah musuh kita!?"
Kata Dirga menenangkan sambil mengusap rambut halus Zining dengan lembut.
Zining mendongak melihatkan wajah polosnya namun terlihat berkaca kaca.
"Iya, Sekarang Zining tahu apa akibatnya setelah Zining mengalaminya! Terima kasih tuan telah membantu Zining!"
Ucap kecil Zining menatap wajah tampan Dirga.
Entah kenapa ketika Dirga melihat wajah polos Zining ini mengingatkan wajah dua gadis kecil tersayangnya.
Jadi, Tanpa aba - aba ia pun mencium dahi gadis kecil itu sejenak dan bertanya kepada Zining yang melongo.
Zining masih dalam keadaan linglung dengan apa yang di perbuat tuannya tadi.
Entah mengapa ia merasa hangat di hatinya ketika di lakukan seperti tadi oleh Dirga. Seakan - akan ia telah kembali ke masa kecilnya yang di penuhi rasa kasih sayang orang tua.
"Zining??"
Seketika ia tersadar dari lamunannya ketika Dirga memanggil namanya.
"Ehh-?... Maafkan saya tuan! Tuan bicara apa tadi? Maaf Zining tidak mendengarnya?" Ucap terbata Zining dengan wajah bersalah.
Dirga yang memang tidak melihat raut ekspresi Zining tadi merasa lucu dengan reaksi Zining.
__ADS_1
Memangku tubuh kecil Zining dan meletakkannya di pahanya layaknya adik nya sendiri.
"Alam Suci, Coba kamu ceritakan Alam itu!" Pinta Dirga sambil menusuk - nusukkan jarinya gemas ke pipi gemoy Zining.
Fei Ha yang melihat perlakuan Dirga kepada Zining merasa cemburu.
Tangannya menarik - narik lengan pakaian Dirga membuat si empu menoleh. "Ada apa? Fei Ha?"
"Mau!" Balas Fei Ha cemberut seraya melirik Zining yang menikmati perlakuan Dirga.
Dirga tahu apa yang di maksud Fei Ha dan ia pun menjitak dahi Fei Ha dengan jentikan kecil.
"Ternyata seorang leluhur ras Harimau bisa manja juga ya ternyata?" Goda Dirga membuat Fei Ha mendengus kesal akan godaan itu.
Meskipun begitu, Dirga tak keberatan dengan permintaan Fei Ha. Baginya, Dua ras berbeda umur ribuan ini masih anak - anak kecil yang sikapnya lucu.
Ia pun meletakkan Fei Ha di paha kiri dan Zining di paha kananya seraya memeluk tubuh keduanya.
Jika Fei Ha tahu apa yang di pikirkan Dirga mungkin Fei Ha akan mengutuk habis - habisan pemuda ini.
Bagaimana bisa seorang leluhur ras di samakan dengan anak kecil?
Ya! Meskipun penampilannya tidak ada bedanya dengan anak kecil. Hanya sikapnya yang membedakan.
"Begini tuan!...Alam Suci adalah tempat dimana ada banyak ras selain manusia dan iblis hidup di dalamnya. Seperti ras Naga, Phoenix, Rubah, Ular , Kura - kura hitam, Griffin, Dan yang terakhir adalah ras Harimau putih itu!"
__ADS_1