Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 22


__ADS_3

"Peng! Kenapa kamu malah berbasa basi hah??? Apa kamu ingin aku menyiksamu??" Teriak si Bos dengan marah membuat dirinya tersentak dan langsung melesat karena tak ingin membuat si Bos menyiksa tubuhnya.


"Wushh! Bamm!, Bamm! Bamm! Bamm!"


Mereka berdua saling menyerang satu sama lain dengan kekuatan fisiknya. Kadang Dirga yang terpental menabrak tembok dengan memuntahkan darahnya, Tidak sedikit juga si Kerempeng yang terhempas kebelakang, Hanya saja sepuluh atau lima belas langkah.


Sedangkan sosok sosok lainnya hanya menatap pertarungan ini dengan tercengang. Selama ini si Kerempeng di kenal dengan tinju baja nya yang kuat karena tak ada seorang pun yang bisa mengalahkannya, kecuali si Bos dan Ken Thu.


Ken Thu yang melihat pertarungan mereka berdua mengerutkan keningnya dan berkata ke bos nya dengan tatapan terkejut. "Bos! Ternyata manusia kecil ini memiliki kekuatan fisik yang lumayan bagus. Lihatlah si Kerempeng, Dia di buat mundur sepuluh langkah hanya dengan tinjunya." Sambil menunjuk Kerempeng yang kebetulan terhempas ke belakang.


Si Bos juga mengangguk dalam diam dan berkata dengan nada sombong. "Kamu benar, Tapi tetap saja manusia hanyalah makhluk bodoh yang tidak bisa di bandingkan dengan makhluk mulia di seluruh alam jagad raya seperti kita ini."


Ken Thu juga menanggapi dengan anggukan kepalanya dengan menaikkan dagunya tinggi tinggi sambil melihat pertarungan berbeda makhluk dengan satu mata terbuka.


'Bamm'


'Sial! Jika seperti ini terus, Aku akan mati konyol di tangan makhluk menyedihkan ini.' Batin Dirga sambil menstabilkan tubuhnya untuk berdiri tegak.


"Hahaha, Ternyata kemampuanmu tidak lebih dari seorang balita." Ucap Kerempeng dengan nada mengejek.


Dirga tidak menanggapi ocehan Kerempeng, Ia hanya menatap Kerempeng dengan datar. Sekarang ini pakaiannya sudah penuh dengan tanah. Wajahnyanya yang tampan juga di penuhi debu debu beserta rambut peraknya.


Kerempeng yang di tatap oleh manusia mini ini seketika marah dan berkata dengan menyalak. "Bocah apa yang kau tatap ha?"


Dirga kembali tak menanggapi ocehannya dan membatin pasrah. 'Bodoh! Kenapa aku harus memasuki tempat jahanam ini?'


"Tring! Tidak perlu takut tuan, Semua kelebihan pasti memiliki kekurangan."


Dirga menanggapi system dengan anggukan kepalanya.Meskipun ia memiliki tubuh istimewa, Tidak serta merta membuat dirinya yang terkuat di dunia ini. Bahkan ia bisa di kalahkan dengan mudah dengan pukulan fisik oleh makhluk yang terlihat menjijikkan.


Dirga menatap mereka yang sedang duduk bersila seolah sedang berkultivasi dengan kening mengkerut. Segera ia mengaktifkan Mata Surgawinya.


'Hm? Bukankah ini seperti elemen kegelapan?' Pikirnya karena ia melihat mereka sedang menyerap kabut hitam tipis.


"Tring! Bukan tuan. Yang mereka serap bukan elemen kegelapan melainkan energi kegelapan yang berasal dari air."

__ADS_1


'Air? Air apa yang memiliki energi kegelapan?' Tanyanya di benak bingung.


"Tring! Sebenarnya yang mereka serap adalah esensi Air Kehidupan yang di ubah oleh pemimpin mereka menjadi energi kegelapan dengan menumbalkan manusia yang memiliki sifat sombong dan keserakahan sebagai perantaranya."


Mendengar jawaban system mebuat wajahnya terkejut, lalu mengalihkan pandangannya ke depan di mana ia melihat tumpukan tulang belulang manusia di pinggir pemimpinnya.


'Manusia seperti itu pantas untuk mati, Tapi makhluk ini tidak pantas untuk di biarkan hidup lebih lama' Batinnya sambil berpikir. 'Bagaimana aku bisa melenyapkan mereka semua? Melawan satu saja membuatku mati rasa' Imbuhnya dengan senyum masam.


"Tring! Sebenarnya ada keberadaan yang bisa melenyapkan mereka, Dan keberadaan itu ada di diri tuan."


Mendengar perkataan system membuat wajahnya berubah dengan semangat dan buru buru berkata di benaknya. 'Apa itu?'.


"Tring! Elemen Kegelapan."


Mendengar jawaban singkat jelas padat dari system membuatnya mengumpat marah. 'Kenapa kau tidak memberitahu dari tadi? Tidak perlu aku repot repot setengah mati seperti ini!'.


"Tring! System tidak ingin Tuan bergantung dengan system, Jadi tuan harus menyelidiki akar masalah agar tidak membuat kesalahan agar tidak jatuh ke dalam jurang akibat masalahnya sendiri."


Dirga terdiam mendengar ceramah system. Memang benar ia salah telah memasuki goa ini tanpa memprediksi adanya bahaya terlebih dahulu. Kini ia telah memahami apa kata system.


"Tring! Sama sama tuan."


Mendengar perkataan system,ia tersenyum kembali dan mengalihkan pandangannya ke Kerempeng yang menatapnya dengan aneh.


'Apa manusia ini gila?' Batin Kerempeng yang tadi diam sambil melihat ekspresi Dirga yang hanya datar,Dan sesekali dahinya berkerut lalu kembali lagi dengan datar.


Melihat Dirga yang menatapnya dengan tersenyum membuat dirinya seketika marah dan langsung melesat menuju manusia kecil ini berharap langsung menjadi kabut darah.


"Wushh!"


Ketika jaraknya hampir setengah meter dari Dirga, Dia menghentikan laju lesatannya dengan ekspresi yang berubah muram.


"Kamu! Apa yang kamu...Arghh!" Ucapnya berhenti di gantikan jeritan kesakitan akibat di lempar cahaya hitam pekat di bagian perutnya.


'Bamm'

__ADS_1


Dirga menendangnya untuk melihat ekspresi kesakitan makhluk yang membuat dirinya hampir kehilangan nyawanya.


"Kamu! Apa-...Arghh" Jeritnya sambil memegang dadanya yang terasa amat amat sakit. 'Ini?...Kenapa energiku menjadi sangat kacau?' Batinnya dan langsung tergeletak tak berdaya.


'Bukk!'


"Tring! Selamat tuan anda telah membunuh roh jahat level immortal tahap rendah. Koin system bertambah 100.000."


"Hm? Banyak juga nilainya" Gumamnya terkejut mendengar nilai kerempeng.


Kerena letak bertarungnya cukup jauh dari mereka, Jadi jeritan kerempeng tadi tidak ada yang mendengarnya. Dan kebetulan juga mereka sedang berkultivasi dengan membelakanginya termasuk Ken Thu dan si Bos.


Dirga yang melihat mereka masih fokus menyerap energi gelap, Membuat sudut mulutnya melengkung dan langsung berjalan mendekati mereka sambil menembakkan secara diam diam dengan elemen kegelapan seukuran bola voli.


'Ini? Kenapa energiku menjadi ka-' 'Slassh!'


'A-Apa yang terja-' 'Slassh!'


'Bagaimana mungkin?' 'Slassh!'


'Ini?' 'Slassh!'


Mereka semua tidak sempat untuk melihat apa yang terjadi. Jadi sebelum mereka berbicara, Dirga langsung menebaskan pedangnya yang ia selimuti dengan elemen kegelapannya.


Sedangkan si Bos dan Ken Thu, Mereka masih asyik menyerap energi kegelapan tanpa tahu, Jika bawahannya sudah tewas semua.


"Tring! Selamat tuan anda telah berhasil membunuh 4 roh jahat level immortal tahap menengah - akhir. Koin emas bertambah 2,5 Juta."


"Tring! Selamat tuan anda telah berhasil membunuh 27 roh jahat level Saints *1 - 9. Koin emas bertambah 170 Juta."


'Panen koin cuy!' Ucapnya di hati gembira.


Kini tertinggal dua yaitu si Bos dan si pria tua pucat Ken Thu. Dirga sengaja tak membunuhnya terlebih dahulu karena ia ingin bertanya siapa yang memelihara mereka di sini.


Meskipun begitu ia tetap hati hati dan secara diam diam menembakkan elemen kegelapan berukuran kecil, Yang ia lesatkan di bagian punggung mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2