Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 163


__ADS_3

 Wanita beranjak remaja itu tersenyum manis. Penampilan Fei Ha kini berubah drastis.


Sosoknya yang sebelumnya setengah hewan kini menjadi manusia wanita, Meskipun penampilannya seperti anak berusia 12 tahun an.


"Ya! Ini aku. Apa kamu terkejut melihat penampilan baruku?" Fei Ha berkata dengan senyum lembut.


Dirga melihat penampilan Fei Ha sejenak dan menanggapi. "Tapi, Mengapa penampilanmu seperti anak kecil?"


Aneh baginya karena sosok Fei Ha sebelumnya adalah wanita dewasa meskipun berbentuk setengah manusia.


Fei Ha tersenyum kecut mendengar perkataan Dirga barusan tadi.


 "Ras kami bisa berubah wujud menjadi manusia, Tapi harus membutuhkan energi Yang yang kuat! Oleh karena itu aku bisa merubah wujud menjadi manusia meskipun seperti anak kecil. Itu karena energi Yang mu yang sangat kuat!"


Jelas Fei Ha dengan pipi memerah ketika membayangkan adegannya tadi.


"Oh" Dirga hanya ber'oh ria saja menanggapi sambil menyerahkan jubah kecil ke Fei Ha karena penampilan Fei Ha masih dalam keadaan bugil.


Keduanya melihat sekelilingnya dengan raut wajah bingung.


Di sekelilingnya adalah hutan belantara yang di penuhi tumbuhan jumbo dan tinggi menjulang ke langit.


Semak - semak belukar penuh dengan duri duri tajam terlihat di sekeliling pohon pohon.


"Dimana ini?" Gumam Dirga lirih namun masih bisa di dengar oleh Fei Ha.


Fei Ha melirik wajah tampan Dirga dari samping dan memicingkan matanya.


"Kamu tidak tahu? Bukankah ini adalah duniamu?" Tanyanya bingung.


Dirga melirik Fei Ha sejenak dan menjawab. "Entahlah! Tapi aku tidak merasakan adanya aura kehidupan di sini. Juga, Aku baru melihat pohon sebesar ini!"


Sepanjang persepsinya hingga maksimal pun, Dirga tidak merasakan adanya aura kehidupan.


"Hm?" Gumam Fei Ha mengernyit dan melihat ke depan dengan alis mengernyit.


"Apa?" Tanya Dirga melihat ekspresi aneh Fei Ha.


Fei Ha tidak menjawab dan berkata serius. "Ikut aku!"


Wush!


Setelah itu sosoknya tiba - tiba menghilang membuat Dirga muram.


'Sangat cepat! Apa ini kecepatan ranah Saint?' Batinnya takjub melihat kecepatan Fei Ha.


Tak mau bertanya - tanya, Ia pun juga menghilang mengikuti jejak lesatan Fei Ha.


Sepuluh menit kemudian...


Dirga dan Fei Ha berdiri di depan gua yang di penuhi tumbuhan merambat.


"Aneh! Aku mendeteksi adanya aura samar di dalam goa ini!" Gumam Fei Ha mengernyit melihat depan.


"Kalau begitu..Ayo kita masuk dan melihatnya!" Ajak Dirga karena ia merasakan aura aneh meskipun lemah.


 "Tunggu! Jangan gegabah! Ki- " Belum sempat Fei Ha mencegahnya, Dirga menyelanya cepat. "Banyak omong!"


"Ah!"


Fei Ha menjerit kaget karena tubuh kecilnya di gendong oleh Dirga memasuki goa.


Di dalam.


 "Eh-..I-itu tumbuhan langka Suket Merah!" Seru Fei Ha kaget sambil menunjuk depan. "Kelor Panjang! Pete Air! Dan..dan itu eliksir serai naga!!" Imbuhnya lagi dengan mata terbelalak.

__ADS_1


 Di depannya terlihat banyak tumbuhan - tumbuhan tertanam yang penuh dengan energi alam. Beberapa ada yang tumbuh di dinding goa.


 Grrooaarr!


Tiba - tiba suara auman yang sangat mengerikan terdengar menggetarkan seisi ruangan goa.


Sepasang mata merah besar menyala dari balik gelap goa depan membuat pupil keduanya menyusut.


"Manusia! Berani - beraninya kau memasuki wilayahku!"


Suara geram nan di sertai aura tekanan yang mengerikan mengarah ke keduanya.


"Buruk! Dia adalah Naga!!" Seru Dirga kaget lalu menggendong tubuh Fei Ha yang masih terpana dan melesat ke atas menghancurkan goa.


Dhuarr!


Ledakan cukup kuat terjadi. Sosok Dirga menerobos keluar paksa ke langit.


Belum sempat menstabilkan tubuhnya, Sebuah bayangan yang cukup besar berkelebat di depannya.


Wushh!


Sesosok naga warna hitam berukuran raksasa muncul di depannya menatapnya dengan tatapan haus darah.


"Ribuan tahun lalu, Aku di kutuk oleh seorang manusia! Dan kini aku baru bertemu dengan manusia. Rasakan ini!!"


Naga itu berbicara menggema menggentarkan tempat.


"Bagaimana bisa ada Naga di dunia ini??" Ucap terkejut Dirga.


Ia tak bisa untuk tidak gentar karena ruang geraknya saat ini terkunci sedemikian rupa membuatnya tidak bisa mengeksekusi tehnik teleportasinya.


Naga hitam itu melambaikan ekornya ke arah depan.


Boom!


Hoekk!


Ia muntah darah dan masih dalam memeluk tubuh Fei Ha yang gemetar.


"Ka-kamu!? Apa kamu tidak apa apa?" Ucap cemas Fei Ha melepaskan pelukan Dirga.


Dirga tak menjawab. Tubuhnya kini terasa sakit yang amat sakit seolah tulangnya rusak.


Fei Ha yang melihat ini seketika menjadi marah. Ayra niat membunuh menyebar ke seluruh penjuru.


Matanya yang dingin mendongak melihat sebuah naga hitam besar yang juga menatapnya.


"Naga brengsek!! Bajingan...!!"


Raungnya marah dan tubuhnya berkedip dan muncul di depan hidung besar Naga hitam itu sambil melepaskan pukulannya.


Boom!


Suara bentrokan yang cukup besar terjadi. Terlihat Naga itu terdorong mundur sedikit.


Sedangkan sosok Fei Ha terpental jauh ke langit sambil menyemburkan darahnya berkali - kali.


Tatapan terkejut tidak bisa di sembunyikan oleh Naga hitam.


'Sial! Aku seorang naga bisa didorong mundur oleh gadis kecil?' Raungnya marah dalam hatinya.


Groarrr!


Naga hitam itu meraung marah dan melesat cepat mengejar Fei Ha yang berhasil menstabilkan diri.

__ADS_1


Fei Ha yang merasakan bahaya di dekatnya segera bereaksi.


"Auman Suci!"


Fei Ha berteriak kecil sambil membuka mulutnya seolah mengaum.


Grooaaarrrr!!


Auman yang tidak kalah dahsyat dengan Naga hitam terdengar cukup menakutkan.


Siluet harimau putih besar muncul dari belakang Fei Ha.


"Ras kuno Harimau Putih?? Ba-bagaimana mungkin!?" Ucap Naga hitam besar itu kaget melihat sosok asli Fei Ha.


Fei Ha tak memperdulikan keterkejutan Naga hitam itu.


Ia melambaikan tangannya ke depan dengan aura penuh niat membunuh.


"Serang dia!!" Teriaknya


Groarr!


Siluet harimau putih di belakangnya mengaum marah dan tubuhnya melesat ke depan dengan cepat.


Melihat ini. Naga hitam itu masih tetap dengan kesombongannya dan mencibir. "Kukira kau sangat kuat! Ternyata hanya semut belaka!"


Membuka mulut besarnya lebar - lebar dan sosoknya melesat ke depan.


Boom!


Boom!


Suara bentrokan antara naga dan harimau terdengar hebat.


Nampak juga siluet harimau putih itu langsung pecah menjadi serpihan cahaya.


Fei Ha yang melihat ini mendadak muram. "Mustahil! Itu tehnik terkuat ku!" Ucapnya tak percaya. "Uhuk- Uhuk..." Batuknya dan menyemburkan darah sekali lagi.


Ia menatap lemah naga hitam itu dengan marah.


"Cih! Hanya tehnik lemah belaka kau bilang terkuat!" Cibir naga hitam itu.


Boom!


Tiba - tiba kepalanya seperti di hantam baja yang keras menyebabkan tubuhnya terayun kebawah dengan cepat.


Boom!


Tubuhnya yang besar langsung tertanam di tanah hingga pohon pohon besar tumbang entah kemana.


"Bajingan! Siapa yang berani menyerangku secara diam - diam, Ha??" Raungnya marah.


Mendongak dan melihat sosok pemuda berambut perak dengan pedang perak berdiri di langit.


Mata Naga hitam itu melebar seakan melihat sesuatu yang mengerikan.


 "Ka-kau? Kau Kaisar Tianzhong itu!!" Ucapnya gentar.


"Kaisar kentut! Aku bukan kaisar yang kau sebut itu!!" Elak Dirga.


Karena sebenarnya ia juga bukan sosok yang di maksud oleh Naga hitam ini.


Kaisar Tianzhong? Mengapa ada nama asing baru baru ini?


Siapa sosok Kaisar Tianzhong ini? Mengapa ada ras berbeda kecuali manusia yang mengetahui nama ini?

__ADS_1


Banyak pertanyaan yang membuatnya pusing.


__ADS_2