Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 99


__ADS_3

Dirga dan kedua wanitanya keluar dari kamar. Ketika berada di lantai satu, Banyak tatapan aneh dari pengunjung.


"Apa kalian lapar? Jika iya lebih baik kalian makan dulu di sini" Ucap Dirga kepada dua wanitanya.


"Tidak!" Mereka berdua menjawab serempak sambil menggelengkan kepalanya.


Dirga juga tak mempermasalahkan. Ketika mereka sampai di depan resepsionis, Pihak lain menatapnya dengan alis menyatu dan kembali menenangkan.


'Apa mereka gagal melakukan nya? Atau menggunakan cara yang kedua?' Batinnya ketika melihat pihak lain baik baik saja.


Dia tidak tahu jika pengawas penginapan semuanya sudah di bunuh oleh Dirga.


Dirga yang melihat ekspresi gadis resepsionis hanya tersenyum tipis.


Mengembalikan token kamar nya, Dirga bergumam yang hanya bisa di dengar oleh gadis respsionis itu.


"Tidak sopan!...Temui aku di bukit timur Kota ini!"


Mendengar ini, Pihak lain segera merasakan firasat buruk tapi tak tahu apa. Melihat punggung ketiganya yang entah menghilang kemana, Ia tak mau memikirkannya.


Selang beberapa saat. Terlihat dua pria memasuki penginapan dengan aura membunuh nya.


Di belakangnya ada empat pengawal dengan tubuh kekar yang juga mengeluarkan aura Alam Bumi menengah.


"Siapa manajer di sini? Cepat keluar! Jangan sampai penginapan ini aku rusak!" Teriak salah satu nya dengan ganas.


Si gadis resepsionis yang melihat kekacauan itu segera menghampiri nya. "Maaf semuanya...Kenapa anda berdua kemari dan membuat kekacauan?" Ucapnya tenang namun raut wajah nya berubah.


"Sialan! Aku Patriak Keluarga Tenu! Putraku Sabri Tenu sudah seharian tidak pulang kerumah...Terakhir kali aku mendeteksi auranya berada di sini!" Ucap pria itu yang ternyata Patriak Keluarga Tenu.


Begitu mendengar nya, Raut wajah gadis resepsionis berubah. Belum sempat menjawab, Pria di samping menyauti.

__ADS_1


"Aku Patriak Keluarga Wadi! Terakhir kali aku juga mengetahui jika putraku berdua sedang main kesini bersama Tuan muda Sabri Tenu. Tapi sampai sekarang keduanya belum kembali! Aku harap pihak penginapan kalian memberi jawabannya!" Ucap Patriak Wadi.


Raut wajah gadis resepsionis benar benar berubah. Kini ia merasa firasat buruk sedang menimpanya.


Dengan membungkukkan badannya, Ia berkata mengejutkan. "Maaf Patriak Tenu dan Patriak Wadi! Perkenalkan saya adalah Manajer di sini. Memang benar saya mengetahui jika putra anda berdua menginap di sini, Tapi saya tidak melihat hari ini!"


Patriak Wadi mengerutkan kening nya. "Bagus! Sekarang di mana kedua putraku!? Penginapan kecil ini setidak nya tidak butuh waktu lama untuk menghancurkannya, Bukan?" Kata nya melirik sambil wajah gadis itu yang kini wajah nya benar benar pucat.


"Saudara Tenu! Sepertinya ada yang tidak beres dengan penginapan ini!" Bisik Patriak Wadi kepada Patriak Tenu.


Si manajer benar benar bingung kali ini. Tiba tiba seorang gadis pelayan mendekati nya dan berbisik.


Tiba tiba raut wajah nya berubah. "Apa yang kamu katakan benar?" Tanya nya menatap gadis itu yang hanya menganggukkan kepalanya.


Menghirup napas dalam nya. Ia berkata kepada kedua lelaki ini. "Tuan tuan! Kemarin putra anda berdua sepertinya sedang menikmati pelayanan seseorang! Sepertinya mereka bertiga kelelahan. Jika anda berdua tidak yakin, Saya akan menunjukkan kamar mereka!"


"Apa kamu yakin?" Ucap kedua nya serempak heran. Patriak Tenu menambahkan. "Kenapa aku tidak merasakan aura nya meskipun sedang kelelahan? Bukan kah itu sangat aneh?"


Sudah jelas jika buah tak jatuh dari pohonnya!


Jadi ketika mendengar perkataan manajer penginapan, Mereka berdya memahami perkataan nya tadi.


Gadis manajer itu benar benar bingung karena juga tidak mengetahuinya. Selain itu, Ia penasaran mengapa aura nya tiba tiba menghilang.


Menatap gadis pelayan yang tak jauh dari nya. Ia berkata. "Tunjukkan aku di mana kamar mereka!"


Gadis pelayan itu mengangguk hormat. "Baik!"


Beberapa saat kemudian, Manajer dan lainnya tiba di depan pintu kamar.


"Ini kamar mereka bertiga manajer!" Ucap gadis pelayan membungkukkan badannya dan pergi.

__ADS_1


Manajer mengangguk dan menatap kedua lelaki itu sejenak. Belum sempat berkata, Patriak Wadi menggenggam gagang pintu seraya berteriak.


"Hei! Kalian! Cepat keluar!"


Tidak ada jawaban dari dalam. Bahkan Patriak Wadi mengernyitkan dahi nya ketika tenaganya tidak bisa mendorong pintu kayu itu.


"A-Apa yang terjadi? Kenapa pintu ini tidak bisa buka?" Ucap Patriak Tenu ketika merasakan hal yang sama dengan Patriak Wadi.


Kembali menatap manajer yang bingung, Ia memarahinya. "Brengsek! Kenapa pintu nya tidak bisa di buka? Apa yang kau lakukan ha?!"


Gadis manajer itu ketakutan dan menjawab sedikit gugup. "Pa-Patriak! Kami tidak mengetahui kenapa pintu ini tidak bisa di buka"


"Apa katamu? Sialan! Kalau begitu, Coba kamu buka ini!" Sela Patriak Wadi dengan jejak kemarahan di ekspresi nya.


Gadis manajer itu langsung mencobanya sekuat tenaga dan kemudian matanya melebar tak percaya.


"I-Ini?!- Ucapnya ketika tidak bisa membuka nya, Padahal asli nya sangat ringan.


Wajah Patriak Tenu merah padam marah. "Sialan! Apa yang sedang kau rencanakan? Aku tak mau tahu kamu harus membukanya, Jika tidak..." Ucapan kesal nya berhenti dan menatap gadis manajer dari bawah ke atas dengan cabul membuat pihak lain merasa risih.


Dia baru menyadari jika gadis manajer ini sangat cantik dan memiliki lekuk tubuh yang menggoda. "Jika tidak, Tubuh mu akan menjadi santapanku. Bagaimana?" Imbuhnya seraya menjilat bibir bawah nya.


Tubuh gadis manajer itu merinding ketika di tatapi oleh sepasang mata cabul itu.


Tak mau meladeni dahulu, Ia mencoba sekuat tenaga untuk membuka pintu di depannya ini.


'Sial! Kenapa bisa pintu ini tidak bisa di buka?' Batinnya kesal.


Saking kesal nya, Ia menggunakan energi nya dan terdengar suara ledakan.


Pintu itu ternyata berhasil di buka dengan cara meledakkannya.

__ADS_1


__ADS_2