
Berbagai ucapan terlontar begitu saja. Namun yang berkomentar itu hanyalah anggota pihak musuh. Sedangkan anggota Sekte Pedang Langit Abadi hanya diam.
Namun diamnya bukan berarti benar benar diam. Pikirannya tersadar dan memutar otaknya agar tidak terkena serangan itu.
Namun serangan iblis merah kehitaman itu sangat cepat hingga para murid tidak mungkin bereaksi.
Booms!
Dhuarr!
Suara ledakan yang cukup besar bergema di sekitar itu. Tidak peduli apakah yang terkena adalah anggotanya atau pihak Sekte Dirga. Yang penting terkena!
Dari ledakan itu timbul asap yang tebal yang mengepul. Di sekitar asap terlihat potongan potongan tubuh entah siapa.
Namun ada beberapa murid Sekte Pedang Langit Abadi yang terkapar di antara mereka. Namun yang jelas masih hidup, Hanya saja terkena luka dalam.
Pria tua yang masih melayang di atas tertawa terbahak bahak. "Hahaha! Tidak kusangka ternyata kalian lemah! Orang - orang itu sangat bodoh sehingga meninggikan kalian! Tcih!"
Pria tua itu meludahkan menghina. Namun tiba tiba ada suara tua nan penuh cibiran. "Hm? Lemah? Aku rasa serangan mu itu yang sangat lemah!"
Suara itu berasal dari dalam kepulan asap. Reflek pria tua itu menatap bawah dengan dahi berkerut.
Asap nan debu itu perlahan lahan menghilang dan menampilkan visinya.
"Ba-Bagaimana mungkin? Itu tehnik tingkat tinggi yang tak tertandingi! Bagaimana kamu bisa melakukannya? Siapa kamu?" Pria itu mengoceh dengan mata melebar.
__ADS_1
Terlihat lelaki tua yang sedang mengangkat satu tangannya dan di atasnya juga ada perisai kuat yang terbuat dari energi.
"Tetua!" Para murid Sekte berseru kaget. Pria tua itu adalah Tetua Suwi yang dari tadi menghilang entah kemana.
Arya dan Kai yang berada jauh saling pandang satu sama lain dan tersenyum.
Mereka berdua mengalihkan pandangannya ke depan dan melihat ketiga pria dewasa itu yang menatap ke arah pemimpinnya dengan mata terbuka.
Memanfaatkan keterpanaan ketiga orang itu. Arya dan Kai mengangguk dan melesat dengan cepat.
"Jangan alihkan pandangmu jika bertarung!"
Suara Arya dan Kai bersamaan terdengar di belakang ketiga pria dewasa itu.
Tersadar dari keterpanaan nya. Mereka bertiga berbalik. Namun mata mereka terkejut ketika melihat cahaya dingin melintas di depannya dengan sangat cepat.
Namun sudah terlambat. Cahaya dingin itu sudah berlalu melewati tubuh ketiganya.
Slashh! 3×
Tubuh ketiganya seketika terpotong rapi seperti memotong tahu. Kai yang sudah lemah pun terjatuh kebawah.
Arya reflek menangkapnya dan menapak tanah dengan lembut. Dia mengeluarkan sebutir pil dan menyerahkannya. "Pulihkan dulu tubuhmu! Aku akan membantu para murid." Katanya.
Kai menerima nya dan berkata pelan. "Hati - hati!" Arya mengangguk dan menyahut sebelum melesat pergi. "Jangan khawatir..!"
__ADS_1
Di sisi lain. Pria tua itu terkejut melihat kedatangan lelaki tua nan sedikit keriput itu. Entah mengapa dia merasakan suatu firasat yang buruk.
Leluhur Suwi menghilangkan perisainya dan menatap atas dengan acuh. "Ck! Tidak pernah ku pikir jika Organisasi keji kalian sangat lemah! Hehe, Sudah lama aku tidak bermain main! Mungkin ini waktu yang tepat!" Ucapnya dengan sedikit terkekeh.
Lalu ia menoleh kebelakang seraya berkata. "Pergi dan bunuh musuh di sana..! Dan beberapa bantu untuk memulihkan anggota yang lainnya!"
Para murid Sekte yang mendengar mengangguk dan menjawab hormat. "Baik!"
Setelahnya para murid bergabung di pertempuran bersama Arya yang sedang membabi buta tanpa kasihan.
Leluhur Suwi tak peduli. Tubuhnya seketika menghilang dari pandangan pria tua itu.
"Dimana dia?" Ucapnya sedikit terpana ketika melihat tubuh tua itu menghilang.
Belum sempat bereaksi, Punggungnya terasa dingin dan tubuhnya meluncur entah kemana dengan sangat cepat.
"Akh...!!" Teriaknya diiringi dengan muntahan darah.
Namun leluhur Suwi tidak berhenti sedikitpun. Ia menghilang dan muncul di depan wajah pria tua itu dan langsung memukul perutnya yang terkesan tanpa tenaga.
Bang!
Sedetik, Lima menit. Lima belas menit pun berlalu. Terlihat di area sekitar terdapat genangan darah di mana mana.
Tangan, Kaki, Kepala, Usus, Apapun yang terdapat di tubuh terlihat berserakan. Para anggota Organisasi Serigala Hitam tidak ada yang selamat.
__ADS_1
Semuanya mati!