Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 80


__ADS_3

***


Keesokan paginya. Semua masyarakat Benua Timur benar benar di gemparkan tentang kehancuran Sekte Langit Surgawi yang statusnya cukup tinggi.


Meskipun begitu, Ada banyak orang yang sangat senang ketika mendengar berita tentang kehancuran Sekte itu, Apalagi bagi masyarakat rendah.


Mereka benar benar sangat bahagia. Bahkan beberapa penjual teh maupun pedagang kecil kecilan menjual barang jualannya dengan harga yang sangat rendah untuk memeriahkan pestanya tersendiri.


............


Di dalam ruangan yang tidak diketahui, Terlihat suasana di dalamnya nampak remang remang. Nampak juga ada empat orang yang sedang duduk dengan raut muka tak bersahabat.


Dua pria tua sedang duduk di depan dua lelaki muda yang terlihat cukup tampan.


Salah satu pria muda yang memiliki jubah perak berkata dengan muram. "Katakan! Kenapa prajurit kita bisa di hancurkan hanya dengan waktu singkat? Apa kalian tidak mengetahui siapa pelaku sebenarnya?"


Pemuda di sebelahnya juga menambahkan dengan wajah merah pedam. "Aku tidak mau tahu! Jika kalian tidak menyelidiki siapa pelakunya! Jangan harap kalian bisa memasuki istanaku selamanya..!"


Kedua proa itu benar benar ketakutan dan bersujud. Salah satu mereka berkata dengan gugup. "Pa-Pangeran Qin Rama! Maafkan ketidak tahuan saya! Saya berjanji akan menangkap pelaku kehancuran itu! Apapun yang terjadi!"


Pria di sebelah kanannya juga menimpali dengan ketakutan. "Be-Benar Pangeran Qin Arma! K-Kami akan menyelidiki semua ini dengan mengerahkan semua orang orang kami!"


Kedua pemuda yang ternyata adalah dalang sebenarnya mengangguk puas. Saling menatap sejenak dan Qin Rama bertanya. "Sisa berapa pasukan kita saat ini?"


Pria tua di kiri yang bernama Ketua Gheger segera menjawab dengan hormat. "Pangeran Pertama! Saat ini pasukan yang kita miliki sekitar sepuluh ribuan saja yang terdiri dari gabungan ketiga organisasi kami dan Sekte Seribu Pedang beserta Keluarga berkelas lainnya...!"


Pria tua kanan yang bernama Master Thu Wek menimpali juga. "Organisasi Serigala Hitam kami juga memiliki belasan ribu pasukan yang siap untuk tempur!"


Pangeran Qin Arma mengangguk dan melambaikan tangannya. "Hmm, Sekarang pergilah dulu! Latih semua murid untuk berjaga - jaga jika kita salah memprediksi lawan!"


Keduanya mengangguk dan memberikan hormat sekali lagi lalu pergi meninggalkan ruangan yang kini tersisa dua pangeran itu.

__ADS_1


Pangeran Qin Rama menatap depan dan bergumam. "Apa keadaan Kakak baik baik saja?"


Pangeran Qin Arma yang mendengar itu mendengus dingin tak senang. "Huh! Apa kamu mengira si Pangeran cacat itu masih hidup..?? Dia pasti sudah mati di makan monster - monster mengerikan Hutan Terlarang disana...!"


Kepala Pangeran Qin Rama mengangguk sedikit sebagai jawaban. Tapi entah mengapa hatinya merasa gelisah ketika memikirkan ini.


Pangeran Qin Arma menyadarkannya dengan berkata seringai. "Huh, Daripada kamu memikirkan si cacat itu lebih baik kita menikmati para gadis di dalam...! Hehe! Aku tidak sabar menikmati terobosanku kali ini! Hahaha...!"


Setelah itu, Mereka berdua bangkit berdiri dan berjalan ke pintu sudut dimana ada suatu ruangan untuk berkultivasi rahasia.


****


Saat ini, Mata Dirga sedikit bergetar lembut dan membuka matanya. Perlahan lahan kesadarannya kembali terlihat.


"Ugh!" Ringisnya dengan nada lemah serta tubuhnya terasa cukup berat.


Menoleh ke kiri dan kanan, Ia melihat kedua gadis kecilnya sedang tertidur di kedua lengan tangannya dengan posisi imut serta menghisap jempolnya.


Tersenyum hangat dan mengecup keduanya dengan pelan, Takut terbangun. Setelah itu, Ia duduk dengan perlahan lahan dengan merintih.


Lalu kemudian terdengar suara dering notifikasi sistem.


"Ding! Tubuh Semesta Tuan secara otomatis mengisi energi alam di sekitarnya!"


Setelahnya, Tubuh Dirga merasa hangat, Wajahnya yang tadi pucat kini terlihat kembali memerah normal. Bermeditasi sejenak dan membuka matanya kembali, Bertepatan dengan suara sistem lagi.


"Ding! Selamat kepada Tuan rumah karena berhasil menghancurkan Sekte yang berkultivasi iblis dan mendapatkan hadiah rahasia! Apakah Tuan rumah membukanya? Ya/Tidak?"


"Ya!" Tanpa ragu ragu lagi, Dirga menjawabnya.


"Ding! Selamat kepada tuan rumah telah mendapatkan esensi darah Naga Primordial!"

__ADS_1


Segera, Kejutan terlintas di matanya.


Esensi darah Naga Primordial? Dia merasa hadiah sistem kali ini tidak sesederhana kelihatannya!


Segera, Ia pun membuka panel deskripsi untuk melihat kehebatan darah Naga ini!


[Naga Primordial:Ras Naga tertinggi yang ada di seluruh Alam Semesta. Naga Primordial tidak hidup di alam manapun. Naga Primordial hidup di kekosongan Alam Semesta, Maka dari itu, Naga Primordial sendiri juga di sebut sebagai Dewa maupun Penguasa Alam Semesta yang tugasnya hanya menjaga tatanan seluruh Alam Semesta dari kehancuran.]


[Naga Primordial:Jika Tuan menelan darah Naga Primordial, Maka Tuan rumah akan menjadi Tuan dari Naga itu sendiri dan bisa bertransformasi menjadi Manusia Naga dan memiliki fisik sekeras sisik Naga!]


Setelah membaca seluruhan deskripsi sistem, Dirga tercengang dengan membuka mulutnya.


Dewa? Penguasa yang mengatur tatanan Alam Semesta? Jika dia menjadi Tuan dari Naga itu? Bukankah dia menjadi hebat layaknya Dewa?


Begitu memikirkan ini, Hatinya sangat gembira, Ia tidak menyangka jika hadiah sistemnya kali ini di luar imajinasinya.


Ketika ingin melihat bentuk darah itu, Sebuah suara lembut serta cemas terdengar di sampingnya. "Kamu sudah bangun? Bagaimana? Apa tubuhmu masih sakit?...A-Aku benar benar minta maaf tentang kata - kata bodohku sebelumnya!"


Dengan kepala menunduk serta memohon maaf membuat Dirga menghela napas. "Sudah ku katakan! Aku tidak pernah main main dengan ucapanku sendiri! Aku berani berkata seperti itu karena aku memiliki penilaian sendiri!" Kata Dirga dengan melirik Fanni yang juga menatapnya dengan sorot mata penyesalan.


"Ta-Tapi kan...Itu juga karena salahku juga! Jika aku mendengarkan perkataan anda! Mungkin Anda tidak sampai seperti itu!" Jawab Fanni teguh.


Dirga menggelengkan kepalanya. "Terserah! Yang penting jika aku berkata seperti itu, Kalian juga harus mengikutinya! Bagaimanapun akulah Master Sekte ini! Jika tidak mau mendengarkannya, Aku tak segan segan memberinya pelajaran..!" Ucap Dirga tegas penuh tekanan membuat tubuh Fanni bergetar.


Sebelum berkata lagi, Suara khas bangun tidur yang lucu terdengar. "Kak! Hoam..! Syukurlah jika kakak sudah siuman..! Nia mengkhawatirkan kakak dari malam..!"


"Hoaam..! Benar kak!...Tia mengkhawatirkan kakak! Tia takut jika terjadi apa apa dengan kakak!" Timpal Cintia sambil merentangkan kedua tangan mungilnya.


Ketika matanya tertuju ke arah Fanni, Tia melanjutkan omongannya sambil menunjuk Fanni. "Oh ya kak..! Kakak cantik itu dari malam juga merawatmu dengan hati hati! Hehe..! Kakak...! Sepertinya kekasih kakak nambah satu lagi..!"


Setelah berkata, Cintia membalikkan badan kecilnya dan merebahkan tubuhnya dengan mata terpejam, Begitupun juga Ania, Seolah olah tak peduli dengan kehadiran keduanya.

__ADS_1


Menyisakan Dirga yang menatap mata Fanni dengan aneh. Sedangkan Fanni, Ia mengalihkan pandangannya dengan pipi bersemu merah ketika mendengar perkataan Cintia yang memergoki dirinya.


Di hatinya, Ia memaki kesal. 'Dasar gadis nakal...!'


__ADS_2