
***
Setelah melakukan beberapa pembicaraan yang cukup lama, Dirga mengakhirinya dengan berkata. "Baik! Pembicaraan kali ini sudah selesai! Apa kalian mengerti??"
"Dimengerti Master...!!"
Mereka menjawab dengan serempak dan keluar untuk menjalankan tugas yang Dirga beri tadi. Tidak ada satupun dari mereka yang kini meragukan ucapannya!
Setelah semuanya selesai, Dirga kembali duduk di kursinya.
Dirga saat ini berada di ruangan sendiri. Ia sebelumnya memberi tahu Arya, Retania, Tetua Shane, Tetua Roto, dan ketiga bersaudara jika ada kemungkinan kalau sektenya sedang di incar.
Dirga juga mengetahui jika Tetua Roto adalah teman seperjuangan Tetua Shane waktu lampau, Meskipun agak bingung dengan identitasnya, Ia tak bertanya lebih lanjut.
Alangkah tidak baiknya jika bertanya mendesak dengan seorang orang tua yang lebih pantas ia sebut sebagai kakek.
Bahkan, Tetua Roto sendirilah yang berinisiatif untuk menjadi bagian dari dirinya. Dirga juga tak mempermasalahkan, Mungkin saja Tetua Roto memiliki informasi tentang kekacauan yang terjadi belakangan ini.
Tapi Dirga tak perlu khawatir karena ia memiliki rencananya sendiri untuk menangkap para keroco keroco yang mengintai sektenya dari tadi.
Dia tidak akan membiarkan seorangpun mengintainya, Bahkan seorang Raja sekalipun!
Ingin bermain main dengan dirinya? Tapi lihatlah dulu sosok yang di permainkan itu!
***
Di tempat lain
Kai, Tei, Zei sedang menjalankan tugas dari Dirga untuk pergi ke sudut sekte untuk menancapkan bendera kecil.
__ADS_1
Setelah waktu begitu lama, Ketiganya menghela napas panjang. "Hahh, Aku tidak menyangka jika menancapkan sebuah bendera kecil saja menguras banyak energi!" Keluh Zei dengan nafas terengah.
Tei mengangguk dengan wajah keringatan. "Aku tidak tahu kenapa Master menyuruh kita untuk menancapkan bendera ini!"
Kai yang sejak tadi diam hanya mendengarkan keluhan keduanya lantas berbicara. "Hei! Apa kalian ingin di beri hukuman oleh Master? Kenapa kalian suka mengeluh? Seharusnya kita bersyukur telah bertemu dengannya, Tidak hanya kultivasi kita yang meningkat pesat, Tapi kita juga di beri banyak koin emas untuk kebutuhan kita!"
Mereka berdua seketika bungkam, Karena perkataan Kai memang benar. Selama ini, Mereka hanya bekerja sebagai pencuri.
Meskipun di katakan pencuri, Ia tidak mencuri orang sembarangan. Mereka bertiga hanya mencuri harta seorang tuan muda maupun seseorang yang memiliki status tinggi!
Selain itu, Ia hanya menargetkan jika targetnya harus memiliki sifat yang sombong dan suka menindas para masyarakat lemah!
Dengan cara ini, Mereka bertiga bisa membalaskan dendam para masyarakat, Meskipun aksinya hanya mereka bertiga yang mengetahuinya!
"Sudahlah! Kita sudah benar benar tidak salah mengikuti seseorang! Orang yang bisa menghancurkan Sekte kelas atas seorang diri bukanlah seorang yang sembarangan!" Ucap Kai dengan nada tegas namun matanya menunjukkan kekaguman.
Tei dan Zei pun mengangguk mengamini perkataan Kai. Hanya Kai lah yang bisa berpikir dua kali untuk menyadari situasi!
Kai segera bertindak. "Mereka telah selesai..! Cepat! Aliri energi kalian ke bendara itu!"
Tei dan Zei pun langsung menuruti, Dan tak luput juga seorang Kai untuk membantunya.
Wushh!
Wushh!
Wushh!
Wushh!
__ADS_1
Seketika saja, Ribuan bintang bintang bercahaya emas langsung membentuk sebuah kubah setengah lingkaran yang sangat besar.
Itu adalah Formasi Bintang Kuno milik Dirga yang mengaktifkannya menggunakan bendera Formasi buatannya waktu lalu!
Luas Sekte Pedang Langit Abadi sangatlah luas. Gedung dan rumah berlantai nampak seprti permuhan berjejeran di area Gunung Kale.
*
Di kehampaan
Tiga pria berpakaian hitam nampak kesal dan memaki. "Sial! Bajingan! Formasi apa itu? Kenapa kita tidak dapat melihat semuanya...?"
Pria di sampingnya menimpali dengan kutukan. "Brengsek! Apa mereka mengetahui keberadaan kita semua? Bukankah dari tadi mereka beraktifitas seperti biasa?"
"Tidak mungkin! Mustahil...! Kita berada di tempat yang sangat jauh dari mereka!" Seru satunya dengan raut wajah tak percaya.
Salah satu mereka menyatukan kedua alisnya dan berkata menghina. "Cih! Lebih baik kita kembali melaporkan situasinya! Hanya sebuah sekte kecil menyewa kami! Benar benar membuang waktu saja!"
Ketika mereka bertiga membalikkan badan. Terdengar seruan dingin di atasnya. "Sudah mengintai kami lalu ingin pergi begitu saja? Naif!"
Sebelum mereka bertiga bereaksi. Sebuah bogeman tangan keras mengenai perut ketiganya dengan cepat.
Bang!
Bang!
Bang!
Tubuh ketiganya meluncur jauh dan bertepatan pula luncurannya mengarah ke Sekte yang mereka incar sebelumnya.
__ADS_1
Sebelum Dirga melesat kembali, Ia menoleh kebelakang sambil melengkungkan kedua sudut bibirnya ke atas dengan gumaman yang hanya ia sendiri yang mendengarnya. "Bodoh!"
Setelah itu, Ia pun menghilang dari pandangan yang di beri seringai oleh Dirga tadi membuat tubuh pihak asing itu bergetar ketakutan.