Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 24


__ADS_3

"Tring! Mengkonsumsi 110 juta koin system untuk peningkatan teknik Mata Surgawi ke level akhir."


"Tring! Selamat tuan telah berhasil meningkat kan level akhir. Membutuhkan 400 Juta koin system untuk ke level sempurna dan 950 juta ke tingkat lanjut!"


................


"Tring! Mengkonsumsi 90 juta koin system untuk peningkatan teknik Pernapasan Dewa ke level akhir."


"Tring! Selamat tuan telah berhasil meningkatkan ke level akhir. Membutuhkan 140 juta koin system unttuk ke level sempurna dan 510 juta ke tingkat lanjut!"


Segera kedua matanya mengalami kesemutan hebat dan langsung terasa seperti di tusuk oleh ribuan jarum berkali kali. Setelah beberapa saat di gantikan dengan pendengarannya yang meningkat tajam beberapa kilo meter.


"Huh huh huh." Napasnya tersenggal karena meningkatkan tekniknya secara bersamaan. Setelah beberapa saat akhirnya napasnya stabil dan berkata lagi. "System, Tingkatkan kultivasiku sampai pertapa bintang 4!"


"Tring! Mengkonsumsi 540 juta koin system untuk menerobos."


"Tring! Selamat tuan telah berhasil menerobos ranah Pertapa bintang 4. Koin system saat ini 232.740.000."


Seketika terjadi fluktuasi energi yang sangat besar di sekitarnya lalu masuk ke dalam tubuhnya. Setelah beberapa saat ia membuka matanya dan menghela napas keruh.


Dirga melihat statusnya lebih lama, Ketika mengklik teknik pedang penghancur langitnya, Segera muncul tulisan di depannya.


"Niat Pedang:Serangan energi yang berbentuk pedang dari teknik pedang penghancur langit. Niat Pedang memiliki daya serangan lima kali lipat dari teknik pedang sebelumnya. Membutuhkan koin system 200 juta untuk membukanya."


Melihat ini Dirga seketika bersemangat, Tapi ketika melihat koin system yang di butuhkan ia ingin sekali menangis.


"Tidak masalah, Koin system juga bisa di cari lagi." Ucapnya dan langsung mengklik tulisan (Buka).


Seketika saja, Ribuan energi yang berbentuk pedang dengan warna emas muncul di sekitarnya dan langsung masuk ke dalam tubuhnya beserta pengetahuan pengetahuan yang tak terhitung jumlahnya memasuki otaknya.


Setelah beberapa saat akhirnya ia membuka matanya dan senang. Dengan penasaran ia menjentikkan jarinya dan energi yang mengandung niat pedang muncul di depannya. Ia mengangguk puas dan berjalan kedepan.


"Apa sebenarnya yang ada di dalam? Apa mungkin yang makhluk sama, tapi jauh lebih kaut dari tadi?" Gumamnya sambil mengamati pintu cahaya emas di depannya dengan waspada serta hati hati.


Ketika tangannya mencoba untuk meraba cahaya itu, Tiba tiba tubuhnya tersedot masuk ke dalam membuat dirinya tersentak kaget.


"Wushh"


Seketika Dirga tercengang dengan apa yang di lihatnya. Di depannya tidak ada hutan maupun ruang seperti sebelum sebelumnya. Saat ini suasana seketika berubah, layaknya di sebuah surga dunia.

__ADS_1


Suasana gelap seperti sebelumnya di gantikan dengan suasana yang indah serta menenangkan. Langit biru yang cerah, Rumput rumput hijau yang bergoyang ria dan batu warna warni di sertai bunga bunga berbagai warna yang menimbulkan aroma berbeda.


Dirga melihat depan ada banyak sekali hewan hewan yang ia tak pernah jumpai sebelumnya. Beberapa kelinci putih melompat lompat girang, Burung burung berbagai warna beterbangan dengan kicauannya, Serta hewan hewan lainnya.


Tapi fokusnya bukan itu melainkan kolam besar di depannya. Di dasar kolam itu, Ada seorang wanita berkulit putih seputih giok yang lembut sedang memainkan air dengan tenang. Rambut hitam legam sepanjang punggung membuat pesonanya semakin indah di pandang.


"Ternyata ada seseorang yang mengintipku." Sebuah suara yang lembut serta menenangkan jiwa terdengar hingga membuyarkan pikiran Dirga.


Sebelum Dirga menjawab, Sebuah angin tajam berbentuk ratusan belati melesat ke arahnya.


'Sial! Dia bisa memodifikasi elemen angin ternyata!' Batinnya kaget serta kesal karena wanita itu asal serang saja.


"Wushh!, Wushh!, Wushh!, Wushh!, Wushh!"


Dirga menghindari serangan itu dengan mengsampingkan tubuhnya hingga angin berbentuk pedang itu tidak dapat mengenainya.


Wanita itu tak peduli, Ia melambaikan tangannya dan serangan yang sama melesat ke arah Dirga membuatnya mengutuk kesal.


'Sial! Ada apa dengan wanita ini?' Pikirnya melihat wanita itu yang hanya menatapnya dingin tapi tidak niatan untuk berhenti menyerangnya.


'Siapa sebenarnya bocah ini? Kenapa bisa masuk ke sini? Apa guru tertarik dengan pria gila?'' Batin wanita itu dengan ekspresi aneh.


"Wush! Wush! Wush! Wush! Wush!"


Lima siluet jari telunjuk berwarna emas muncul dan langsung melesat ke wanita itu.


"Buruk!" Ucapnya panik ketika melihat serangan pria dengan tubuh di penuhi debu.


'Booms, Booms, Booms, Booms, Booms'


Suara ledakan serangan Dirga terdengar menggelegar. Tapi untung Dirga hanya menyuntikkan 25% energinya jika ia menyerang dengan kekuatan penuh, Mungkin tubuh wanita ini menjadi kabut darah.


Dirga juga melihat jika ranah perempuan itu berada di Pertapa bintang enam, Dua tingkat di atasnya yang membuatnya terkejut.


'Siapa wanita ini? Kenapa bisa ada di sini?' Batinnya penasaran dengan identitasnya.


Sebelum Dirga bertanya, Ia mendengar wanita itu berkata yang membuatnya bingung. "Hei pria gila! Dari mana kamu bisa masuk kesini?"


"Pria gila??" Ulang Dirga bingung dan langsung berkata dengan kesal. "Bagaimana kamu menyebutku sebagai pria gila? Apa kamu tidak melihat tampannya diriku ini?"

__ADS_1


Wanita itu tertegun dan langsung berkata dengan dingin. "Percaya diri sekali dirimu! Lihat pakaian dan wajahmu yang berantakan!! Jika bukan gila terus apa lagi?...Bahkan dirimu lebih buruk dari orang gila."


Kini Dirga yang tertegun dan langsung menunduk, Dan benar saja, Pakaian yang sebelumnya berwarna putih, kini berubah menjadi coklat tanah dan bolong bolong.


"Nona cantik...Aku tidak tahu sebenarnya tempat ini, Tapi izinkan aku mandi dulu, Badanku sudah terasa gatal saat ini." Ucap Dirga mengalihkan pembicaraan malu ketika menyadari jika tubuhnya penuh debu.


"Mandi?" Ulang wanita itu dan berkata dengan wajah memerah. "Aku tidak peduli alasanmu! Kamu sudah melihatku telanjang dan kau harus mati saat ini juga!!" Melambaikan tangannya dan langsung melesat dengan pedang birunya yang tergenggam di tangannya.


"Pedang tingkat immortal tinggi??" Gumamnya kaget ketika melihat pedang yang di keluarkan wanita itu. Dirga juga tak mau kalah,Melihat wanita itu bersikeras untuk membunuhnya, Dirga mau tak mau harus mengahadapinya.


"Trangg!"


Pedang bertemu pedang menyebabkan percikan api di sertai benturan logam terdengar. Wanita yang tak di ketahui identitasnya ini mengernyitkan dahinya ketika melihat pedang perak di bubuhi karat yang di genggam Dirga.


Dia tidak tahu tingkatan pedang itu, Bahkan tidak mendeteksi adanya aura di.pedang itu. Tak mau memikirkannya ia kembali melesat.


"Wush!"


"Trang! Trang! Trang! Trang!"


"Booms, Booms, Booms, Booms"


"Dhuarr, Dhuarr, Dhuarr, Dhuarr"


Suara benturan logam terdengar beberapa kali di sertai suara ledakan ledakan energi pedang mereka berdua.


Mereka berdua saling menyerang satu sama lain, Terkadang wanita itu terpukul mundur oleh serangan pedang Dirga, Sedangkan Dirga hanya sesekali tubuhnya yang terpental ke belakang, itupun hanya sepuluh langkah tak lebih.


"Wush! Wush!"


"Trang! Trang! Trang!"


"Booms, Booms, Booms"


Suara yang sama terjadi di antara mereka. Entah sudah berapa lama mereka berdua saling menyerang satu sama lain.


"Booms, Brukk!"


Suara ledakan teredam beserta suara benda jatuh terdengar. Terlihat tubuh wanita itu jatuh sambil memuntahkan seteguk darahnya akibat pukulan fisik Dirga.

__ADS_1


__ADS_2