
Raja Qin dan lainnya menoleh ke arah pemuda itu. Mengernyit dan memang mereka yang di pihak Raja Qin tidak mengetahui siapa pemuda ini.
"Dia bernama Lian Xin. Putra ketiga dari Keluarga Xin Ibu Kota Kekaisaran!" Jenderal Tanbi berkata singkat tentang identitas pemuda itu.
"Eh- Maafkan saya Tuan muda Lian Xin, yang tidak tahu anda!" Raja Qin buru buru berkata dengan tatapan mohon maaf.
Dia tentu tahu siapa Keluarga Xin yang ada di benua tengah. Meskipun jaraknya sangat jauh, Informasi ini tentu ada orang tertentu yang ia beri tugas.
"Ck!" Decak Tuan muda Lian Xin tak peduli alasan Raja Qin itu dan kembali memejamkan matanya.
Melihat ini, Jenderal Tanbi ingin saja memukul kepala pemuda bernama Lian Xin ini. Ia tak berkata - kata melihat sikap tidak sopannya Lian Xin.
Padahal yang di hadapannya ini adalah Raja!
Beberapa menit mereka saling mengobrol dan mencairkan suasana agar lebih enak.
Selepasnya, Jenderal Tanbi dan orang di pihaknya berdiri lalu berkata serius. "Kami tak punya waktu banyak Yang Mulia Raja! Saya harus melaksanakan tugas ini dari Yang Mulia Kaisar!"
Raja Qin berdiri diikuti yang lain. "Jenderal, Bagaimana kalau saya mengutus orang kami untuk ikut anda agar tidak ada masalah nantinya!" Usul Raja Qin.
Jenderal Tanbi tampak berfikir sejenak lalu mengangguk. "Tidak masalah! Kami juga tidak keberatan dengan itu!"
Raja Qin senang mendengarnya karena jarang ada orang dari benua tengah datang ke wilayahnya. Apalagi sosok mereka ini memiliki pangkat yang tinggi di kekaisaran.
__ADS_1
Setelah itu, Raja Qin mengutus seorang pria dewasa yang memiliki tubuh tegap dan tidak berbeda dari penampilan Jenderal Tanbi yang tegas.
Dia bernama Rawil. Seorang Jenderal senior Kerajaan!
"Jenderal Rawil! Temani mereka semua dan jangan membuat mereka semua marah oleh ulahmu atau yang lainnya!" Perintah tegas Raja Qin.
Jenderal Rawil membungkuk hormat dan berkata tegas.
"Dimengerti Yang Mulia!"
Setelah itu, Mereka semua pun berangkat menunggangi Burung Peri dan melesat ke atas langit di bawah tatapan kagum para pasang mata.
Permaisuri Liana yang sejak tadi hanya diam tanpa bicara sekalipun, kini berbicara pada suaminya, Raja Qin Xuantian.
Raja Qin menoleh menatap istri cantiknya dan mengusap rambutnya dengan lembut.
"Sudahlah, Kamu terlalu banyak pikiran akhir - akhir ini. Mungkin itu penyebabnya yang membuatmu menjadi agak kosong dan selalu memikirkan hal yang tidak - tidak. Sekarang kamu beristirahatlah agar kamu bisa tenang." Ucap Raja Qin menghibur sosok istrinya.
Permaisuri Liana mengangguk patuh meskipun hatinya masih belum tenang.
Akhir - akhir ini dirinya bermimpi bertemu dengan sosok putranya yang badannya sangat aneh seperti asap tipis yang membentuk putranya.
Lalu tak lama itu, Sosok asap tipis berbentuk putranya itu berubah menjadi sosok seorang pemuda tampan berambut perak yang matanya terus menerus memandangnya dengan tatapan kebencian namun juga kekosongan.
__ADS_1
Dan dia tidak tahu siapa sosok pemuda tampan berambut perak itu!
"Semoga saja bukan apa - apa." Gumam Permaisuri Liana dalam hati.
•••
Pada saat ini, Tempat Sekte Pedang Langit Abadi kini sudah di bersihkan oleh para murid.
Meskipun ada beberapa murid yang masih terluka, Hanya menunggu hari saja mereka bisa sembuh total.
Adapun mayat mayat pihak musuh, Para mayat itu sudah Dirga hanguskan menjadi abu sampai darah - darah yang berada di tanah.
Saat ini, Dirga berdiri tenang di pinggiran danau. Di depannya ada sosok Tuan Jing yang berlutut dengan tubuh yang agak sedikit gemetar.
Sudah beberapa jam mereka berdua berada dalam posisi ini. Namun tidak ada satupun yang berbicara.
Tuan Jing juga tidak berani angkat suara sebelum tuannya berkata.
"Aku tak peduli alasanmu menyerang Sekte ku dan aku juga tak mau tahu! Tapi sekarang, Pergilah ke semua markas Organisasi Serigala Hitam dan obrak abrik tempat itu!"
"Dan juga, Kamu harus kembali ke hadapanku setelah selesai dengan apa yang aku perintahkan!"
"Oh, ya. Jangan sampai ada yang tersisa kecuali orang - orang yang menurutmu susah untuk kamu bunuh dan laporkan kepadaku setelah melihat situasi mereka!"
__ADS_1
"Mengerti??"