Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 81


__ADS_3

Sejenak, Suasana menjadi hening. Tanpa sadar, Dirga menatap Fanni dengan lama.


Dirga baru menyadari jika Fanni memiliki tampang yang cukup cantik. Wajahnya bulat dan rambut hitamnya di biarkan tergerai di punggung indah.


Matanya yang jernih itupun menjadi siapapun akan merasa tertarik dengannya bahkan tak luput seseorang menjadikan Fanni sebagai kekasih maupun istrinya.


Fanni yang di tatap Dirga begitu lama wajahnya memerah hingga ke telinga. Suasana seketika menjadi canggung.


Fanni berkata dengan pelan namun gugup. "A-Ada apa? Apakah ada yang salah??"


Dirga menggelengkan kepalanya. Jika di kehidupan sebelumnya bertemu dengan wanita cantik seperti ini, Dia pasti akan mengejarnya sampai dapat.


Tapi sekarang, Dia tidak lagi memperdulikan fisik maupun materi seseorang. Dia sangat yakin, Dengan wajahnya saja bisa menarik wanita - wanita ke sisinya.


Apalagi ia memiliki kekuatan hebat dari bantuan sistem, Seorang Penguasa-pun merasa tertarik dengannya.


Menggelengkan kepalanya sekali lagi. Dirinya tak terlalu peduli apa itu cinta! Cinta hanyalah hal bodoh bagi dirinya.


Di permukaan menunjukkan dirinya sangat mencintai dan menyayangi, Tapi di hatinya...?


Tidak mungkinkan di hatinya memiliki pemikiran yang tak terduga. Maka dari itu, Ia Tidak memikirkan masalah ini lebih lanjut.


Dirga berkata ringan. "Tidak apa apa! Dan terima kasih telah merawatku semalaman!"


Fanni menganggukkan kepalanya, Ia juga berkata menyesal. "Tidak! Aku yang seharusnya salah! Karena perkataan konyolku kemarin, Master terluka parah saat itu juga..D-Dan...


Fanni tak melanjutkan kepalanya dan menatap mata Dirga dengan perasaan campur aduk. Dia awalnya kesal dan berpikir jika Dirga hanya membual saja.

__ADS_1


Tapi ketika di buktikan, Ia hampir tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat waktu kejadian itu.


Seorang pemuda yang usianya bahkan terpaut di bawahnya tiga tahun bisa menghancurkan Sekte yang statusnya cukup terkenal di khalayak ramai.


Sekte yang juga terkenal membuat kerusuhan dan menjadi dirinya benci telah di ratakan oleh pemuda di hadapannya ini!


Ini prestasi yang membanggakan sekaligus pahlawan baginya!


Dirga yang menyadari tatapan kebencian sekilas Fanni membuatnya mengerutkan keningnya. "Ada apa? Lebih baik tidak perlu di ingatkan lagi! Aku adalah Mastermu dan harus membuat anggotanya percaya kepadaku!" Ujarnya acuh.


Fanni melirik wajah dingin Dirga dan berkata dengan malu. "Bu-Bukan itu masalahnya! Hanya saja...Hanya saja..A-Aku..." Fanni tak melanjutkan ucapannya membuat Dirga penasaran.


Dirga bertanya aneh. "Ada apa?"


Fanni tidak menjawab langsung, Wajahnya merah tidak tahu harus berkata seperti apa karena ini menyangkut dengan dirinya sendiri.


Fanni ragu ragu sejenak dan segera bangkit lalu duduk di sebelah Dirga dengan tubuh gemetar malu.


Dirga tak peduli dengan Fanni, Bahkan meliriknya pun tidak. Matanya tetap menatap dua gadis kecilnya yang mendengkur imut.


Fanni memandang Dirga yang tidak meliriknya sama sekali. Menggertakkan giginya ia menjawab dengan pelan. "Se-Sebanarnya aku pernah membuat janji dengan seseorang!"


Dirga yang mendengar perkataan Fanni yang membuat janji dengan seseorang merasa tertarik. Menoleh ke Fanni yang duduk di sebelahnya dan berkata. "Janji? Apa itu? Apa aku boleh tahu isi dari janji itu?"


Fanni yang di pandangi Wajah tampan Dirga menjadi lebih gugup, Apalagi jaraknya cukup dekat membuat pipinya memerah malu. "I-Ini juga menyangkut tentang Master..." Suaranya makin rendah ketika berucap.


Dirga menatap Fanni dengan satu alis terangkat. "Tentang diriku?!" Ulang Dirga dengan aneh dan diangguki oleh Fanni yang langsung mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Katakan! Jika menyangkut diriku tentang hal yang aneh, Aku tidak segan segan memberimu pelajaran!" Desak Dirga dengan dingin sambil menyeringaikan bibirnya.


Fanni yang mendengarkan perkataan dingin Dirga menjadi gugup menatap Dirga dan buru buru berkata. "Bu-Bukan aneh aneh! T-Tapi..." Dirga yang melihat Fanni tak melanjutkan kalimatnya membuatnya kesal.


Mendekatkan wajahnya ke wajah Fanni dengan dingin berkata. "Katakan..!"


Fanni ketakutan dan tubuhnya sedikit bergetar. Tanpa ragu ragu lagi, Dia pun berkata cepat. "Aku memiliki janji jika ada orang yang bisa menghancurkan Sekte Langit Surgawi aku akan menjadi istri maupun budaknya sekalipun!"


Seketika raut muka Dirga berubah. Dia tercengang dengan pernyataan Fanni yang benar benar di luar dugaannya.


Sejenak, Suasana mereka menjadi canggung. Dirga penasaran mengapa Fanni bersedia berjanji seperti itu dan melibatkan dirinya secara langsung.


Begitupun juga Fanni, Ia tak tau harus berkata seperti apa karena ia benar benar malu dengan ucapannya tadi.


Ingin sekali dia menceburkan tubuhnya di danau depan untuk menghilangkan perasaan malunya.


Untuk menghilangkan kecanggungannya, Dirga berdehem dan berkata ringan. "Hmmm, Bukankah itu hanya sebuah janji? Lebih baik tidak usah di permasalahkan!"


Fanni tersentak begitu mendengar perkataan enteng Dirga. Dia menggerutu kesal. "Huh! Meskipun itu hanya sebuah janji, Langit juga memberiku jawaban dengan sebuah petirnya...! Pada saat itu aku yakin sepenuhnya jika aku tidak salah membuat janji kepada langit!"


Dirga tertegun mendengar perkataan Fanni. Ia membatin. 'Bukankah itu hanya sebuah petir saja? Kenapa harus seserius ini?'


Dirga menjawab acuh memandang Fanni. "Bukankah itu hanya petir belaka? Mengapa kamu serius ini, Seolah olah kamu menyembah langit!"


Begitu perkataan Dirga terucap. Wajah Fanni berubah muram. Ia tak menyangka jika mendapatkan jawaban mengesalkan dari mulut Dirga.


Dirga ingin berkata lagi, Tapi tiba tiba suara sistem terdengar di benaknya membuatnya diam tanpa memerdulikan omelan Fanni.

__ADS_1


__ADS_2