Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 67


__ADS_3

Kedua gadis kecil itu langsung menghamburkan di pelukan Dirga. Dirga juga membalas pelukannya seraya mencubit pipi imut keduanya membuatnya terkekeh.


Ania menatap belakang dan berseru. "Wuahh! Ini indah sekali! Apa kakak yang membuat semua ini?" Cintia juga menganggukkan kepala kecilnya.


"Kakak yang membuatnya, Apa dua gadis kecil ini ingin pergi melihat lihat?" Dirga mengangguk dan bertanya.


Cintia menatap Dirga dengan dua mata besarnya yang lucu. "Sungai ini sangat jernih! Kakak! Apa Tia boleh mandi di sini?" Tanyanya, Serta Ania juga ikut menatapnya dengan mata besarnya yang berkedip kedip imut.


Dirga mengusap kepala kecil kedua gadisnya dengan lembut dan menganggukkan kepalanya. "Tentu saja boleh! Kalian berdua juga boleh ke kastil sana!" Ucapnya seraya menunjuk depan.


Cintia berseru gembira. "Hore! Kakak! Terima kasih!..Emuach!" Sambil mencium pipi Dirga dengan pipi bersemu merah dan langsung berlari ke arah danau. "Ahh...Segarnya"


Ania yang hanya diam membuat Dirga menatapanya sambil tersenyum. "Apa gadis kecil ini tidak mengikuti Tia?" Tanyanya dan di angguki dengan kepala kecil Ania lalu buru buru berkata "Tentu saja aku ingin mandi!".


Sambil menanggalkan pakaian kecilnya, Ania berkata ringan. "Kakak! Kakak Laniya tadi mencarimu! Aku melihat dia tadi menghancurkan beberapa rumah milik kakak. Aku rasa kakak Laniya sedang marah!" Dan langsung menceburkan tubuh kecilnya ke danau.


Senyum Dirga seketika menghilang begitu mendengar perkataan Ania. Ia tak tahu harus apa untuk menghadapi kemarahan gila Laniya.


Padahal tidak sepenuhnya salahnya. Ketika memikirkan tingkah laku gadis itu, Membuat kepalanya pusing. 'Ahh! Biarlah!' Batinnya seraya tersenyum kecut.


Melihat kedua gadis kecilnya yang nampak bahagia sedang main air. Senyum muncul di bibir Dirga.


Meskipun kedua gadis kecil Tia dan Nia menyebut itu sebagai sungai, Sebenarnya itu adalah sebuah danau luas. Meskipun di bilang danau, Kedalaman airnya hanya sebatas lututnya dan saat ini hanya mencapai perut kecil kedua gadis cilik.


"Kakak! Lihatlah ini..!" Suara Cintia terdengar di kirinya dan langsung tercengang ketika melihatnya. "Elemen air? Gadis kecil ini memiliki elemen air?" Serunya dengan mata melotot.


Cintia saat ini mengubah air di depannya menjadi pusaran kecil dan langsung melesat ke atas menghasilkan pancuran deras.

__ADS_1


"Kakak! Aku juga bisa..!" Suara Ania terdengar di kanannya dan matanya kembali melebar lagi. "Elemen air juga? Kedua gadis kecilku memiliki elemen yang sama..??" Serunya dengan terkejut.


Sedangkan Ania saat ini mengubah air menjadi beberapa pancuran air yang melengkung, Jadi terlihat seperti goa yang terbuat dari air.


Dirga mendongak menatap langit sambil tertawa gembira. "Hahaha...Ternyata kedua gadis cilikku memiliki elemen yang langka ini. Hebat! Benar benar hebat..!"


*


Lima hari kemudian. Para warga sudah melakukan tugasnya hampir sembilan puluh persen. Mereka semua juga mengetahui siapa Dirga.


Dirga tidak hanya membantu melakukan perbaikan, Tapi juga menyediakan bahan bahan makanan, Pakaian maupun benda benda yang layak di gunakan.


Pada saat ini, Semua orang berkumpul di depan danau. Dirga juga mengetahui dari orang orang jika tempat ini bernama Gunung Kale. Dari pembicaraan warga, Dirga juga mengetahui jika Gunung Kale ini sebelumnya di tempati oleh monster mengerikan.


Tapi, Dirga meyakinkan kepada mereka jika tidak ada satupun monster yang bisa memasuki tempat ini. Meskipun ragu, Mereka melihat sendiri jika tak ada satupun monster yang terlihat di sini membuat mereka bernafas lega.


Mereka semua juga mengetahui apa rencana Dirga. Meskipun mereka menampakkan ekspresi ragu, Tapi tidak ada yang menghentikannya.


Mereka juga memiliki harapan, Jika sekte yang dibangun Dirga atau sebutan baru mereka dengan Master Muda ini bisa menjadi sekte yang di hormati, Meskipun hanya kecil harapannya.


Mereka semua mengerti jika membangun sekte sangatlah rumit dan kemungkinan ada orang yang tidak menyetujuinya, Apalagi jika terdengar oleh sekte sekte kelas atas. Oleh karena itu, Kemungkinan besar sekte ini tidak bisa melangkah maju ke depan.


Dirga juga tak memperdulikannya. Biarlah apa kata orang nanti. Yang terpenting baginya ia menyelesaikan misi sistem dan mendapatkan hadiahnya.


Tidak hanya itu saja, Dirga juga ingin orang orang ini bisa bertambah kuat dengan latihannya nanti.


Pada saat ini, Dirga melayang ke atas dan memancarkan aura dominasi dari dalam tubuhnya. Semua orang menatap ke atas dengan pandangan rumit serta kagum.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya, Siapa yang ingin menjadi lebih kuat?"


Seketika suasana menjadi hening. Mereka semua tidak tahu mengapa Dirga mengatakan seperti itu. Saat ini, Salah satu pria dewasa maju dan berkata tegas. "Saya! Saya ingin menjadi kuat!"


Dirga menatap pria itu dan tersenyum tipis. "Apa alasanmu?"


Pria dewasa segera menjawab dengan gertakkan giginya. "Selama ini aku ditindas oleh orang orang yang memiliki status tinggi. Sudah cukup diriku menjadi lemah! Aku ingin menjadi kuat agar tidak ada yang berani menindasku lagi!"


Salah satu menimpali. "Benar! Kami ingin menjadi kuat agar tidak di tindas dan bisa melindungi keluargaku..!"


"Benar itu...!"


"Ya! Itu benar sekali! Kita juga memiliki harga diri agar tidak di hina..!"


"..."


Semua orang segera mengeluarkan unek uneknya masing masing. Dirga mengangkat tangannya ke atas menyuruh berhenti.


"Dengarkan aku!" Perkataannya pelan tapi mengandung nada tegas. "Aku ingin membangun sekte baru bukan karena apa. Aku hanya ingin kalian melangkah maju untuk menjadi kuat dan bisa melindungi orang orang yang pantas di lindungi. Kalian sendiri tahu jika dunia ini mengalami kekacauan dengan munculnya beberapa iblis. Oleh karena itu, Gunakanlah kesempatan ini untuk berlatih. Tapi kalian juga harus mengetahui, Jika ada seorang bagian sekte ini yang menindas orang yang tak bersalah, Aku tidak akan mengampuninya...!!"


Mereka semua mengangguk mantap dan segera mendengarkan ceramah Dirga yang panjang lebar. "Baiklah! Sekarang aku akan memulainya. Aku harap kalian tidak menghianatiku di kemudian hari!" Ucapnya mengakhiri tapi di sertai penuh tekanan membuat tubuh semua orang gemetar.


Dirga melayang di atas dan membuat Formasi Bintang Penyegelan Energi dan Formasi Penekanan serta Formasi Kedap Suara.


"Wushh!"


"Wushh!"

__ADS_1


__ADS_2