Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 120


__ADS_3

Setelah beberapa saat mengepakkan sayap Dewa nya. Dirga berhenti di ketinggian langit.


Matanya menatap bawah dengan tatapan tajam namun ekspresinya nampak tenang.


"Sungguh rencana yang merugikan!" Gumam Dirga dengan sedikit cibiran di mulutnya.


Melambaikan tangannya dan seketika muncul sepuluh cahaya pedang perak dengan aura yang misteriusnya.


"Pergi dan bunuh mereka!" Ucap Dirga acuh.


Seolah mengerti, Sepuluh cahaya pedang itu melesat kebawah dengan kecepatan cepat.


Di bawah, Ada sekitar dua belas manusia yang berjalan hati hati. Dua Alam Bumi tingkat tinggi dan sisanya hanya tingkat rendah.


Tak ada yang menyadari jika mereka telah berada di ujung hayatnya.


Saat ini, Satu persatu dari mereka menjerit kesakitan sambil memegangi dadanya.


"Argh!...Argh!...Argh!...Argh!"


Itulah suara jeritan kedua belas manusia itu. Tak berselang lama dada mereka berlubang dan tubuhnya ambruk ketanah.


Sesosok pria tampan berambut perak muncul di depan mereka dan merampas cincin serta senjata mereka.


"Senjata yang begitu buruk!" Keluh Dirga dengan gelengan kepala.


Namun begitu ia menyimpan semuanya lalu menghanguskan tubuh mereka lalu melesat pergi.


Karena di beberapa titik Hutan ini terdapat banyak aura yang terdeteksi oleh persepsi Dirga!


Semenit, Sepuluh menit, Dua puluh menit.


Ya! Hanya butuh waktu dua puluh menit Dirga sudah banyak membunuh kultivator jahat itu!


Entah berapa kultivator yang ia bunuh, Namun jumlahnya cukup banyak. Setidaknya lima ratus orang lebih!


Alasan mengapa di sebut kultivator jahat, Karena mereka memiliki aura iblis meskipun masih samar!


Pada saat ini, Dirga duduk di sebuah batu besar namun di atasnya nampak pipih.


Melihat panel statusnya yang ada sedikit perubahan, Ia hanya tersenyum tipis.


"Sistem, Tingkatkan kultivasiku sekarang juga!" Perintah Dirga memejamkan mata menunggu energi yang akan masuk ke dalam tubuhnya.


"Ding! Mengkonsumsi 530 Juta Koin sistem untuk meningkatkan kultivasi..."


"Ding! Selamat tuan telah berhasil menerobos tingkat ke tujuh Ranah Pertapa"


"Ding! Selamat tuan telah berhasil menerobos tingkat ke delapan Ranah Pertapa"


"Ding! Selamat tuan telah berhasil menerobos tingkat ke sembilan Ranah Pertapa"


Sebuah energi yang melimpah muncul di sekitar Dirga. Tak lama itu semuanya merasuki tubuhnya hingga habis tak tersisa.


Dirga sangat menikmati terobosan ini. Begitu nyaman dan tenang!


Membuka mata dan bergumam. "Setengah langkah menuju Half Immortal! Tak kusangka butuh waktu setahun lebih untuk meningkatkan kultivasiku ini!"


"Namun begitu, Aku harus berterima kasih kepadamu, Sistem..."


Dirga bersyukur memiliki sistem di tubuhnya. Entah apa yang terjadi jika ia tidak memiliki sistem ini.


Mungkin sudah lama dia tidak lagi melihat indahnya duniawi ini.


"Ding! Sama - sama tuan! Sudah kewajiban sistem untuk membuat tuan rumah menjadi lebih kuat!"


Sistem di benaknya menyahut pujian dari Dirga. Awalnya terkejut namun ia membalasnya dengan senyumannya.


Jika ada yang melihat Dirga tersenyum kali ini, Mungkin mereka terkejut setengah mati.


Karena apa yang mereka lihat dari ekspresi Dirga hanyalah keacuhan dan datar dari raut wajahnya!


"Hm? Aura iblis?" Dahi Dirga sedikit mengernyit dan wajahnya sedikit berubah.


"Empat iblis Alam Langit dan satunya Raja Langit! Namun kenapa ada satu energi iblis yang nampak kuat dari mereka?" Gumam Dirga sekali lagi sambil menatap kiri.


Tak mau memikirkannya karena juga penasaran, Dirga kembali berubah menjadi bayangan dan menghilang.

__ADS_1


••


Tak jauh dari tempat Dirga menerobos, Sekitar tiga kilo meter arah timur. Terdapat satu bangunan lusuh.


Bangunan itu seperti rumah biasa, Namun tampak banyak jaring laba laba di bangunan itu.


Bau amis darah serta tulang tulang dari kaum manusia terlihat berserakan di sekitarnya.


Di dalam bangunan itu, Lima iblis nampak sedang menatap depan dengan wajah tampak hormat.


Rupa mereka sangat mengerikan. Warna tubuhnya hitam kemerahan, Telinganya berbentuk aneh dan ada dua taring dari dalam mulutnya.


Aura yang keluar dari tubuhnya membuat siapapun di buat merinding karenanya.


Sangat mengerikan!


"Driji! Apa kamu sudah mendapatkan apa yang di suruh Tuan Xiler??" Salah satu iblis bertanya dengan suara yang terdengar mengerikan.


Iblis yang di panggil Driji segera berkata hormat. "Ketua! Saya sudah mendapatkan pemuda yang pernah di katakan oleh Tuan Xiler!"


Iblis yang di panggil Ketua oleh Driji pun menganggukkan kepalanya aneh. "Keluarkan dia dan segera kita buat ritual agar pelayan setia Tuan Xiler dapat kembali hidup!" Ucap Ketua tak ingin berlama lama.


Driji mengangguk hormat sekali lagi dan melambaikan tangannya kepada tiga temannya.


Wushh!


Segera, Muncul seorang pemuda berusia 17 tahunan di hadapan mereka.


Pemuda itu nampak pingsan dan tubuhnya diikat oleh rantai hitam yang terbuat dari energi iblis.


"Cepat bawa ke hadapan pelayan Tuan Xiler! Kita harus secepatnya melakukan ritual ini!" Ketua berkata terburu buru.


Segera, Driji dan tiga kawan iblisnya menuju ke tengah tengah ruangan bangunan lusuh dan terlihatlah ada satu sosok di sana.


Namun ada yang aneh dari sosok ini. Kedua tangan serta kakinya diikat oleh rantai berwarna emas yang mengeluarkan aura misterius.


Terlihat juga jika sosok itu menutup mata dan tidak ada tanda tanda kehidupan. Sudah jelas jika dia sudah mati!


Namun anehnya, Sosok itu masih mengeluarkan aura iblis nya meskipun sudah mati!


Driji dan kawan kawannya yang merasakan aura yang di keluarkan rantai itu pun hatinya tidak bisa untuk tak gentar. Bahkan ketua pun juga sama!


"Kami mengerti Ketua!" Keempatnya menjawab hormat dan ekspresi mereka berubah menghina.


"Cepat lakukan ritualnya!" Imbuh Ketua dengan nada membentak dan tanpa sengaja aura Raja Langit bintang empat keluar dari tubuhnya.


Driji dan ketiganya seketika pucat ketakutan. Mereka tak menjawab dan tanpa ragu mereka membawa manusia muda itu ke hadapan sosok itu.


Lantas, Kelima iblis itu menjaga posisi mereka dan segera duduk bersila.


Sebelum melakukan ritual, Mereka tampak mengeluarkan beberapa batu roh tingkat tinggi!


Kelimanya membuat gerakan sama dan keluar cahaya hitam dari atas kepala iblis kelimanya itu!


"Tehnik Terlarang — Pengorbanan Darah Kehidupan!"


Ke lima iblis itu berkata serempak dengan nada membentak!


Tak lama dari itu, Cahaya hitam di atas kepala mereka tampak bersinar semakin pekat nan menggumpal.


Cahaya hitam itu saling melengkapi satu sama lain dan terlihat lingkaran cahaya hitam dari atas.


Satu tarikan napas kemudian cahaya hitam itu segera membentuk untaian besar energi hitam dan menjulur ke arah tengah.


Dimana di tengah tengah mereka ada manusia muda yang masih bertekuk lutut itu.


Namun tiba - tiba...


Boom...!!!


Tiba tiba terdengar suara ledakan yang memekik membuat kelima iblis itu tersentak.


Bruakk! 5×


Tubuh kelima iblis itu terlempar jauh dan menabrak pohon besar membuat pohon pohon yang terkena seketika roboh.


"Huekk..!"

__ADS_1


Kelima iblis itu menyemburkan darah berwarna hitam pekat. Ekspresi pucat dari mereka tidak bisa di sembunyikan.


"Si-siapa yang mengganggu rencana Tuan Xiler??!" Ketua berkata dengan nada lemah namun marah.


Kelima iblis itu segera memandang arah tempat ritualnya tadi dan seketika tercengang.


Bangunan lusuh yang tadi terlihat kini sudah tak nampak. Entah kemana perginya bangunan itu!


Yang tersisa hanyalah tiga sosok di tengah tengah tempat mereka melakukan ritualnya.


Namun pandangan semua iblis hanyalah tertuju pada satu sosok yang tampak berdiri sambil menancapkan pedangnya.


Sosok itu sangat jelas jika dia adalah manusia. Pria tampan dan rambut peraknya berkibar indah!


"Ma-manusia! Siapa kamu?! Kamu biadab! Kamu telah mengganggu ritual kami!" Driji dan lainnya mengoceh sambil menunjuk sosok itu dengan marah.


Tapi yang di tunjuk hanya bersikap acuh tak acuh. Sosok itu berkata dingin. "Kalian para iblis tidak layak untuk hidup! Matilah kalian!"


Sosok itu melambaikan tangannya dan seketika muncul lima siluet pedang yang mengeluarkan aura luar biasa tak terlukiskan.


Wajah Ketua, Driji dan lainnya memucat melihat energi pedang itu.


Mereka merasa energi yang terkandung di dalamnya itu tak jauh mengerikan dari rantai yang mengikat pelayan Tuan Xiler.


"Tidak..! Manusia! Kalian benar benar bajingan!" Ketua dan lainnya merasakan kesakitan ketika energi pedang itu mencabik cabik seluruh tubuh mereka.


"M-manusia! Kamu telah membuat masalah dan kali ini Tuan Xiler tidak akan mengampun- Arghh...!" Ketua berkata sebelum dirinya benar benar jadi mayat.


Driji dan lainnya yang memang kultivasinya sangat rendah sudah hancur menjadi beberapa daging cincang.


Aroma daging itu sangat busuk, Bahkan Dirga yang jaraknya sekitar lima ratus meter-an bisa menghirup aromanya.


"Sial! Aroma iblis ini busuk sekali! Sudah mati saja masih mengganggu apalagi ketika hidup!" Dirga benar benar mengutuk bau tak sedap ini.


"Tapi, Siapa Tuan Xiler yang mereka katakan? Apa dia adalah sosok kuat ataukah seorang iblis yang memimpin mereka?" Dirga bergumam dengan kedua alis menyatu.


"Tapi biarlah! Sedikit demi sedikit pasti aku mengetahuinya!" Dirga melambaikan tangannya tak peduli.


Kembali membalikkan badannya dan mengamati sosok iblis yang nampak di rantai ini.


Sosok iblis ini sedikit berbeda dari Ketua dan lainnya. Jika tinggi iblis tadi sekitar 190 cm, Maka sosok iblis ini 260 cm!


Lebih tinggi dari mereka!


"Sistem, Analisa!" Dirga menyuruh sistem untuk menganalisa sosok iblis besar ini.


"Ding!


[Nama: Vijera ]


[Ras: Iblis hitam ]


[Umur: 1.020 tahun ]


[Kultivasi: Saints *5 (aslinya:Surgawi) ]


[Kemampuan: Ahli analisa formasi penyerangan, Mahir berbohong ]


"Apa ini? Ranah asli iblis ini sebenarnya adalah Ranah Surgawi?" Dirga terpana melihat analisa sistem.


Dia tak menyangka jika sosok iblis ini memiliki Ranah yang sangat di luar nalarnya.


Beruntung ada rantai emas yang melilit tubuhnya hingga kultivasi iblis ini sedikit demi sedikit menurun.


"Ah, Lebih baik bakar saja iblis ini agar tak merepotkan di masa depan!" Gumam Dirga dan menjentikkan jarinya.


"Ding! Tunggu dulu tuan!"


Suara sistem tiba - tiba bergema di benaknya membuat alis nya mengerut dan menghentikan aksinya.


"Apa?" Tanya Dirga kepada sistem tak tahu mengapa sistem tiba - tiba menyuruhnya berhenti.


"Ding! Lebih baik tuan menyerap sisa energi iblis itu dan rantai emas yang melilit tubuh iblis itu! Meskipun tak banyak tapi bisa membuat dantian tuan penuh akan energi."


"Menyerap? Apakah bisa?" Dirga bertanya penasaran karena sebenarnya tak tahu bagaimana cara menyerapnya.


Seolah tahu pemikiran tuannya, Suara sistem kembali bergema di benaknya.

__ADS_1


"Ding! Tuan tinggal bersila dan memfokuskan pikiran. Biarkan sistem yang mengurus semuanya!"


Dirga menganggukkan kepala patuh. "Oke! Kamu benar benar terbaik untukku, Sistem!" Puji Dirga dan segera melakukannya.


__ADS_2