
"Ding! Misi sistem di picu..!"
"Misi: Buat organisasi atau sekte dengan nama 'Pedang Langit Abadi' dan membuat nama sekte atau organisasi di takuti semua orang di daratan Benua Timur"
"Hadiah: Buku Teknik Kultivasi Penyerapan Energi Alam Semesta bonus dua juta koin sistem"
Melihat misi sistem, Dirga berpikir sejenak dan menganggukkan kepalanya. "Nama yang tidak buruk, Mungkin aku membangun sekte saja!" Gumamnya tegas seraya bangkit berdiri.
Meskipun Benua Timur mempunyai aturan jika ada seseorang yang ingin membangun sekte harus melapor ke pihak berwenang. Dia tak peduli dengan aturan itu.
Jika ada seseorang yang berniat menghancurkan rencananya, Ia tidak segan segan untuk memberi mereka pelajaran. Jika pihak istana Kerajaan Qin bertindak, Ia dengan senang hati meladeninya, Bahkan menyatakan perang pun ia tidak gentar sekalipun.
Mengepalkan tangannya erat erat, Dia tanpa sengaja mengeluarkan niat membunuhnya dan segera tersadar.
"Huuh! Sabar!..Mungkin tidak akan lama lagi aku bertemu dengan para bajingan itu!" Ucapnya seraya menatap utara yang jauh, Diamana ada bangunan perak yang menjulang tinggi.
Entah mengapa hatinya merasa sakit ketika memikirkan perilaku kedua orang tuanya yang seharusnya menyayanginya malah membuangnya begitu saja ketika tubuhnya terkena racun maupun kultivasinya menurun.
Menggelengkan kepalanya dengan ekspresi rumit lantas berkata datar. "Keluarlah! Jangan bersembunyi seperti itu!"
Begitu kata itu jatuh, Dari belakangnya muncul sosok wanita yang sangat cantik dari balik kehampaan. Wanita itu berjalan mendekati Dirga dengan gugup.
"Bukankah tidak sopan jika mengintip secara diam diam?" Kata Dirga tanpa membalikkan badannya dan tetap membelakangi wanita itu.
__ADS_1
Wanita itu tidak terkejut, Tadi malam ia sempat mengikuti Dirga dan Laniya dari belakang. Bahkan ketika Laniya mencium Dirga, Ia juga melihatnya. Hanya saja dirinya tidak bisa melihat wajah pria di depannya ini.
"A-a-aku...Aku minta maaf!" Ucapnya dengan nada tergagap serta kepala menunduk.
Dirga tak peduli dengan pernyataan maafnya, Ia berkata acuh. "Apa kamu sudah memikirkan jawabannya?"
Wanita itu kembali terdiam dengan kepala sedikit menunduk. Melihat diamnya wanita itu, Dirga berkata tanpa ekspresi. "Jika tidak ada, Aku akan pergi!" Sambil melangkahkan kakinya ke depan.
Wanita itu teriak menghentikan langkah Dirga. "Tunggu!" Dengan menggigit bibir bawahnya. Ia bertanya pelan. "J-jika aku berkata setuju, Apa keuntungan yang aku dapat?"
Dirga tersenyum tipis mendengarnya. "Tidak perlu memikirkan keuntungannya, Aku hanya ingin kamu bilang setuju atau tidak? Jika tidak aku pergi!"
Wanita itu buru buru berkata dengan cepat. "Tunggu!...A-aku menerimanya!"
Menganggukkan kepalanya. Dirga berkata. "Ketika masalah kota ini selesai, Aku akan menemuimu lagi dan Aku harap kamu tidak menghianatiku!" Seraya melemparkan kedua cincin penyimpanan ke depan wanita itu lalu pergi meninggalkan wanita itu yang terpana.
Wanita itu tertegun dalam waktu cukup lama. Bukan karena apa, Ketika melihat wajahnya tadi, Ia terkejut ketika melihat wajah pemuda itu sangat tampan.
Ini pertama kalinya ia melihat pemuda yang sangat tampan. Bahkan tuan muda - tuan muda kelas atas pun tidak setampan pemuda tadi.
Saat ini, Ia baru tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara tak asing di belakangnya. "Sebaiknya kita terima saja tawaran tuan muda Dirga Fanni, Aku tidak keberatan sama sekali jika kita bekerja dengannya!"
Wanita itu yang tak lain adalah Fanni membalikkan badannya. "Ayah!" Ucapnya seraya mendekati dan berkata lagi. "Apa maksud ayah kita keluar dari anggota Rumah Lelang Surgawi?"
__ADS_1
Yang di panggil ayah adalah Tetua Shane. Dia mengangguk dan menjawab. "Mau bagaimana lagi? Hanya ini yang bisa ayah lakukan, Apalagi ayah tidak memiliki banyak koin emas untuk memberikan kompensasi kepada ketua."
Fanni juga khawatir. Bagaimanapun, Jumlah korban anggota rumah lelang surgawu tidaklah sedikit. Apalagi barang barang berharga yang ada di dalamnya saat ini sudah hilang entah kemana.
Tidak hanya itu, Jika ayahnya tidak bisa mengganti rugi, Kemungkinan nyawa ayahnya tidak selamat dan target selanjutnya pasti dirinya.
Memikirkan ini, Raut wajah Fanni berubah sedih. Tetua Shane yang melihat putrinya hanya bisa menghela napas panjang tak tahu apa.
Tiba tiba matanya melirik dua cincin penyimpanan yang terdapat di telapak tangan Fanni. "Cincin penyimpanan siapa ini?"
Fanni menjulurkan tangannya kedeoan dan menjawab. "I-ini...Ini dari Tuan muda tadi!" Ia lupa nama pemuda tadi, Padahal ayahnya tadi menyebutkan namanya.
Terua Shane yang penasaran pun mengambil salah satunya dan membuka batas cincin penyimpanan. Begity melihat isinya, Wajahnya seketika berubah. Matanya melebar dan rahangnya terbuka lebar.
"I-i-i-ini?...I-ini- Ucapnya terbata bata dan tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Begitu juga dengan Fanni. Saat ini matanya melebar dengan mulut terbuka lebar ketika melihat isi cincin satunya.
"Satu miliar koin emas..!"
"Eliksir Daun Kelor Dewa..!"
Keduanya berseru serempak dengan perkataan yang berbeda.
__ADS_1