Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 125


__ADS_3

Mereka tidak bisa diam saja ketika melihat pemimpin mereka sedang di hina oleh pemuda etintas tak di ketahui ini.


Namun, Si pria dewasa itu mengangkat tangannya agar kesemuanya berhenti berbicara.


Melihat anggotanya diam, Dia menatap pemuda itu yang dari tadi ekspresinya hanya datar saja.


"Bocah! Jika kau bisa menyerangku dengan pedang ini hingga tiga kali serangan, Aku akan membiarkanmu pergi! Namun jika sebaliknya...Kamu pasti tahu bukan?!"


Pria dewasa itu berkata sambil melemparkan pedangnya ke arah pemuda berambut perak itu.


Dia berkata seperti ini hanya sebagai permainan untuk mengisi penatnya. Dia yakin jika pemuda itu tak bisa apa - apa meskipun berusaha semaksimal mungkin.


Karena pemuda itu tak memiliki aura kultivasi yang menunjukkan jika dia bukanlah seorang kultivator!


Pemuda itu yang tak lain adalah Dirga ini menatap pedang yang di lempar pria itu.


"Ternyata Pedang tingkat Bumi saja, Aku kira pedang hebat atau senjata apalah itu..." Dirga berkata mencibir.


Meskipun begitu ia mengambil pedang itu dan menatapnya sambil menggelengan kepala.


Raut wajah Pria dewasa itu berubah muram melihat kelakuan Dirga ia membentak marah. "Bocah! Jangan buang - buang waktuku! Cepat...!"


Ketika kedua kelompok mendengar ini. Tidak ada satupun yang melonggarkan jarak mereka.


Harusnya mereka menjauh sesegera mungkin ketika ada sebuah pertarungan. Yang terlihat hanyalah cibiran dan raut wajah mengejek.


Sedangkan Pria Alam Langit. Meskipun saat ini hanya diam, Namun raut wajahnya sama seperti mereka.

__ADS_1


Namun kemudian, Wajahnya tiba - tiba berubah tegang ketika pemuda itu menyentuh gagang pedang.


Pedang itu bersinar putih dengan aura yang mengandung tekanan yang luar biasa mengerikan.


"I-ini? Ap-apa yang terjadi? Bukankah dia sudah jelas tak memiliki kultivasi??" Pria Alam Langit segera menyadari jika ada yang salah.


Namun raut wajahnya menjadi jelek. Karena tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali karena aura pedang itu sangatlah menindasnya.


Pria dewasa tadi yang mengjina Dirga raut wajahnya berubah tercengang. "Bagaimana...Bagaimana bisa?"


Hanya itu kata yang bisa di lontarkan. Sedangkan untuk para anggotanya, Tidak usah di tanya, Mereka sama halnya dengan pria dewasa itu.


Dirga menatap wajah tegang semuanya dengan ekspresi acuhnya. "Sudah ku katakan, Kamu bukanlah lawanku!"


"Matilah!"


"Ti-tidak! Ja-jangan bunuh ak-


Slashh!


Sebelum perkataan pria dewasa itu selesai, Kepalanya terpotong rapi.


"Arggh...! T-tolong jangan bunuh sa-..."


"Ja-Jangan bunuh aku! Aku masih in-..."


"Arghh...!"

__ADS_1


Seketika terdengar suara jeritan melengking dari Sekte Seribu Pedang itu!


Pria Alam Langit yang melihat ini wajahnya di penuhi rasa ketakutan.


Dia tak menyangka jika pemuda ini memiliki kekuatan di luar nalarnya.


Namun tiba tiba, Ia tak sengaja menatap punggung pemuda itu yang ada lambang pedang yang ia sangat di kenalnya itu.


"Se-Sek-Sekte Pedang Langit Abadi...!" Serunya melebarkan mata terkejut setengah mati.


Dia tak menyangka jika pemuda itu tidak hanya mengerikan baginya, Namun berasal dari Sekte yang ia hina tadi.


Ketika menyadari jika aura pedang itu terasa melemah, Ia tak berpikir banyak dan langsung melarikan diri sejauh mungkin!


Dirga yang menyadari kepergian pria itu hanya meliriknya dingin.


"Ingin pergi? Itu tidak mungkin!!" Dirga berkata mencibir lalu menjentikkan jarinya.


Sebuah niat pedang muncul dan melesat ke arah kepergian pria itu.


Kemudian, Tatapannya menatap depan dengan acuh dan membakar tubuh mereka semuanya hingga habis tak tersisa.


Ia langsung pergi dari tempat ini dengan terbang rendah.


Namun tiba - tiba ia mendengar suara yang tidak asing sedang minta tolong.


"To-Tolong!!...Si-Siapapun itu tolong aku..."

__ADS_1


__ADS_2