
Ledakan terjadi cukup keras di wilayah Sekte Seribu Pedang. Semua bangunan apapun itu rata dengan tanah.
"Kita kembali!" Ucap singkat Jing Quasu kepada para lima pria Cong ini.
Wushh!
Wushh!
Wushh!
Baru selesai berkata, Mereka berenam di hampiri para murid lain yang dari tadi mengawasi dari jauh.
Jing Quasu tidak terkejut melihat seratus orang ini. Namun ia lebih terkejut melihat kultivasi semuanya yang cukup tinggi. Yaitu Alam Langit tingkat rendah-menengah.
Ia menjadi bertanya tanya mengapa tuannya memiliki bawahan yang jenius ini.
Menggelengkan kepala menyimpan pertanyaan itu di hat. Ia dan lainnya melesat pergi menghiasi langit sore ini.
•
Tidak jauh dari tempat Jing Quasu dan lainnya. Tiga sosok nampak sedang melayang di kehampaan menatap kepergian Jing Quasu dan yang lainnya dengan tatapan serius.
Satu wanita dan dua pria.
Ketiganya memakai pakaian berjubah putih berlambang macan putih juga di area dada kiri.
Namun ada yang aneh dengan penampilan mereka karena tiga sosok itu memiliki penampilan seperti manusia namun bukan.
"Sepertinya Sekte Pedang Langit Abadi akan menggemparkan daratan ini tak lama.lagi!" Salah satu pria berkata dengan mengernyit.
Dia bernama Gui Seyou, Tetua pertama dari Organisasi Macan Putih yang selama ini keberadaannya sulit di ketahui oleh pihak manapun. Bahkan Kerajaan Qin sekalipun.
Pria di sebelahnya mengangguk dan ekspresinya serius. "Hm, Melihat adegan tadi membuatku sangat terkejut! Menghancurkan sebuah Sekte dengan anggota seratus orang saja adalah hal yang mustahil bagi kita!" Ucapnya.
Dia bernama Sei Let. Tetua terhormat dari Organisasi Macan Putih.
Mendengar perkataan Sei Let. Gui Seyou dan wanita itu mengangguk menanggapi.
Bagaimanapun, Menghancurkan sebuah Sekte hanya dengan ratusan orang saja adalah hal yang di luar batas mereka.
"Hm, Sepertinya tidak masalah jika Organisasi kita bergabung dengannya! Dengan ini, Kita bisa menunjukkan diri ke dunia luar setelah ratusan tahun berlalu!" Ucap wanita itu yang bernama Wei Ju. Tetua agung dari Organisasi Macan Putih.
Gui Seyou dan Sei Let mengalihkan pandangannya ke arah Wei Ju yang baru saja berkata dengan tatapan serius.
"Tetua Agung Wei! Sepertinya perkataan anda ada benarnya juga! Kalau begitu, Bagaimana kita laporkan ke Ketua?" Ucap Gui Seyou dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Aku juga setuju! Kita sudah lihat sendiri bukan? Jika selama ini Sekte Pedang Langit berada di pihak kita!" Timpal Sei Let mengangguk.
Perkataan mereka memang benar. Sekte Pedang Langit Abadi dan Organisasinya bergerak di bidang yang sama dengan Organisasi Macan Putih.
Yaitu memberantas semua kejahatan di dunia!
Semua ini bukan karena apa. Organisasi Macan Putih atau Perak ini bukanlah makhluk layaknya manusia pada umumnya.
Jika di perhatikan lebih dalam. Gigi mereka seperti mempunyai taring meskipun tidak menonjol. Dan juga ada ekor lembut di pantat ketiganya yang melembut lembut.
Karena mereka berasal dari Ras hewan kuno. Yaitu Ras Harimau Putih!
"Hm, Sudah seratus tahun Ketua belum menampilkan batang hidungnya! Tapi aku masih sedikit ragu jika Ketua berhasil bertransformasi menjadi Ras Harimau Perak." Ucap Wei Ju sambil mengernyitkan dahi.
Gui Seyou dan Sei Let yang mendengar perkataan Wei Ju tersenyum masam.
Mereka tahu jika sikap Wei Ju kepada Ketua nya tidak akur karena Wei Ju adalah adik dari Ketua mereka. Namun, Keduanya tidak menampilkan adanya permusuhan di antara mereka.
Kelebihan Ras kuno seperti mereka ini adalah selalu memegang janji dan perkataannya yang masuk akal.
"Kita kembali dulu, Untuk Sekte Pedang Langit ini...Tunggu sampai tua bangka itu keluar dari pengasingannya! Jika sudah seperti itu, Semoga saja kita bisa menemukan Alam ras kita sendiri!" Ucap Wei Ju dengan sedikit tersenyum masam.
"Hm, Aku juga berharap seperti itu! Meskipun sedikit ragu!" Tambah Gui Seyou mengernyit. Namun ada jejak harapan di raut wajahnya ketika mendengar perkataan Wei Ju tadi.
•••
Satu bulan kemudian.
Satu bulan sudah berlalu. Ada banyak kejadian - kejadian yang membuat pihak - pihak tertentu merasa terancam akan kehadiran Sekte Pedang Langit Abadi ini.
Bagaimana tidak? Selama satu bulan itu, Banyak perguruan maupun Sekte kecil yang menyerang langsung Sekte Pedang Langit Abadi.
Seperti Perguruan Gagak Emas, Perguruan Merpati Langit, Sekte Ulo Dowo, Sekte Rajawali Perak dan masih banyak lainnya.
Namun ending penyerangan ini di luar nalar semua orang. Karena kesemuanya benar benar tanduk kepada Sekte Pedang Langit Abadi!
Anggota Sekte Pedang milik Dirga yang awalnya seribu lebih, Kini bertambah seratus ribu lebih, meskipun hanya ada beberapa pihak orang Sekte maupun Perguruan tertentu yang ia masukkan di Sektenya.
Dari Sekte maupun Perguruan lainnya. Dirga terkejut ketika mengetahui jika Sekte yang bernama Sekte Qianyang yang di ketuai oleh seorang perempuan cantik.
Namanya adalah Bai Lubai. Seorang wanita berparas cantik nan mempesona dengan bulu matanya yang lentik menggoda.
Namun semua itu, Bai Lubai ia sudah tundukan menjadi seorang Ketua Asosiasi Pedang Abadi.
Asosiasi Pedang Abadi ini bertempat di wilayah Sekte Seribu Pedang sebelumnya yang kini sudah di rebut eh Dirga.
__ADS_1
Di Asosiasi Pedang Abadi. Ada banyak sumber daya kultivasi dari yang rendah sampai ke yang tinggi. Dan dari berbagai kualitas juga.
Ini juga yang membuat daratan timur menjadi gempar karena ini!
Pada saat ini, Dirga sedang duduk di sebuah batu pipih nan besar. Selama sebulan ini, Entah berapa banyak monster maupun pihak tertentu yang ia habisi dan itu juga membuat peningkatan Koin Sistem nya.
"Sistem, Tingkatkan kultivasiku sekarang juga!" Perintah Dirga datar sambil bersila menunggu terobosannya.
"Ding! Mengkonsumsi Koin Sistem sebanyak 1Miliyar untuk menerobos!"
"Ding! Selamat kepada tuan rumah menerobos keranah Setengah Immortal Awal."
"Ding! Selamat kepada tuan rumah menerobos ke ranah Setengah Immortal menengah."
"Ding! Selamat kepada tuan rumah menerobos ke ranah Setengah Immortal Akhir."
Seketika itu juga, Muncul aliran energi alam yang tak terhitung jumlahnya muncul berpuluh puluh kilo meter dari tempatnya.
Wushh!
Energi alam yang begitu pekat dan kental langsung menerobos masuk ke tubuh Dirga seolah energi itu sedang mengincar tubuh Dirga.
Tiba - tiba dahi nya mengernyit ketika merasakan keanehan di tubuhnya. Lalu.
"Arhg...!"
Dirga menjerit kesakitan. Meskipun begitu, Ia tetap memfokuskan dirinya dalam berkultivasi.
Satu jam..Dua jam..hingga lima jam proses terobosannya pun belum juga berhasil.
Boom!
Boom!
Boom!
Tiba - tiba tidak ada angin dan tidak ada hujan, Tiga petir berwarna hitam keperakan sebesar lengan orang dewasa menyambar tepat di kepala Dirga.
Tubuh Dirga memancarkan cahaya keemasan sesaat dan energi alam sebanyak itu tersedot secara gila - gilaan masuk ke dalam tubuhnya.
Derak petir hitam keperakan juga sama masuk kedalam tubuhnya.
"Ding! Selamat tuan rumah berhasil menerobos dan berhasil menangkal tiga petir kesengsaraan surgawi!"
"Sebagai penghargaan. Tuan rumah di beri hadiah oleh sistem berupa Pagoda Langit Sembilan Lantai dan Elemen Petir tertinggi yaitu Petir Surgawi!"
__ADS_1