Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 122


__ADS_3

Namun yang di tatap malah meneteskan air liurnya menatap daging yang di panggang oleh Dirga.


Dirga membelah daging besar itu dan menyerahkannya ke Erga. Tanpa ragu ragu, Erga langsung menyantap daging itu dengan kasar.


"Pelan pelan saja." Dirga memperingati melihat ekspresi ganas kelaparan Erga ini dan menggelengkan kepalanya.


"Ahh...Ini daging yang sangat enak! Baru pertama kali aku merasakan daging yang lembut dan sangat enak seperti ini!" Erga bersendawa menghiraukan ucapan Dirga.


Haikk!


Dirga tak berkata kata. Mungkin orang ini sangat kelaparan! 'Pikirnya


Selang beberapa menit, Keduanya menghabiskan daging bakar tadi. Bahkan Erga tak henti hentinya memuji kehebatan memasak Dirga.


"Tuan! Masakan mu benar benar sangat lezat! Jika tuan membuka restoran aku yakin tuan mendapatkan penghasilan yang banyak dalam seminggu saja!" Erga memuji kehebatan memasak Dirga sambil mengacungkan dua jempolnya.

__ADS_1


"Aku tak tertarik dan jangan panggil aku tuan! Namaku Dirga! Panggil saja Dirga saja! Ngomong - ngomong...Ceritakan yang tadi!" Dirga melambaikan tangan dan mengalihkan pembicaraan.


"Cerita? Cerita apa? Tu... "Perkataan Erga terputus ketika menyadari jika Dirga tak ingin di panggil Tuan.


Menatap Dirga yang ternyata ia baru sadar jika Dirga juga pemuda sepertinya. Namun mengingat Dirga bisa menyerap energi iblis tadi membuatnya merinding ketakutan.


"Ah! Senior..Ya! Bagaimana jika aku panggil senior?" Erga menyatakan pernyataannya kepada Dirga dan di balas anggukan oleh Dirga.


"Terserah! Aku hanya butuh informasi tentang situasi Ibu Kota dan beberapa Keluarga besar lainnya yang ada di sana!" Dirga berkata acuh kepada Erga.


Erga menganggukkan kepalanya. Karena ia di selamatkan oleh Dirga, Maka ia dengan senang hati menceritakannya.


"Utara di pegang oleh Keluarga Xu dan ini adalah Keluarga terkuat di wilayah Ibu Kota dan terakhir adalah Wilayah Barat yang di pegang oleh Keluargaku, Keluarga Longgo."


"Hanya itu yang aku tahu senior...Kenapa senior tanya seperti ini? Bukankah semua orang tahu siapa Keluarga - Keluarga berkelas di Ibu Kota?" Erga bertanya bingung di akhir penjelasannya.

__ADS_1


"Tidak! Aku berasal dari desa yang jauh dan kebetulan baru pertama kali keluar dari pengasingan. Jadi aku tidak tahu tentang daratan ini." Dirga menggeleng dan berkata berbohong.


Ia hanya ingin tahu tentang Keluarga di Ibu Kota yang selama ini tidak ada satupun dalam ingatan pemilik tubuh.


"oh" Erga ber oh saja ketika mendengar perkataan Dirga.


Sejenak kedua pemuda itu saling diam satu sama lain. Entah apa yang di pikirnya.


Dirga yang tak ingin berlama lama di sini pun bangkit dan berkata. "Kamu sudah bebas sekarang dan aku masih ada urusan!"


Itu adalah kata halus untuk mengusir Erga. Dia tidak ingin berlama lama di sini.


Namun Erga sepertinya menyadari jika Dirga ingin pergi dari sini. Maka dari itu dia berlutut dan berkata memohon belas kasihan.


"Senior! Tolong jangan tinggalkan aku sendirian! Bawa aku pergi denganmu dan kalau bisa tolong ajari aku tehnik - tehnik hebat apapun itu!"

__ADS_1


Dahi Dirga mengernyit. Ia tahu kultivasi Erga berada di Alam Bumi bintang dua.


Dirga juga merasakan fluktuasi kemarahan di dalam diri Erga ini membuatnya mengernyit. "Jangan bilang kamu menginginkan tehnik hebat untuk melampiaskan amarahmu." Dirga berkata menatap Erga dengan serius.


__ADS_2