Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 33


__ADS_3

Menatap Naila yang perlahan lahan berdiri, Ia bertanya lagi. "Apa kedua organisasi itu sangat hebat?"


Naila yang mendengarnya begitu terkejut, Tapi ketika menatap Dirga, Tatapannya menjadi kosong kembali. "Ya, Kedua organisasi itu cukup hebat. Tapi ada satu organisasi yang bernama Serigala Hitam. Organisasi ini paling berbahaya dari semua kelompok maupun sekte sekte hitam. Tempat organisasi ini juga tidak di ketahui keberadaannya secara pasti. Tidak hanya itu saja, Organisasi ini tiba tiba muncul dan membuat kekacauan di tiga kota besar. Selain itu, Semua penduduk resah karena kemunculannya hanya untuk mencari gadis yang berusia delapan belas tahun kebawah dan anak anak kecil."


Berhenti sejenak, Ia melanjutkan. "Organisasi ini juga memimpin semua kelompok dan sekte sekte hitam. Aku sedikit curiga kalau ada beberapa sekte yang di kendalikan mereka, Karena setelah pertempuran kedua kubu waktu itu, Penduduk tiba tiba berkata jika ada beberapa orang hilang dan anak anak mereka juga.


Dirga mengerutkan keningnya lalu tersenyum samar lantas membatin. 'Cukup menarik!' Ia berkata lagi. "Lalu, Untuk apa kedua organisasi itu? Mengapa mereka hanya diam saja jika ada warga yang tiba tiba menghilang?"


"Nah, Sulit untuk mengetahui secara pasti. Tapi, pemimpin organisasi Naga langit dan phoenix langit sangat yakin jika hilangnya warga pasti rencana organisasi itu. Bisa dikatakan, Pertarungan kedua kubu itu hanyalah pengalihan agar anggota kami keluar dan pada saat itu, kelompok mereka menculik warga lalu melarikan diri."


Dirga mengangguk lirih. Dia juga berpikiran seperti itu. Ketika kedua kubu sedang bertarung, Saat itu juga ada seseorang yang bertindak secara cepat pada saat yang bersamaan.


"Kapan terakhir kalinya mereka kesini?" Tanyanya sekali lagi.


"Sekitar tiga mingguan yang lalu. Tapi aku tidak tahu kapan mereka akan kesini lagi, Maka dari itu, Aku dan beberapa anggota mengantisipasinya agar kejadian tadi tidak terulang kembali." Ujar Naila patuh.


Dirga bertanya lagi. "Apa kamu mengenal siapa pemimpin organisasi naga dan phoenix itu?"


Naila mengangguk. "Aku tahu, Dia bernama paman Giman dan paman Gheger yang berasal dari keluarga Deska dan juga kedua adik dari ayahku."


Dirga sedikit tertegun begitu mendengarnya. Jika di pikir. Bukankah kedua pemimpin itu adik dari ayah Naila ini, Sungguh tidak menyangka jika keluarga mereka memiliki kehebatan yang luar biasa.


"Menurutmu, Diantara ketiga organisasi tadi, Siapa yang paling terkuat dan berada di ranah apa kekuatan mereka?" Tanya Dirga kembali mengorek info.


"Menurutku yang paling terkuat itu organisasi naga langit, Tapi mereka tidak pernah saling memusuhi satu sama lain, Karena itu adalah permintaan dari kakekku. Adapun kekuatan mereka, Setahuku paman Giman berada di ranah Raja langit tingkat lima dan paman Gheger tingkat tiga, Hanya ayahku yang berada di tingkat pertama." Ujar Naila menjelaskannya.


Dirga mengangguk, Jika dengan kekuatannya saat ini, Dia bisa menghancurkan organisasi itu hanya membutuhkan waktu satu malam. Tapi karena dari penjelasan Naila bahwa ketiga organisasi itu memiliki niat baik, Jadi ia membiarkannya.


"Terus, Apa yang dilakukan oleh sekte sekte lainnya jika kedua sekte terus bermusuhan?" Dirga penasaran dengan sekte sekte lainnya, Apakah mereka tidak menghentikannya atau malah diam?.


"Sekte sekte lainnya juga tidak bisa berbuat apa apa karena mereka hanyalah sekte kecil dan sangat mudah di tekan oleh dua keberadaan itu. Apalagi status kedua sekte itu cukup tinggi dan berada di tingkat kedua dan ketiga. Sedangkan sekte tingkat satu yang bernama Sekte Giok Abadi tidak melakukan apa pun, Tapi sebenarnya mereka sedang melakukannya, Hanya saja dengan senyap dan tidak di ketahui." Jawabnya.


"Senyap?" Ulang Dirga penasaran.


"Ya, Mereka tidak ingin berhubungan dengan dunia luar dan hanya mengikuti perintah dari kerajaan. Ciri ciri jika mereka melakukan misi adalah adanya bendera kecil bertulis nama sekte giok abadi yang di tancapkan di tubuh korban agar seseorang mengetahuinya." Jawab Naila yang kini dahinya mengeluarkan keringat.


"Dunia yang kacau." Gumam pelan Dirga seraya menghela napas dan langsung melepas teknik mata hipnotisnya.

__ADS_1


Naila kini kembali linglung sebentar dan perlahan sadar kembali. "Apa yang terjadi?" Gumamnya lirih sambil menatap Dirga.


Dirga hanya tersenyum tipis tidak mengatakan apapun. "Telanlah!" Ucapnya sembari mengeluarkan pil yang sama seperti sebelumnya.


Naila mengangguk seperti kucing yang patuh dan menelannya. Setelah beberapa saat ia sadar total tapi masih bingung dengannya tadi.


Dirga yang melihat kebingungan Naila segera berkata. "Tidak apa apa, kamu hany-


Boom~!


Boom~!


Boom~!


Belum juga menyelesaikan kata katanya. Tiba tiba terdengar ledakan tiga kali berturut turut dari luar. Wajah Dirga tetap tenang dan menatap tajam ke luar sambil mengaktifkan mata surgawinya.


Terlihat ada tiga orang pria dewasa yang sedang melayang di depan gedung penginapan sambil tertawa liar.


'Hehe, Koin system!' Batinnya sambil menyeringai.


Dirga melambaikan tangan dan membuka dunia cerminnya. "Kalian masuklah dan temui gadis tadi, Aku akan mengurusnya!" Ucapnya.


Laniya dan Tia kebingungan melihat pusaran lubang hitam yang ada di depannya. "Apa ini?" Tanya Tia dan Laniya bersamaan membuat keduanya terkekeh pelan.


"Kalian akan mengetahuinya jika kalian masuk." Jawab Dirga sambil mengelus rambut Tia yang membuat si empunya bersenandung lirih.


Tangan kakak sangat halus!


Laniya mengangguk dan percaya dengan pria tampan yang selama ini bersamanya.


Laniya pun masuk bersama dengan Tia di pelukannya.


Setelah mereka menghilang, Ekspresinya tetap datar sambil menatap tiga orang yang ada di luar.


Mencengkram bahu Naila yang berwajah muram lalu menghilang dari tempatnya.


"Hahaha, Saudara Jing! Apa kau yakin jika gadis kecil itu ada di sini?" Tanya seorang pria paling kanan yang memiliki janggut hitam sepanjang dada dan memiliki wajah penuh sayatan.

__ADS_1


"Saudara Sein! Aku sangat yakin jika dia ada di sini? Tapi mengapa aku tidak merasakan auranya sama sekali?" Orang yang di panggil Jing menjawab sambil mengerutkan kening.


Sedangkan pria sedikit tua yang paling kiri hanya diam sambil mengerutkan keningnya menatap gedung tiga lantai di depannya.


"Saudara Tuang, Ada apa denganmu? Kenapa kamu hanya diam saja?" Tanya Sien pria paling kanan.


Wush!!...Wushh!...Wushh!...Wushh!...Wush!


Sebelum menjawab, Mereka bertiga di datangi oleh lima orang berpakaian serba hitam.


Tanpa peringatan, Lima orang yang berpakaian serba hitam itu langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat ke tiga orang itu.


"Cih! Hanya Alam Bumi tingkat menengah ingin melawan Alam Langit sepertiku, Kalian tidak layak!" Teriak pria Jing sambil mengeluarkan serangan bola energi.


Boom! Boom! Boom!..


"Akh..!"


"Akh...!"


"Akh...!"


Sebelum orang berpakaian hitam itu sampai. Tubuhnya di luncurkan oleh pria Jiang membuatnya jatuh ketanah sambil mengeluarkan seteguk darahnya.


"Katakan! Dimana bagingan kecil itu? Jika kalian tidak memberitahuku, Aku akan membunuhmu!" Ancam pria Sein sambil mengeluarkan aura penindasan tahap Alam Langit.


Sangat kuat! Pikir mereka berlima dengan tubuh gemetar sambil menahan napas.


Sedangkan di sisi lain. Naila yang bersama Dirga wajahnya seketika pucat begitu mendengar perkataan pria Sein.


Dirga melihat jauh di depan dan berkata kepada Naila. "Nona Naila, Apa kamu mengenal mereka bertiga?"


Naila menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan gugup. "A-ak-aku...Aku tidak mengenal mereka!"


Dirga mengerutkan keningnya dan menatap ketiga pria itu.


"Kenapa kalian hanya diam saja? Dimana nona kalian ha?" Bentak pria Jing marah sambil menatap bawah.

__ADS_1


__ADS_2