
Dirga yang masih sadar melambaikan tangannya dan seketika energi mental sejati menyelimuti tubuh para pasukannya.
Tak hanya itu, Muncul pusaran lubang hitam di bawah kaki Dirga.
"Masuk kedalam! Cepat!" Ucap Dirga dingin kepada pasukannya.
Pasukan Sekte Pedang Langit Abadi tersentak ketika melihat Dirga yang seperti kerasukan Dewa Iblis. Namun saat ini mereka benar benar terkejut karena tubuhnya bisa di gerakkan dengan bebas.
Tak mau membuat Master mereka marah lebih lanjut, Mereka pun melesat masuk dan tak lupa membawa tubuh lemah Leluhur Sido.
Tak lupa juga, Ia membuat pusaran hitam itu ke arah dua pasukannya yang menyebar dan menyuruh Tei dan Zei masuk bersama pasukannya.
Meskipun tidak tau mengapa, Mereka telah menyaksikan dari jauh ketika terlihat siluet pedang raksasa yang tampak menakutkan itu.
Mereka tahu siapa yang menggunakan Tehnik hebat seperti itu. Tak mau berlama lama, Semua yang di perintah, masuk kedalam lubang hitam itu.
Menghela napas lega, Dirga mengalihkan pandangannya kebawah dengan datar. Saat ini jumlah pasukan musuh terdapat seribu lebih.
Ia menjentikkan jarinya ke depan tanpa ada yang menyadari, Tapi ada benda yang tiba tiba menghilang tanpa ada yang menyadarinya sama sekali.
"Rasakan ini bajingan...!!"
Membuat gerakan menebas kebawah, Siluet pedang raksasa itu seketika menebas ke bawah dengan gerakan dua kali lipat dari sebelumnya.
"J-jangan...Jangan bunuh aku...!"
"Ahk..! Bedebah! Ini sangat menyakitkan...!"
"Arhhg...!!"
__ADS_1
Semua anggota Organisasi itupun berteriak penuh kesakitan padahal siluet pedang raksasa belum ada yang menyentuh tubuh mereka.
Booommmsss!
Dhhuuaaarrr...!"
Suara ledakan yang sangat besar langsung menggema di sekitar itu. Hutan yang awalnya di penuhi pohon pohon maupun semak belukar, Kini berubah.
Sapuan energi itu meluas hingga rasio sepuluh kilo meter lebih. Semua yang di libasnya akan rata tak peduli itu monster,tumbuhan maupun hewan hewan kecil.
Bahkan Kota Mutian yang berada belasan kilometer dari tempat ini merasa angin dingin yang menerpa kulit.
Dirga melihat kebawah dimana saat ini di bawahnya hanya terlihat kawah yang sangat besar dan mengerikan.
Adapun mension itu, Kini gedung itu sudah menghilang seolah di telan bumi.
"Ding! Selamat kepada Tuan rumah telah berhasil membunuh 1.528 kultivator iblis Alam Langit. Koin system bertambah 850 Juta..."
Dirga yang mendengar dering notifikasi sistem tersenyum tipis, Lalu ia melihat bawah dengan dingin. Namun saat ini tubuhnya terasa lemah.
Bagaimanapun, Tehnik yang ia keluarkan tadi sangatlah menguras energi.
"Hhh, Ternyata seperti ini Tehnik Pedangku yang hebat!" Dirga memuji tehniknya dan dirinya sendiri sambil menyunggingkan senyum.
Mengeluarkan bendera, Ia menancapkan ke tengah tengah kawah itu dengan cepat.
Perlahan kesadarannya pun meredup. Namun ia berhasil membuka gerbang Dunia Cerminnya dan seketika muncul tiga sosok menangkap tubuh lemah Dirga.
"Sayang, Apa yang terjadi denganmu? Mengapa tubuhmu di penuhi darah seperti ini?" Ucap suara lembut itu namun nadanya terdengar khawatir.
__ADS_1
"Vitalitas nya saat ini sangat lemah! Apa yang terjadi?" Timpal suara lembut kedua itu dengan nada cemas.
"Dia sudah kehabisan energi dan hanya lelah saja. Lebih baik kita bawa kedalam dan kita obati dia!" Suara itu terdengar seperti suara gadis. Dia adalah Xenia Xu.
Laniya, Fanni dan Xenia Xu yang melihat keadaan Dirga ini membuatnya cemas. Namun ketiganya dengan cepat tersadar dan menggotong tubuh lemas Dirga masuk ke dunia Cermin.
Wushh! 3×
......................
Selang beberapa saat kemudian, Tiba tiba muncul empat sosok pria. Dari raut wajah semuanya terlihat ngeri dan ketakutan.
"Kekuatan apa yang bisa membuat tempat ini bubar dari pandangan!" Ucap salah satu dari mereka dengan mata ngeri.
"Hm, Aku juga tahu di sini ada markas kelompok yang tidak aku ketahui. Namun saat ini?...." Timpal satunya terputus.
Pria di sampingnya menangkap benda di bawah dan menunjuk itu serta berkata tergagap. "Li-li-li-lih...."
Plak!
Kepala bagian belakang di geplak dan ucapannya di sela oleh pria paruh baya di sampingnya dengan cepat. "La-li...La-li, Ngomong yang benar itu mulut!"
"Lihat di bawah sana!" Teriaknya kembali dengan cepat.
Sontak, Para mata itu melihat ke bawah dengan raut wajah terkejut.
Mereka berseru dengan serempak.
"Itu bendera Sekte Pedang Langit Abadi....!"
__ADS_1