Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 48


__ADS_3

Dirga memikirkan ucapan tetua Shane tadi. Kemudian ia membatin. 'Tagasa? Agasta? Bukankah hanya di balik saja nama ini? Sial! Dari mana orang ini berasal?'


Melirik sekali lagi, Dirga menghela napas panjang dan berpikir. 'Semoga saja dia tidak membuat kekacauan'


Dirga sempat mengukur tingkat kultivasi si Agasta ini dan hasilnya mengejutkannya yaitu berada di ranah immortal tahap awal.


Dia tidak mungkin bisa mengalahkannya sekalipun menghabiskan seluruh kekuatannya. Kecuali...


'Granat? Bukankah granat ini bisa meledakkan tubuhnya?' Pikirnya dengan sejuta rencana sambil tersenyum tipis.


Pada saat ini. Fanni kembali di panggung lelang dan berkata lantang. "Baiklah! Saya rasa istirahat kali ini sudah selesai! Acara lelang ini akan di lanjut kembali!"


"Nona! Cepatlah! Kami tidak sabar menunggu barang sesi dua ini, Pasti sangat berharga...!"


"Benar Nona! Cepat lanjutkan lelang ini...!


"...."


Fanni yang melihat kericuhan peserta segera berteriak menengahi. "Harap hadirin tenang!" Melihat para peserta sudah kembali diam. Ia melanjutkan.


"Baiklah! Saya tidak berlama lama lagi! Barang pertama kali ini adalah Eliksir Bayam Emas! Harga awal satu juta koin emas dan harus menawar lebih lima ratus koin emas!"

__ADS_1


Fanni mengambil eliksir dari kotak kayu gadis pelayannya dan mengangkatnya tinggi tinggi. Terlihatlah eliksir itu seperti tumbuhan tapi berwarna emas disertai bintik bintik cahaya emas di sekelilingnya.


"Satu juta delapan ratus koin emas!" Teriak orang dari vip nomor satu.


"Dua juta koin emas!" Teriak Naila tak mau kalah.


"Dua juta lima ratus koin emas!" Teriak sekali lagi dari ruang vip nomor satu.


Mereka berdua terus menerus melakukan penawaran membuat pembawa acara tersenyum lebar. Para peserta juga tidak ada menawar karena mereka tahu tidak bisa mendapatkannya. Siapa juga yang mau membeli dengan harga tinggi hanya untuk sebuah eliksir.


Saat ini seseorang dari ruang vip nomor 4 menawar tinggi yang mengejutkan semuanya. "Lima juta lima ratus koin emas!"


Seorang yang berada di ruang vip nomor 4 tersenyum kemenangan. "Hahaha, Tidak ada yang bisa mengalahkanku!"


Naila saat ini wajahnya berubah muram. Sambil menggertakkan giginya, Ia kembali menawar. "Enam juta koin emas!"


Orang yang berada di ruang vip nomor 4 wajahnya berubah jelek. Tapi tidak lama kemudian ia tersenyum dan berkata dengan bangga. "Aku tetua Putel Marde! Aku menawar Enam juta tujuh ratus koin emas!"


Setelah kata itu jatuh. Wajah Naila benar benar jelek, Apalagi mendengar status orang itu membuatnya pasrah.


Dirga mengerutkan keningnya. Menoleh ke tetua Shane, Ia bertanya. "Apa orang ini sangat hebat?"

__ADS_1


Tetua Shane tersenyum dan menanggapi. "Tetua Putel Marde ini berasal dari keluarga Marde yang berada di ibu kota. Aku tidak tahu apa yang membuatnya kesini padahal pusat rumah lelang surgawi ini berada di ibu kota"


Dirga mengerutkan keningnya. Dalam ingatannya, Ia tidak tahu apapun tentang keluarga - keluarga yang menonjol. Berusaha mengingatnya lebih keras pun tidak mendapatkan hasil.


Bahkan ia sampai berpikir. 'Apa pemilik tubuh ini tidak pernah keluar sama sekali?'


Fanni yang melihat tidak ada yang menawar lagi. Ia pun berkata. "Enam juta tujuh ratus koin emas pertama! En-


"Sepuluh juta koin emas!"


Tiba tiba saja suara yang mengejutkan terdengar dari ruang vip nomor dua.


"Siapa itu? Apa dia tidak takut dengan keluarga Marde...?"


"Aku rasa dia benar benar ingin menantang keluarga Marde...!"


"...."


Banyak orang yang menghina orang yang berada di ruang vip nomor 2. Sedangkan orang yang berada di nomor dua yang tak lain dan tak bukan Dirga hanya menanggapinya acuh tak acuh.


Naila tersentak begitu mendengar perkataan Dirga. Dia berkata dengan cemas. "Dirga! A-aku hanya memiliki enam juta koin emas! Bag-" Dirga melambaikan tangannya seraya berkata acuh. "Tidak masalah! Aku yang membayarnya!"

__ADS_1


__ADS_2