
Jelas Zining dan di akhir penjelasannya, mata Zining melirik Fei Ha yang memejamkan matanya seolah tidak menganggap kehadirannya.
Itu yang membuat Zining kesal dengan sikap Fei Ha.
"Hm? Baru tahu aku ada dunia seperti itu!...Namun mengapa tidak ada ras manusia dan iblis? Aneh!" Gumam Dirga penuh tanda tanya mengetahui tentang Alam Suci.
Ia sempat terkejut ketika tahu jika di dalam Alam Suci ternyata di tempati oleh ras - ras yang menurutnya hanyalah sebuah mitos.
Zining yang mendengar gumaman tuannya menjadi tersenyum. Melirik wajah Fei Ha dengan kesal dan kembali bercerita.
"Tuan mungkin tidak percaya, Ras - ras yang menempati Alam Suci itu semuanya saling percaya satu sama lain. Kepercayaan dan sumpah janji mereka terikat sangat kuat!"
"Rasa kesetiaan mereka sangatlah tinggi! Oleh karena itu semua ras di Alam Suci memiliki kekompakan yang tinggi!"
"Alasan tidak ada manusia dan iblis di alam itu, Karena dua ras ini layaknya satu ras namun berbeda nama!"
"Kenapa seperti itu??" Sela Dirga bertanya kepada Zining.
Di hati ia merasa tak terima. Sebagai seorang manusia ia marah jika dirinya di katakan sama seperti iblis.
"Tuan jangan marah! Setahuku, Manusia dan Iblis memiliki sifat yang sama, Yaitu ketamakan akan sebuah harta dan kekuasaan!!...Berbeda dengan penghuni Alam.Suci, Yang mereka inginkan hanya satu, Yaitu kehidupan yang damai untuk alam!" Jelas Zining kepada Dirga dan membuatnya terdiam membeku.
Dari perkataan Zining, Ia tak bisa menolak akan fakta ini. Karena ia bisa melihat dunia ini yang mana banyak orang yang berlomba - lomba meningkatkan kekuatannya masing - masing.
Dan itu hanya untuk tujuan yang sama. Menjadi yang terkuat dan memperoleh kekuasaan!
Ketika dua kata itu tercapai, Orang itu tak perlu untuk mencari harta. Karena sudah jelas jika ada sosok - sosok di bawahnya untuk memujinya dengan sebuah harta berharga.
Meskipun sikap itu hanyalah menjilat!
__ADS_1
Menarik napas dan menghela napas panjang. "Apa itu termasuk diriku, Zining?" Tanya Dirga membuat Zining yang sejak tadi melirik Fei Ha sontak terdiam.
"Tergantung cara tuan memperlakukan Zining!" Balasnya dan membuat Dirga terdiam terkejut.
Fei Ha yang sejak tadi diam membuka suaranya mendengus dengan mata masih terpejam. "Huh, Anak kecil! Singkirkan lirikan bodoh mu itu!"
Zining yang di katai itu tak mau kalah. Ia pun membalasnya seraya mendengus pelan. "Hah, Nenek kecil! Aku tak tau kenapa tuan sepertinya menyukaimu!...Apa kamu memberikan harta berharga kepada tuan?"
Fei Ha yang di katai nenek kecil oleh Zining membuat wajahnya merah padam. "Brengsek! Apa katamu tadi?" Umpatnya sambil menunjuk Zining.
Wajah polos Zining tetap tenang percaya diri dan berkata tersenyum santai.
"Oh, Sepertinya tebakanku benar? Katakan harta apa yang kamu berikan kepada tuan!!"
Wajah Fei Ha menjadi merah padam. Meskipun begitu ia diam tidak bisa membalas perkataan Zining.
Karena tebakan Zining ada benarnya juga! karena ia telah menyerahkan harta sucinya selama ratusan ribu tahun lamanya kepada Dirga.
Mendengar perkataan Zining. Fei Ha tersentak terdiam dan matanya melirik ke atas dimana Dirga juga meliriknya dengan senyum canggung.
Dirga sengaja terbatuk untuk menengahi situasi ini.
"Uhuk - uhuk!...Kalian ini sudah berumur tua tapi sikapnya masih kanak - kanak!"
"Oh ya, Zining! Bisakah kamu melihatkan tanaman - tanaman di dalam goa tadi??"
Ucap Dirga mengalihkan pembicaraan agar tidak menjadi - jadi kepada dua gadis kecil ini.
Zining menepuk jidatnya dan berkata bersalah. "Maaf tuan! Zining lupa. Padahal tadi Zining ingin memberikan semuanya kepada tuan!"
__ADS_1
Ucap Zining dan seketika ia melompat keluar dari pelukan Dirga menuju ke dalam goa.
Tak sampai sepuluh detik.
Zining pun keluar dan langsung mengeluarkan semua harta di depan Dirga dan Fei Ha.
"I-ini?" Fei Ha tersentak kaget dan tanpa sadar tatapannya menjadi berbinar melihat banyaknya harta berharga di depannya.
"Hei nenek kecil..! Ini milikku dan hanya tuan yang berhak mengambilnya!" Cegah Zining dengan tangan bersedekap dada di hadapan Fei Ha.
"Cih! Minggir kau anak kecil! Tuanmu juga tuanku! Jadi aku juga berhak mengambilnya!" Singkir Fei Ha menantang Zining.
"Aku tidak mau tau! Menjauhlah dari harta berharga ku!!" Zining pun tak mau kalah.
Ia menarik kerah belakang Fei Ha ketika Fei Ha hendak mengambil suatu tanaman bersinar emas.
"Ah..! Harta berharga apanya?... Pasti kau mencuri di Alam Suci, Bukan??"
"A-apa yang kau katakan nenek kecil?..Cih! Sialan!"
"...."
Dirga tidak memperdulikan keributan yang di lakukan Fei Ha dan Zining itu.
Tatapannya tertuju ke arah benda logam bulat sebesar tutup wafer khongguan.
Mengambilnya lalu membolak balikkan sebentar. Lalu ia melihat ada aksara yang tertulis di logam itu dan membacanya pelan.
"Lin!"
__ADS_1
Hanya kata itu yang tertera di logam bulat yang ia pegang.