
Kerajaan Qin
Pada saat ini, Wilayah Kerajaan nampak sedang di penuhi para prajurit ful dengan pakaian besi.
Di Istana Kerajaan. Nampak Raja Qin Xuantian sekeluarga serta para petinggi kerajaan berdiri menghadap langit timur.
Semua pasang mata tertuju ke langit. Tiga burung peri nampak terbang tenang menuju aula istana.
Beberapa saat kemudian burung peri itu menapak tanah di depan istana kerajaan.
"Selamat datang utusan yang mulia kaisar!"
"Selamat datang utusan yang mulia kaisar!"
"Selamat datang utusan yang mulia kaisar!"
"..."
Para prajurit langsung menyambut kedatangan mereka. Suara mereka begitu menggema di Kerajaan.
Semuanya membungkukkan badan hormat. Ada aturan dimana mereka harus membungkukkan badan.
Meskipun status pihak lain sangat tinggi dari mereka, Para prajurit tidak bertekuk lutut melainkan membungkukkan badan saja.
__ADS_1
Itu semua karena peraturan orang kuat terdahulu!
Jenderal Tanbi turun dari tunggangan burung diikuti yang lainnya.
Raja Qin Xuantian dan para petinggi kerajaan buru - buru menyambut mereka semua dengan penuh hormat dan ramah tamah.
"Jenderal, Mari kita masuk dahulu! Jenderal pasti lelah menempuh perjalanan jauh kemari." Ucap Raja Qin dengan ramah.
Jenderal Tanbi mengangguk. Meskipun tidak lelah sepenuhnya, Ia hanya butuh istirahat untuk memulihkan energinya.
•
Tiga puluh menit kemudian
"Saya tidak ingin bertele tele, Tujuan kami kesini bukan apa - apa. Tujuan kami kemari hanya untuk mencari keberadaan putri yang mulia yang telah hilang beberapa tahun yang lalu!" Jenderal Tanbi angkat suara pertama kali.
"Apa?"
Raja Qin dan yang lain kaget mendengar perkataan Jenderal Tanbi.
Mereka tidak tahu sama sekali jika di daratan ini ada sosok dengan status tinggi yang keberadaannya belum di ketahui.
"A-apa itu benar?" Kali ini Pangeran Qin Arma yang bertanya terkejut.
__ADS_1
Jenderal Tanbi menoleh menatap pemuda ini. Dahinya mengernyit karena ia melihat kultivasi anak ini sangat tinggi di tempat yang kurangnya energi.
Pangeran Arma yang di tatap seperti itu oleh Jenderal Tanbi merasa gugup. Sedikit keringat muncul di dahinya.
"Ya, Putri Zhan sudah hilang beberapa tahun lalu akibat tragedi perang dulu! Tapi, Kami baru baru ini mendeteksi jejak Putri Zhan di dataran ini!" Ucap Penasehat Fu. Penasehat kepercayaan Kaisar tengah sekaligus teman Jenderal Tanbi.
Jenderal Tanbi menyudahi tatapannya membuat pihak lain merasa sedikit lega.
Raja Qin mengernyit melihat sikap Jenderal Tanbi yang aneh. Namun ia membiarkannya mungkin ia salah lihat.
"Jika begitu, Saya akan memberi tahu para petinggi dan menyuruh prajurit untuk membantu mencari keberadaan yang mulia putri." Ucap Raja Qin menunjukkan usulannya.
Namun Jenderal Tanbi menggelengkan kepala. "Tidak perlu Yang Mulia! Kami sendiri yang mencarinya. Selain itu, Jika prajurit anda di kerahkan hanya untuk mencari Putri Zhan, Itu bisa membuat penduduk cemas dan mereka akan mengira ada hal tak terduga di istana!" Ucapnya.
Raja Qin menganggukkan kepala merasa ucapan Jenderal Tanbi ada benarnya.
"Selain itu, Jika informasi ini tersebar luar, Bukankah kami repot nantinya jika ada pihak tertentu yang kemungkinan ingin mencari Putri Zhan?" Imbuh Jenderal Tanbi.
Raja Qin tersenyum masam. Ia tentu tahu apa maksud perkataan Jenderal Tanbi barusan.
"Tapi, Saya khawatir jika Jenderal dan yang lain terjadi sesuatu nantinya." Raja Qin berkata dengan raut wajah cemas.
"Jika ada yang menghalangi, Bunuh saja! Apa yang harus di khawatirkan?" Tiba tiba Tuan muda Lian Xin berkata dengan nada acuh.
__ADS_1