
"Hmm, Tidak apa - apa aku berada di sini! Dunia membutuhkanmu. Aku yakin kamu bisa melewatinya!" Tolak Fei Ha dengan hangat.
Meskipun di hatinya sangat dan sangat menginginkan kebebasan itu.
Dirga tak menjawab. Matanya menatap mata Fei Ha yang kosong itu.
Ia tahu apa yang di pikirkan oleh wanita siluman ini.
Cup!
Mata Fei Ha melebar tak percaya melihat pria muda tampan itu tiba - tiba mencium bibirnya.
"A-apa yang kamu lakukan? Ce-cepat lepaskan!" Fei Ha mencoba memberontak dari dekapan Dirga.
Namun dekapan Dirga seperti baja keras yang sulit di lepaskan.
"Aku tahu kamu menginginkan kebebasan. Jadi, Biarkan aku yang membantumu!...Fyiuhh~"
Fei Ha sontak tubuhnya merinding karena telinganya di tiup hangat oleh Dirga.
Dia bertanya tanya. Kenapa manusia ini tahu hanya cara ini yang bisa membuatnya bebas?
Bukankah ia belum memberi tahunya? Lalu siapa yang membuat manusia muda ini tahu? Bukankah hanya ada mereka berdua di sini?
Namun pertanyaan - pertanyaan itu hanyalah pertanyaan sahaja.
Tangan manusia muda ini sudah berani bergerak nakal di setiap inci tubuhnya.
"Ah~"
Fei Ha melupakan dirinya yang hanyalah sebuah jiwa yang tidak bisa di pegang, Namun manusia ini beda.
Mungkin hanya Dirga lah yang bisa memegang sosok jiwa wanita ini.
Tujuh jam kemudian...
"Ahkk!" Fei Ha berteriak keras merasakan kenikmatan yang belum ia pernah rasakan sebelumnya.
Tubuhnya yang menungging di kehampaan ambruk lemah kehabisan tenaga. Beruntung Dirga cepat menopangnya.
"Ah! A-aku tidak kuat!" Teriak lemah Fei Ha sambil menoleh kebelakang.
Melihat manusia itu yang masih tenang tersenyum kepadanya membuat jantungnya berdegup kencang.
Sungguh semakin tampan saja jika melihat manusia muda ini tersenyum.
__ADS_1
Baru kali ini ia melihat manusia tampan selain sosok Tianzhong.
"Maaf membuatmu lelah seperti ini!" Ucap Dirga dan membantu Fei Ha duduk di pangkuannya.
Fei Ha tak menolak. Entah mengapa ia merasa nyaman dengan perlakuan Dirga seperti ini.
"Ehm...T-tidak apa - apa!" Fei Ha mengangguk dan menggenggam sebuah benda yang berada di bawahnya itu.
Wushh!
Tiba - tiba cahaya hitam pekat penuh aura menakutkan muncul di hadapan keduanya.
Belum sempat ada yang bereaksi, Cahaya hitam itu melesat dan menyelubungi tubuh keduanya.
Lalu tubuh keduanya menghilang dari kekosongan.
Wushh!
•••
Di sebuah tempat tak di ketahui
Sesosok tubuh yang amat besar sebesar truk kontainer nampak sedang bersila memejamkan mata.
Nampak dua tanduk hitam seperti banteng tertanam di kanan kiri dahinya.
Guah!
Darah segar keluar dari mulutnya secara tiba - tiba membuat ekspresi nya terkejut.
"Se-segel kutukan itu hancur?? Si-siapa yang berhubungan dengan wanita harimau itu?!!" Ucapnya tak percaya maraha luar biasa.
Boom!
Boom!
Ledakan yang sangat besar terjadi. Ruangan yang jadikan sosok besar kultivasi itu seketika hancur berantakan.
Sebuah aura tekanan yang sangat kuat menyebar berpuluh puluh mil jauhnya, membuat makhluk - makhluk iblis yang merasakan langsung berlutut saat itu juga.
"Siapa? Siapa yang melakukan semua ini??" Raungnya dengan suara besar.
Suara itu sangat besar hingga membuat iblis - iblis yang berlutut menjadi memuntahkan darah segar dari mulutnya. Bahkan ada yang langsung pingsan.
Sosok iblis besar itu melesat ke atas dan memancarkan mata merahnya dengan tatapan haus membunuh yang kuat.
__ADS_1
"Brengsek! Tak peduli siapa itu...Telah membuat wanita harimau itu terlepas dari genggamanku, Maka kamu harus bayar akibatnya" Raungnya dalam hati dengan ekspresi mengerikan.
Muntahan darah segar tadi karena segel kutukan miliknya yang menyegel wanita harimau itu hancur.
Entah siapa yang telah menghancurkannya.
Beribu - ribu tahun ia mencuri segel itu milik keluarganya hanya karena ingin menyegel sosok wanita harimau yang membuat gairahnya bangkit waktu dulu.
Namun kini terlepas? Yang membuatnya bingung mengapa bisa segel itu hancur?
Bukankah ruang segel itu tidak ada yang bisa memasukinya selain dirinya?
"Jenderal Bawok! Kemarilah ke istana dan temui aku di ruang rapat!"
Tiba - tiba terdengar suara yang amat berat nan agung menggema di sekitarnya.
Selain itu, Auranya yang masih keluar seketika pecah di hadapan aura agung suara tadi membuat wajahnya muram.
'Raja? Mengapa Raja memanggilku kesana? Apa ada suatu hal penting?' Ia bertanya - tanya di hatinya.
Meskipun begitu, Sosok ini yang di panggil Jenderal Bawok berlutut menghadap depan. Dimana di depan jauh ada sebuah istana hitam yang terbuat dari tengkorak tengkorak.
"Baik Yang Mulia Raja!
Ucapnya penuh hormat dan tubuhnya yang besar itu melesat ringan di atas langit merah keabuan yang amat menakutkan itu.
•••
"Uh! Dimana aku?"
Sesosok tubuh muda berambut perak bergumam sambil membuka matanya linglung.
Tadi, Dia merasa memasuki sebuah ruang hitam namun penuh dengan kekacauan membuatnya seketika pingsan.
Matanya membelalak lebar ketika pandangannya tak sengaja menatap depan.
Sebuah kaki kecil, putih, halus, nampak di pandangannya.
Mengikuti alurnya, Dirga melihat sosok wanita kecil yang cantik berambut pirang tanpa sehelai pakaian pun, nampak berdiri sambil melihatnya dengan tersenyum imut.
"Akhirnya kamu sudah sadar juga." Ucap wanita itu dengan lembut tersenyum.
Dirga lebih terkejut lagi karena ia sangat kenal dengan suara kecil itu.
Meskipun suaranya lebih ke arah suara khas wanita dua belas tahunan.
__ADS_1
"F-Fei Ha?? Itu kamu??"