
Di tempat lain
Di suatu ruangan yang agak gelap, Terdapat empat kursi dan terdapat empat lelaki yang nampak duduk nyaman. Tiga kursi di bawah dan di atas ada satu kursi yang tampak di duduki oleh orang bertopeng.
"Tuan, Sekte Pedang Langit Bedebah ini sangatlah bahaya dan licik! Tadi, Kami baru melihat jika markas kedua kita telah di musnahkan, Bahkan yang di selatan kini telah rata dengan tanah!" Ucap lelaki paling tengah. Dia bernama Thu Wek, Saudara dari Agasta yang Dirga bunuh waktu lalu.
Di sisi kirinya, Lelaki bernama Rawe juga menimpali. "Benar, Tuan! Apa tidak sebaiknya kita lenyapkan saja Sektenya agar tidak mengganggu rencana kita? Aku takut jika mereka bertindak semakin berani dengan kita!"
"Tuan, Lebih baik kita pikirkan rencananya untuk menyingkirkan Sekte bajingan itu. Tidak hanya menghancurkan markas kita, Mereka juga telah membunuh kedua saudaraku!" Ucap yang satunya dengan aura membunuh yang pekat. Dia bernama Gheger, Ketua Sekte Seribu Pedang!
Sedangkan pria bertopeng yang duduk di kursi utama hanya diam. Namun di pikirannya sedang berkonsentrasi penuh entah apa yang di pikirkan.
Dia melambaikan tangannya dan berkata dengan suara dalam. "Tak perlu terburu buru! Selama mereka tidak mengetahui markas ini, Organisasi Serigala hitam tidak akan hancur di tangan si bedebah itu!"
Pria ini bernama Kha Thock Beddah. Wakil ketua dari Organisasi Serigala hitam. Kha Thock Beddah menambahkan perkataannya. "Sekarang, Berapa pasukan yang kita miliki? Nanti aku akan melaporkan ke Ketua!"
Master Gheger menjawab hormat. "Tuan. Saat ini, Sekte Seribu Pedang memiliki sepuluh ribu murid! Lima ribu di Pemurnian Qi, Tiga ribu di Alam Bumi tingkat rendah dan sisanya Alam Bumi tingkat menengah tinggi! Kekuatan Tetua Sekte kami juga sekarang meningkat di Raja Langit tingkat menengah tinggi! Hanya saya saja yang sudah berada di Ranah Pertapa tingkat dua!"
Mendengar pernyataan Master Gheger, Tidak lantas membuat bibir Kha Thock Beddah terangkat. Dahinya malah mengernyit.
"Kenapa pasukanmu sangat lemah?" Ia bertanya dengan nada mencibir.
Master Gheger yang mendengar itupun tersenyum tanpa daya. "Tuan, Meskipun murid Sekte saya sangat lemah, Jika semuanya di letakkan di medan perang mereka sangat hebat dalam hal bertarung. Bahkan jika aku menginvasi setengah daratan inipun, Itu hanya perkara hal mudah bagiku." Ucap Master Gheger dengan sombong dadanya membusung.
Kha Thock Beddah tak menggubris ucapan itu yang menurutnya Master Gheger sedang membual. Jadi dia tak memperdulikannya.
Ia menoleh ke Thu Wek dan berkata acuh. "Berapa anggotamu? Dan bagaimana kekuatannya?
__ADS_1
Thu Wek yang di tanyai segera menjawab dengan hormat. "Tuan, Pasukan Organisasi Naga Langit dan Phoenix Langit sudah di gabungkan saat ini. Mereka semua berjumlah Lima belas ribu! tujuh ribu berada di Pemurnian Qi berbagai tingkat, Lima ribu Alam Bumi tingkat rendah - tinggi, Dan sisanya Alam Langit tingkat rendah sampai tinggi!...Tetua kedua pasukan juga tak rendah, Ada dua belas tetua yang berada di Ranah Raja Langit dan sepuluh yang sudah berada di Ranah Pertapa. Hanya saya yang sudah berada di Ranah Half Immortal tahap menengah."
Mendengar ini, Sudut mulut Kha Tock Beddah melengkung. Ia berkata dengan sedikit terkekeh. "Hehehe, Bagus..Bagus! Dengan ini, Sekte kecil seperti Sekte Pedang Langit itu hanyalah sebuah ancaman kecil bagiku!" Berhenti sejenak dan menoleh ke lelaki yang dari tadi hanya diam saja dan berkata.
"Master Rawe! Bagaimana denganmu?"
Orang yang di panggil Master Rawe diam sejenak dan berkata ragu. "Tuan, Anggota Sekte Giok Abadi saat ini masih sama seperti dulu. Yaitu sekitar dua puluh ribu murid! Murid kami terdiri dari murid luar, dalam dan inti! Sekarang murid inti yang kami miliki berjumlah delapan ribu, Dan kesemuanya sudah berada di Ranah Raja Langit. Tapi...."
Master Ruwe tak melanjutkan ucapannya karena ragu ragu. Tapi Kha Tock Beddah tak peduli itu. Dia tertawa dan berkata. "Hahaha, Bagus...Ini bagus! Dengan kekuatan kalian yang di gabungkan, Kita bisa lebih mudah untuk menghancurkan Kerajaan Qin ini! Hahaha...!"
Mendengar perkataan lelaki Kha Tock Beddah, Ketiga lelaki itu hanya bisa terdiam. Namun hatinya sudah berbunga bunga menantikan apa yang terjadi.
Karena dengan statusnya saat ini, Tidak menutup kemungkinan mereka diangkat menjadi anggota Kerajaan dan membuat status mereka lebih tinggi.
Saat ini, Master Ruwe tidak dapat untuk tidak menahan gelisah. Ia berkata dengan ragu ragu. "Ta-tapi Tuan...Masih ada ancaman yang serius bagi kita."
Kha Tock Beddah menatap Master Ruwe yang nampak gelisah dan alisnya mengkerut. "Katakan apa maksudmu?...Mas Ruwe!" Ucap nya dengan sedikit tekanan yang terdapat dalam suaranya.
Sedikit keringat dingin menetes di pelipis Master Ruwe. Ia lalu berkata jujur setelah ragu tadi.
"Tuan, Meskipun saya baru di angkat menjadi Master Sekte Giok Abadi, Saya mendengar dari Ketua Sekte mereka sebelumnya, Jika Sekte Giok Abadi memiliki Leluhur yang berada di belakangnya dan tidak ada satupun yang tahu akan kultivasi Leluhur itu."
"Apa?!"
Kha Thock Beddah terkejut mendengar pernyataan Master Ruwe. Jika Sekte Giok Abadi memiliki Leluhur nanti akan menjadi rumit masalahnya.
Namun alisnya mengkerut dan berpikir. 'Jika Sekte itu ada leluhurnya, Lalu mengapa dia tidak menunjukkan batang hidungnya?'
__ADS_1
Menarik napas sejenak dan berkata dengan percaya diri. "Jika seperti yang kamu katakan itu benar, Tidak masalah bagiku! Aku sendiri mempunyai anggota yang tak terhitung jumlahnya dan memiliki Kultivasi yang sangat tinggi. Cukup keroyok saja Leluhur tua itu, Apa masalahnya?"
Master Gheger dan Thu Wek juga menganggukkan kepalanya yakin. Jika mengeroyok Leluhur itu, Mudah untuk memojokkannya meskipun sulit membunuhnya.
"Benar itu, Mengapa kamu begitu resah tentang leluhur tua bangka itu? Dengan pasukan sebanyak kita, Mudah saja untuk membunuhnya!" Ucap yakin Master Gheger dengan tenang dan di angguki dengan Thu Wek.
Master Ruwe sedikit tertegun mendengarnya. Tapi ia segera berkata dengan bingung. "Tapi tuan...Tidak ada satupun yang tahu kultivasinya. Dan...dan-" Ucapannya berhenti karena tidak yakin.
"Dan apa??" Ucap cepat Kha Tock Beddah dengan tidak sabar ucapan selanjutnya Master Ruwe.
"Dan jumlahnya tidak satu melainkan tiga!" Sambung Master Ruwe dengan cepat.
Sontak, Suasana dalam ruangan itu menjadi hening. Mereka semua terkejut begitu mendengar perkataan Master Ruwe.
Jika ada satu, Sangat mudah untuk mengeksekusinya. Namun ini? Ada tiga!
Bahkan tidak ada yang mengetahui keberadaan leluhur itu dan kultivasi salah satunya. Ini yang membuat mereka kehilangan kata kata.
Pada saat ini, Pintu ruangan terbuka hingga menimbulkan suara berdecit khas pintu.
Sosok pemuda tampan berambut coklat memasuki ruangan dengan langkah yang begitu tegas. Matanya yang tajam membuat keempat lelaki itu merinding.
Aura iblis yang begitu kuat menyeruak ke seluruh ruangan hingga membuat bulir bulir keringat menetes di tubuh keempatnya.
Keempat lelaki itu langsung berdiri dan bertekuk lutut saat itu juga.
"Selamat datang Pangeran Qin Arma...!" Ucapnya serempak dengan nada hormat serta ramah.
__ADS_1
Ya! Pemuda tampan itu bernama Qin Arma. Pangeran kedua dari Kerajaan Qin!