
Mereka berdua masih tidak mengetahui jika nyawanya dalam bahaya. Setelah beberapa saat si Bos mengernyitkan dahinya dan membatin aneh. 'Kenapa energi ku menjadi kacau? apa yang terjadi?'.
Si Bos mengerahkan energinya, Tapi yang membuatnya aneh semakin dirinya mengerahkan semakin kacau energi di dalamnya.
'Ini? Bagaimana ini bisa terjadi?' Pikirnya dengan ekspresi masam.
Membuka matanya,Si Bos melihat Ken Thu yang tubuhnya di selimuti cahaya hitam pekat dan hanya terduduk diam.
"Ada apa? Apa kamu terkejut melihatnya?" Sebuah suara terdengar dari belakangnya.
Sontak ia menoleh ke belakang dengan mata membelalak lebar dan memekik kaget. "Kamu? Bagaimana kamu bisa hidup?"
Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut, Tapi ketika pandangannya tertuju ke semua bawahannya yang tergeletak membuat wajahnya pucat.
"Kamu! Apa yang kamu lakukan dengan semua bawahanku ha?" Pekiknya dengan marah.
"Aku? Sudah jelas aku membunuhnya, Kenapa kamu malah bertanya? Bukankah disini hanya ada aku dan kamu?" Jawab Dirga dengan nada mengejek.
"Ti-Tidak mungkin! Bagaimana mereka bisa kalah dengan manusia lemah sepertimu Hah??" Sentaknya dengan marah ingin membunuh manusia kecil ini, Tapi ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali,Hanya kepalanya yang bisa ia gerakkan.
Sebelum Dirga menjawab, Si Bos mendahuluinya dengan teriak muramnya. "Manusia! Apa yang kamu lakukan dengan tubuhku hah? Apa kamu tidak takut dengan kaum kami yang mulia di seluruh alam sejagad raya??.
Mendengar perkataan panjang lebar si Bos membuatnya tertegun. Tapi kemudian ia menyeringai. "Yang mulia di seluruh alam apanya? Kentut?" Ejeknya dengan sinis.
Mendengar ejekan manusia lemah ini membuatnya seketika marah, Sebelum dia berkata, Dirga menyelanya. "Katakan! Tempat apa sebenarnya ini? Dan bagaimana caranya bisa keluar?"
Sejak tadi ia mengamati ruang ruang goa, Tapi ia tidak menemukan jalan keluarnya. Adapun pintu goa tadi, Sekarang telah berubah menjadi dinding tebal berwarna hitam pekat.
Ia mengetahui jika dinding pekat itu bukan ilusi melainkan dinding tebal yang tidak dapat dihancurkan, Karena ia tadi mencobanya dengan semua tekniknya tapi tetap saja tidak bisa di hancurkan, Bahkan granatnya yang ia kira hebat tidak mampu menghancurkannya, Hanya mampu membuat goresan kecil.
"Keluar?...Hahaha! Manusia! Kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini selamanya" Ucapnya dengan senyum penuh kemenangan.
Dirga mengerutkan keningnya begitu mendengar perkataan pemimpin roh jahat ini. Tanpa basi basi ia menembakkan elemen kegelapan untuk menyiksanya berharap bisa mengatakannya dengan jujur.
"Akhh!...Apa yang kamu lakukan hah?? Teriaknya dengan merintih kesakitan begitu cahaya hitam pekat menempel di punggungnya. 'I-i-ini? Ini elemen kegelapan!!' Serunya di dalam hati dengan wajah pucat. 'Sial! dari mana manusia ini mempunyai elemen menakutkan ini?' Batinnya dengan ngeri.
"Katakan! Jika kamu mengatakan yang sebenarnya aku akan membebaskanmu! Ucap Dirga dengan berbohong.
"A-ap-apa yang kamu katakan itu benar?" Ucap Si Bos dengan nada tergagap penuh ketakutan.
"Tentu saja!" Jawabnya singkat acuh tak acuh.
__ADS_1
Dengan menggertakkan giginya ia berkata. "Sebenarnya tdak ada jalan keluar dari sini, Kecuali kamu memasuki segel di depanku, Tapi..." Ucap Si Bos menggantungkan perkataannya.
Dirga mengerutkan keningnya dan menatap depannya. Di depan si bos ada seperti dinding cahaya yang memagari ruangannya, Seolah olah menyegel ruang ini.
Selain itu, Dirga juga merasakan adanya puluhan aura yang sama dengan makhluk roh ini, Hanya saja kekuatannya lebih tinggi dari pemimpin ini.
"Tapi apa?" Tanya Dirga sekali lagi.
"Tapi, Aku tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Kami semua tidak bisa melewati pagar cahaya ini, Kecuali manusia" Jawab pemimpin dengan sedikit takut.
Dahi Dirga berkerut dan bertanya lagi. "Dari mana kamu tahu jika hanya manusia yang bisa melewatinya?"
"Waktu itu, Kami pernah melemparkan manusia ke dalamnya dan tubuh manusia itu berhasil masuk. Tapi aku tidak mengetahui keadaannya sekarang". Jelas pemimpin itu.
"Oh" Jawab Dirga mengangguk acuh dan berjalan ke pemimpin.
"Apa aku bisa bebas sek-" 'Slassh'
"Bebas gundulmu!" Ucapnya menebaskan pedang yang di selimuti elemen kegelapan.
Dirga menatap depannya dimana ada cahaya putih samar yang tampak seperti pagar. Menjulurkan tangannya untuk meraba dan terkejut. "Eh? Tembus?" Gumamnya ketika tangannya tembus kedalam. "Sepertinya dia berkata jujur" Ucapnya sambil masuk kedalam dengan hati hati.
Seperti dugaannya, Saat ia berhasil masuk ada beberapa makhluk yang sama dengan tadi, Hanya saja ranah yang paling rendah adalah ranah saints *9. Sisanya lebih tinggi.
Selain itu, Jauh di depan ada pagar cahaya yang sama dengan cahaya putih tadi. 'Apa ini semacam ruang ujian?' Pikirnya.
"Tring! Benar tuan. Ada seseorang yang membuat semua ini."
"Hm? Siapa yang membuat?" Gumamnya penuh tanda tanya.
"Tring! Tuan akan mengetahuinya nanti."
Mendengar jawaban system membuatnya mendengus kesal. 'Ranah mereka sangat tinggi! Apa elemen kegelapanku bisa membunuhnya?' Batinnya ragu ragu.
"Tring! Bisa tuan. Asalkan mempunyai elemen kegelapan, Maka energi kegelapan yang mereka serap menjadi kacau, Bagaimanapun elemen kegelapan saling bertentangan dengan energi kegelapan, Menyebabkan energi gelap mereka akan terserap elemen kegelapan hingga berevolusi."
Mendengar suara system membuatnya seketika bersemangat. Tanpa berlama lama lagi ia melesat menembakkan elemen kegelapannya.
"Tring! Selamat tuan anda telah membunuh roh jahat level saints tingkat rendah. Koin system bertambah 120.000."
"Tring!...
__ADS_1
Ruang 1 sampai ruang 5 ia terus membantai makhluk sama, hanya saja kekuatan ranahnya berbeda beda. Dirga tak menyangka jika di dalamnya masih ada ruang ruang selanjutnya.
Saat ini dia berdiri tenang, Di depannya tidak ada makhluk sama atau monster lainnya. Di depannya hanya ada kolam berisi air sangat jernih yang mengeluarkan energi spiritual murni.
Tak jauh darinya. Sekarang bukan cahaya putih transparan yang memagarinya, Melainkan cahaya putih terang berbentuk persegi panjang, Layaknya sebuah pintu dunia lain.
Entah mengapa ia merasakan firasat tidak enak ketika memasuki pintu itu!
"Tring! Air Kehidupan. Air yang bisa menyembuhkan segala penyakit serta energi vitalitas seseorang hingga 99,9%.
"Oh, Ternyata ini yang dinamakan air kehidupan." Gumamnya lirih. "Apa air ini bisa di simpan di ruang penyimpanan?" Tanyanya.
"Tring! Bisa tuan."
"Oh, Oke pindahkan air ini." Perintahnya dengan ringan.
Seketika air di depannya lenyap hingga tak tersisa. Dirga tak memperdulikan ia segera membuka statusnya untuk melihat.
[ Nama: Dirga ]
[ Jenis Kelamin: Pria ]
[ Usia: 17 Tahun ]
[ Kultivasi: Raja Langit*6 (+) ]
[ Tubuh Khusus: Tubuh Semesta ]
[ Energi mental sejati: 5.027/∞ ]
[ Keterampilan Teknik: –Tinju Mandraguna –Teknik Pedang Penghancur Langit –Alkemis Alam –Teleportasi Lv:menengah –Mata Surgawi Lv:menengah –Pernapasan Dewa Lv:menengah–Jari Dewa Lv7 –Formasi Bintang Kuno Lv6 ]
[ Kemampuan: «Disembunyikan» ]
[ Koin System: 812.240.000 ks ]
[ Elemen: Api (immortal). Kegelapan. Angin ]
[ Ruang Penyimpanan: « Di sembunyikan » ]
Dirga mengangguk puas. Selama ini ia menerobos tingkat ranah. "Tingkatkan level teknik teleportasi,mata surgawi dan pernapasan dewa!" Ucapnya.
__ADS_1