
Mereka bertiga lalu makan buatan Dirga.
"Emm, Nyamm...Enak sekali tuan, Makanannya!" Ucap Zining di sela mulutnya yang menggembung.
Kedua tangan kecilnya memegang daging besar dan mulai mengunyahnya dengan mata terpejam.
Dirga tersenyum tipis dan mengusap kepala Zining dengan lembut.
"Habiskan dulu makanan di mulutmu itu." Kata Dirga santai.
"Emm~" Zining bersenandung lirih dan kepalanya bersandar di bahu kiri Dirga.
Fei Ha yang melihat itu pun tak mau kalah. Dia menyenderkan kepalanya di bahu Dirga tanpa malau - malu sambil mengunyah daging.
Sedangkan si empunya menggelengkan tak berdaya melihat kelakuan dua gadis kecil ini.
Ketiganya pun menikmati waktu malam dengan banyak cerita hingga dua gadis kecil itu terlelap di pangkuan Dirga.
Dirga meletakkan dua tubuh gadis kecil itu ke dalam goa untuk menidurkannya.
Lalu dia pun menghilang dari goa.
Puluhan kilo meter jauhnya, Sosok pemuda tampan berambut perak nampak terbang di atas pedang di langit malam.
Wushh!
Pemuda itu berhenti ketika melihat hutan yang agak gersang dan bersila di tengah - tengah.
"Sistem, Bantu tingkatkan kultivasiku!" Kata Dirga datar.
Di telapak tangannya, tiga Pil immortal langsung di lesatkan ke mulutnya.
Bagaimanapun, Fisik khususnya tak berguna jika menelan 1 pil saja!
Boom!
Seketika aura dalam tubuhnya meluap - luap dan menyebar ke segala arah.
Pohon - pohon yang tak jauh darinya langsung tumbang seketika.
"Ding! Ding! Ding!"
"Peringatan! peringatan! peringatan!"
"Tuan rumah menerobos ranah immortal, Saints. hingga mengundang kesengsaraan Surgawi!"
Mendengar suara sistem yang bergema berturut turut di benaknya membuat alis Dirga menyatu.
"Kesengsaraan Surgawi, Kah?" Gumamnya pelan dan membuka matanya mendongak.
Di atas, Langit bergemuruh hebat. Awan awan hitam layaknya pusaran mengerikan berkumpul di atas nya.
Derak derak petir hitam keputihan menjilat - jilat seperti tak sabar untuk menyambar siapa sosok yang membuat dirinya muncul.
"Hm, Ayo kita coba. Siapa di antara kita berdua yang menang!" Tantang Dirga menyeringai.
Jika ada yang tau reaksi Dirga seperti ini, Mungkin orang itu mengutuk seribu satu cacian dari mulutnya.
Seperti namanya. Kesengsaraan surgawi sangatlah menakutkan.
Jika ada seseorang menerobos hingga mengundang Petir Surgawi, Maka sosok itu bukanlah sosok biasa.
Maka dari itu, Langit tidak akan membiarkan sosok jenius seperti Dirga untuk hidup.
Cetar..!
Suara petir menyambar menggelegar keras.
Namun Dirga masih tetap memejamkan matanya fokus.
Cetar!
Petir kedua terlewati.
__ADS_1
Cetar..!
Petir ketiga terlewati.
Cetar..!
Empat terlewati.
Cetar..!
Lima terlewati.
"...."
Petir ketiga sampai ke tujuh juga terlewati dengan mudah!
Pakaian yang Dirga kenakan telah menghilang akibat serangan petir itu.
Kini dia bertelanjang dada hingga menampilkan tubuhnya yang nampak berotot itu.
Cetar..!
"Uhg!"
Petir ke delapan sebesar lengan menyambar ke tubuh Dirga. Ia merasakan aroma manis yang tersendat di tenggorokannya.
Namun ia menahannya agar tidak keluar!
Cetar..!
"Hueg!"
Petir ke sembilan menyambar tubuhnya hingga membuatnya memuntahkan darah segar. Kepalanya terasa berdenyut hebat.
Namun Dirga menahannya.
Namun, Awan awan hitam di atas langit masih dalam situasi tetap. Dalam sekejap, Awan yang lebih tebal dan lebih mengerikan berkumpul.
"Huh? Petir ke sepuluh??" Gumamnya terkejut melihat atas langit.
Setahunya, Kesengsaraan petir surgawi hanya mengeluarkan petir sampai sembilan. Namun kini ada sepuluh?
Bagaimana mungkin?
Di tengah pusaran awan hitam menakutkan itu, Petir raksasa muncul seakan siap untuk menyambarnya
"Huh! Takkan ku biarkan kau membunuhku!" Dengus Dirga dan dari balik punggungnya. Sepasang sayap emas muncul dan tubuhnya melesat ke atas.
Cetar...!!
Petir sebesar pintu gedung melesat ke arah Dirga.
Dirga yang melihat itu membuat sepuluh perisai energi emas untuk menahannya.
Boom!
Krack! Krack!....Pyar!
Perisai yang di buat Dirga seketika hancur berkeping keping membuat ekspresi Dirga menyusut.
"Sial!" Umpatnya.
Dirga mengangkat pedangnya ke atas dan lima siluet pedang biru raksasa muncul di belakangnya.
"Maju dan hancurkan petir itu!" Perintahnya dingin melambaikan tangannya.
Seakan mengerti, Lima siluet pedang biru raksasa itu melesat naik dan menyambut petir surgawi!
Boom!
Boom!
"..."
__ADS_1
Suara ledakan yang amat menakutkan menggelegar dahsyat. Apapun yang di sekitarnya di sapu oleh angin yang berhembus kencang.
"Ha?" Mata Dirga melotot ketika mendongak.
Ia melihat petir hitam keputihan seukuran tongkat pramuka berhasil melesat ke arahnya dengan kecepatan mengerikan.
Tak sempat bereaksi, Kepalanya seolah di setrum oleh listrik dengan kekuatan dahsyat.
"Arhg...!"
Teriaknya kesakitan dan suaranya begitu menggelegar mengerikan.
Boom!
Tubuh Dirga meluncur ke tanah hingga terlihat sebuah kawah dalam akibat petir tadi.
Awan awan hitam di atas langit segera menghilang begitu saja dan di gantikan pemandangan langit - langit malam yang penuh dengan bintang - bintang indah.
"Uhuk-uhuk!"
Terdengar suara batuk lemah dari dalam kawah itu.
Sesosok tubuh penuh hangus dengan rambut acak acakan keluar sempoyongan.
"Petir brengsek!" Umpatnya singkat namun kesal setengah mati.
"Ding! Selamat tuan rumah telah berhasil menerobos ranah Saints bintang 1"
"Ding! Sebagai penghargaan karena dapat menangkal kesengsaraan surgawi, Sistem memberikan hadiah"
"Selamat tuan mendapatkan lima Buah Surgawi!"
Suara dering sistem.tiba - tiba terdengar di benaknya. Detik itu juga buah seperti mangga namun bulat muncul di depannya.
"Hm? Buah surgawi? Apa manfaatnya?" Tanya Dirga dengan alis mengernyit sambil memegang buah itu.
Buah Surgawi: Dapat meningkatkan fisik tulang dua tingkatan. Membersihkan seluruh racun yang bersarang di tubuh dan membereskan luka luar maupun dalam secara total. Tidak hanya itu, Buah Surgawi mengandung 10 point energi mental yang dapat meningkatkan jiwa seseorang.
Sistem menjelaskannya dengan sabar tanpa emosi sedikitpun.
"Hmm... Ini cocok untuk dua gadis kecil itu!" Gumam Dirga mengangguk setelah melihat penjelasan lengkap Sistem.
Melihat keadaan tubuhnya yang mengerikan, Dirga tersenyum masam dan menggelengkan tak peduli.
Keesokan harinya....
"Uhh~ Tuan, Masakan tuan enak sekali! Zining bisa - bisa keterusan dengan masakan ini!"
"Umm...Fei Ha juga~ Masakan tuan sangat lezat dan paling enak!"
Dua gadis kecil Zining dan Fei Ha terus berceloteh sambil memasukkan makanan ke dalam mulut kecilnya.
Dirga yang melihat itu pun tersenyum mengangguk.
Di sela sela makannya, Fei Ha bertanya.
"Tuan...Apa tuan tadi malam seperti mendengar suara petir?"
Zining yang di sebelahnya mengangguk dan menambahkan. "Iya tuan! Zining semalam seperti mendengar suara petir. Tapi Zining tidak tau apakah Zining bermimpi atau bukan! Tapi sepertinya bermimpi, Sih!"
Dirga sedikit terkejut mendengar perkataan keduanya. "Mungkin kalian bermimpi! Mana ada petir yang tiba - tiba menyambar." Ucap Dirga acuh tak acuh.
"Benar juga!" Ucap keduanya serempak.
Zining menatap tuannya dengan tatapan aneh dan sedikit lama. Dirga yang menyadari itu berkata. "Ada apa? Zining?"
"Eh- Kenapa Zining tidak bisa melihat tingkat kultivasi tuan? Bukankah semalam setengah immortal akhir? Tapi ini..."
Ucap Zining dengan bingung.
"Kukira apa! Hmm. Tadi malam aku sempat menerobos ranah Saints!" Kata Dirga santai sambil melambaikan tangannya.
"R-Ranah Saints secepat itu??" Ucap keduanya serempak dengan mata terbuka lebar.
__ADS_1