
Dirga tidak memperdulikan ekspresi mereka dan balik bertanya. "Oh, Terus siapa tuan Agasta? Apa dia memiliki ranah yang tinggi?"
Kini lelaki Thing ikut berbicara. "T-tuan, Tuan Agasta ini tetua kelima dari organisasi kami, Tapi ranahnya kami tidak tahu, Tapi satu bulan yang lalu kami mendengar dari petinggi organisasi jika tuan Agasta memiliki ranah Immortal tahap awal."
'Ranah immortal?' Sedikit kejutan di hati Dirga, Tapi di permukaan malah tersenyum lebar seolah mendapatkan mangsa.
Dirga yakin jika anak buah bagundal ini pasti sangat banyak dan memiliki kultivasi yang cukup tinggi. Jika dirinya bisa membuat orang yang di panggil tuan Agasta ini mengerahkan pasukannya.
Dirga sangat senang meladeninya, Meskipun ribuan, Ia tak gentar sama sekali, Apalagi ini pertarungan yang tidak sia sia menurutnya.
Satu, Dia bisa mengurangi kejahatan dan kekacauan di kota maupun benua ini. Dan kedua, Sudah pastilah untuk menambah koin systemnya dan bisa meningkatkan kultivasinya.
Memikirkan ini, Senyumnya tambah semakin lebar hingga memperlihatkan giginya yang putih.
Melihat reaksi Dirga yang malah tersenyum lebar, Kedua lelaki ini tercengang dan berpikir di benaknya. 'Apa yang dilakukan pemuda ini? Apa dia mau melawan tuan Agasta? Itu mustahil!'
Baginya, Tuan Agasta ini sangat hebat karena tidak ada yang bisa melawannya sama sekali di dalam organisasinya, Kecuali kakak tuan Agasta dan pemimpin organisasinya.
'Huh! Tidak peduli seberapa hebatnya dirimu, Kamu hanyalah bocah pecundang yang tidak tahu tingginya langit dan bumii!' Pikir mereka menyeringai, Seolah olah mereka sudah tahu endingnya ketika mereka berdua bertarung.
Dirga tak peduli siapapun itu. Apalagi organisasi ini berbahaya untuk warga benua timur. Dirinya berjanji jika suatu saat dia harus menghancurkan organisasi ini sampai ke akar akarnya.
Melirik kedua lelaki di depannya yang melotot ke arahnya, Dirga berkata sambil menaikkan satu alisnya. "Melihat kekuatan tetua kalian yang cukup tinggi, Lalu apa kekuatan sebenarnya pemimpin organisasi kalian?"
__ADS_1
Kedua lelaki ini ragu ragu sejenak karena ia tidak bisa membongkar rahasia yang sebenarnya. Melihat keduanya yang tidak bicara, Dirga melambaikan tangannya dan berkata mengancam. "Cepat katakan! Apa kekuatan sebenarnya pemimpin kalian? Dan siapa namanya?"
Kedua lelaki ini ketakutan setengah mati begitu melihat cahaya perak berbentuk pedang yang di hasilkan dengan lambaian tangan pemuda ini. Selain itu, Aura yang terpancar dari cahaya pedang ini benar benar menekan tubuhnya hingga tidak bisa bergerak sama sekali.
Mereka berpikir di hati. 'Siapa sebenarnya pemuda ini? Bagaimana bisa mengeluarkan niat pedang hanya dengan lambaian tangannya? Bahkan pemimpin tidak bisa melakukannya'
Melihat keduanya yang hanya terbengong, Dirga menyuntikkan energi ke dalam niat pedangnya. "Katakan! Jika tidak mengatakan yang sebenarnya, Pedang ini akan membakarmu bahkan jiwamu akan di cabik cabik!" Ucapnya penuh penekanan.
Kedua lelaki ini buru buru menjawab. "Aku katakan! Aku katakan!"
"Cepatlah!"
Lelaki Thing dengan cepat berkata. "Pe-pemimpin k-kami bernama Master Shak No Ne dan- Aaargh...!
Lelaki Thing tidak melanjutkan ucapannya, Melainkan menjerit kesakitan sambil tangannya menekan dadanya. Sedangkan lelaki Sing yang melihat saudaranya kesakitan wajahnya pucat ketakutan setengah mati, Karena ia tahu penyebabnya.
"Tring! Terdapat segel kutukan di tato dadanya tuan!"
Mendengar bunyi system yang tiba tiba menyaut gumamnya. Ia berkata lagi. "Segel kutukan? Apa tato serigala di dadanya mengandung kutukan?"
"Tring! Benar Tuan! Segel kutukan tersebut bisa membuat orang yang terkena segel akan mendapatkan kutukan dan bisa mendapatkan balasan akibat tidak mematuhi perkataan pengguna segel."
"Ada seperti itu?" Dirga mengernyit sambil melirik lelaki Thing yang kini tubuhnya kejang kejang sambil mengeluarkan busa di mulutnya.
__ADS_1
Tidak ingin koin systemnya terbuang sia sia hanya karena kutukan. Ia melambaikan tangannya kedepan.
Slassh! Slassh!
"Tring! Selamat tuan telah membunuh 2 kultivator tahap Langit tingkat tinggi. Koin system bertambah..."
Kepala kedua lelaki itu terpisah dari tubuhnya. Dirga menghela napas panjang dan tak memperdulikan suara system di benaknya. Tapi ia masih tetap waspada dan membatin. 'Siapa yang mengintaiku dari tadi? Kenapa dia tidak keluar?'
Ya! Dirga tadi hanya ingin bermain main dengan kedua lelaki itu, Karena ia merasakan ada seseorang yang terus menatapnya dari segala arah. Tapi, Ia tidak mengetahui siapa itu.
Menyebarkan Persepsi Dewanya hingga maksimal, Dahinya mengkerut karena tidak merasakan adanya siapapun di dekatnya atau yang jauh, Padahal ia merasa sedang di tatap seseorang dari dekat.
Mengaktifkan tehnik Mata Surgawinya hingga maksimal, Pun sama, Dirinya tidak menemukan siapa itu. Ketika pandangannya tidak sengaja menatap lelaki Sing, Ia merasa sedang saling menatap satu sama lain dengan seseorang.
Mengerutkan keningnya sambil menatap tubuh lelaki Sing. Tidak ada apapun yang mencurigakan. Ketika mengalihkan pandangannya ke pakaian atas. Ia menautkan kedua alisnya.
Ada batu hijau redup seukuran jempol balita sedang menempel di tengah pakaian lelaki Sing. Mengambilnya, Dirga melihat ada bayangan wajah seseorang yang sedang menatapnya dengan penuh permusuhan lalu mendengus dingin dan menghilang.
Dirga tercengang, Ia tidak mengetahui batu apa ini, Bagaimana bisa ada batu yang memiliki bayangan wajah seseorang. Ketika ingin membuangnya, Suara dering sistem terdengar di benaknya.
"Tring! Batu tersebut bisa di sebut Batu perekam. Ketika tuan melihat wajah seseorang tadi, Batu itu sedang di aktifkan oleh energi dan di lihat oleh seseorang dari jauh. Bisa di katakan sedang live."
"Hm?" Dirga menautkan alisnya, Ia tidak menyangka jika ada alat perekam di dunia antah barantah ini. Tidak mau memikirkannya lagi, Ia membakar batu itu serta kedua tubuh Sing dan Thing.
__ADS_1
"Agasta! Shak No Ne! Tunggu kedatanganku! Hehe!" Kekehnya lalu tubuhnya menghilang.
Wushh!