
Hari ini, Dirga di buat kebingungan dengan dunia ini. Dirinya yang tiba tiba bertemu dengan jiwa pemilik tubuhnya saja ia belum mengetahui.
Setelah itu, Dia di buat kebingungan kembali oleh sosok pria tampan dan berambut perak yang selama ini muncul di benaknya.
Pria itu memiliki kharisma dengan tubuhnya yang tinggi. Sosoknya bagaikan seorang Penguasa!
Tapi, Dia tidak mengetahui siapa sebenarnya sosok itu. Bertanya kepada sistem, Sistem pun hanya diam membisu tidak menanggapi ocehan Dirga.
Dirga tidak mengetahui jika pria berambut perak itu sangat mirip dengannya. Jika mengamatinya lebih dalam, Dia akan tercengang!
Karena sosok itu memiliki kemiripan yang hampir sama dengan dirinya. Tapi yang membedakan adalah sosok itu lebih dewasa dan lebih tenang serta dingin dari pada dirinya.
Belum lama itu, Dia memiliki pengetahuan baru dari perkataan Fanni yang tentang petir yang tiba tiba menjawab setelah mengatakan janjinya.
Dari cerita Fanni, Jika ada seorang yang membuat perjanjian dengan menyangkutkan seseorang dan di jawab oleh petir surgawi, Orang itu tidak sesederhana kelihatannya.
'Benar benar informasi yang mengejutkanku...' Pikir Dirga.
Meskipun ia tidak terlalu serius dengan seorang wanita. Dia hanya ingin menguji Fanni, Apakah sosoknya mampu maupun tidak.
Dia tidak ingin memiliki wanita yang lemah hanya karena keberadaannya. Dia ingin memiliki sosok wanita yang tegas dan kejam kepada musuh!
Selain itu, Ia saat ini membutuhkan bantuan bantuan darinya untuk membalaskan dendam pemilik tubuh yang ia tempati!
Melepas pelukan Fanni, Ia berkata seraya menyerahkan cincin penyimpan yang entah bagaimana sudah berada di genggamannya.
"Kamu serahkan ini ke semua prajurit sekte! Dan harus mempelajarinya!...Di dalamnya ada sebuah buku Tehnik Ilusi yang bisa membuat keberadaan mereka tidak terdeteksi oleh pihak lain."
Dia saat ini ingin menjadikan murid sektenya untuk menjadi prajurit elit dari Sekte Pedang Langit Abadi!
Oleh karena itu, Saat ini dia tidak memerlukan murid tambahan terlebih dahulu untuk menyempurnakan rencananya.
Fanni menerima cincin itu dengan raut wajah bingung. Ia berkata dengan menautkan kedua alisnya. "Mengapa kamu tiba tiba memberi tehnik ilusi kepada semua murid?"
__ADS_1
Dirga tersenyum samar dan berkata datar. "Sepertinya kita sudah ketahuan! Saat ini mereka sedang menjalankan aksinya dan aku harus membuat perlindungan kepada semua murid!"
Fanni mengerutkan keningnya karena ia tak memahami maksud perkataan Dirga. "Aku tak tahu apa maksudmu! Apa aku boleh mengetahuinya..?" Fanni berkata ragu ragu.
Dirga tak menjawab, Ia menjentikan jarinya dan seketika energi tak kasat mata serta tak mudah di deteksi oleh pihak manapun melesat menuju jiwa Fanni.
Fanni sontak terdiam, Ia merasakan pikirannya jauh lebih tenang daripada sebelumnya. Tidak hanya itu saja, Persepsinya kini meningkat tajam!
Persepsinya menambah seribu meteran! Dia yang berada di ranah Alam Bumi tingkat kedua seharusnya memiliki jarak persepsi sekitar satu setengah kilo meter dan kini menambah satu kilo lagi.
Itu berarti persepsinya saat ini memiliki jarak dua setengah kilo meter!
Namun, Seketika wajahnya berubah ketika persepsinya menangkap sebuah pergerakan kecil yang berjarak dua kilometer dari sektenya.
Memandang Dirga, Ia berkata dengan terkejut. "Apakah...Apakah ini yang kamu maksud?"
Dirga menganggukkan kepalanya dengan acuh, Ia lantas berkata. "Tepat sekali! Tapi ini hanya pengalihanku saja, Saat mereka memikirkan bahwa ada kesempatan untuk melakukan kericuhan kepada sekte kita, Aku akan menangkapnya!"
"Huu~ Kakak! Apakah kita berdua tidak di ajak?" Seru Ania yang dari tadi diam dengan cemberut karena di abaikan oleh Kakaknya, Begitupun juga dengan Cintia.
Bagaimanapun, Setelah ia mengetahui jika mereka berdua memiliki tubuh istimewa, Kedua gadis kecil itu ia beri pelatihan fisik dengan cara menyeret sebuah batu sepuluh kilogram yang ia ikat di kedua kakinya.
Awalnya, Ania dan Cintia menyesal begitu melihat cara latihan yang di ajarkan kakaknya! Tapi dia tak menyesal lagi ketika kakaknya mengatakan bahwa itu semua agar bisa berkultivasi menjadi kuat!
Tentu saja kedua gadis kecil itu sangat senang ketika mendengar perkataan kakaknya!
Siapa yang tidak senang jika mereka berdua bisa berkultivasi seperti orang yang memiliki kekuatan hebat. Pikirnya.
Kedua gadis kecil itu menganggukkan kepalanya patuh. "Baiklah..! Kakak~ Tapi aku ingin menemui kak Laniya! Sudah dua hari Tia tidak melihatnya!" Seru Cintia dengan wajah memohon.
Di angguki kepala Ania. "Benar kak~ Ania juga kangen bertemu dengan kak Laniya! Apa wajah cantik kak Laniya bertambah cantik atau sama saja..!" Timpal Ania dengan suara imutnya yang membuat Dirga memeluk keduanya dengan riang membuat mereka terkikik senang.
"Tentu saja boleh! Tapi kakak Laniya sedang dalam latihan tertutup jangan mengganggunya! Oke?!" Kata Dirga sambil mencubit kedua pipi kenyal gadis kecil itu.
__ADS_1
"Hore~ Terima kasih Kak! Emmuaah...!" Ucap keduanya serempak seraya mendaratkan ciumannya ke pipi Dirga.
Dirga segera membuka gerbang dunia cerminnya dan di langsung di masuki oleh kedua gadis kecilnya sambil bersenandung gembira.
Dirga tidak tahu atau entah sedang lupa, Jika di dalam dunia cerminnya ada dua puluh sosok yang menghuninya, Selain dirinya dan Laniya.
Ania dan Cintia yang baru masuk begitu tertegun, Mereka berdua terdiam sejenak dan bertanya dengan waspada. "Siapa kalian? Kenapa kalian bisa masuk kesini??"
Apa yang mereka lihat begitu mengejutkannya. Dua puluh sosok itu kesemuanya adalah seorang gadis gadis yang terlihat sangat cantik.
Rambut rambut hitam mereka tergerai indah. Wajahnya yang putih lembut itu menambahkan pesonanya sebagai seorang gadis.
Sosoknya seperti Peri yang ada di dongeng fantasi!
Ania dan Cintia tidak mengenali mereka, Tapi matanya tiba tiba menangkap satu sosok yang mereka kenal dan berseru kaget. "Kak Rista...?"
Sosok yang di panggil Rista tersenyum begitu melihat kedua gadis kecil itu. Kesembilan belas gadis lainnya mengerutkan keningnya dan bertanya satu persatu. "Rista, Apa kamu mengenal kedua gadis kecil imut ini...?"
"Benar benar lucu! Rista...! Apa kamu memiliki dua putri? Kenapa kamu tidak menceritakan kepada kami semua?..."
"Gadis kecil! Kamu lucu sekali! Apa kalian berdua putri Kak Rista??" Timpal salah satu mereka dan berjalan mendekat dengan mata berbinar.
Rista yang di beri banyak pertanyaan konyol bagi dirinya buru buru menyanggahnya. "Bukan!...Bukan! Mereka berdua adik dari Master Sekteku, namanya Ania dan Cintia! Orang yang menyelamatkan kita semua...!"
Begitu mendengar perkataan Rista, Kesembilan gadis gadis cantik itu segera mengerlingkan matanya menatap kedua gadis lucu itu yang kini mata besarnya berkedip kedip.
"Wuahh! Adik dari Master sektemu? Aku tidak menyangka jika mereka berdua adiknya...Seru salah satu gadis dan buru buru membungkukkan badannya dan berkata dengan hormat. "Nona Ania dan Nona Cintia! Maaf atas sikap kelancangan saya tadi!"
"Saya juga minta maaf..."
"Saya juga..!"
"Saya pun juga..!"
__ADS_1
"...."
Para gadis itu segera membungkukkan badannya memberi hormat. Karena pada dasarnya kesemuanya hanyalah warga desa yang miskin dan sekarang tidak memiliki siapapun karena desanya sudah di hancurkan oleh Sekte laknat itu!