
Dirga duduk bersila untuk menyerap energi di depannya. Tiba tiba saja, Dari tubuhnya memendar cahaya hijau cerah.
Cahaya itu langsung menembakkan beberapa untaian dan langsung mengenai beberapa bagian tubuh sosok iblis sosok itu.
Dirga merasakan tubuhnya perlahan lahan di penuhi oleh energi yang melimpah.
•••
Laut Timur
Laut Timur adalah perbatasan antara benua timur dan benua tengah. Laut Timur sangatlah luas hingga ribuan mil jauhnya.
Di atas laut, Tiga burung besar berwarna putih indah mengepakkan sayapnya menuju depan dengan kecepatan cepat.
Burung putih itu adalah Burung Peri!
Sosoknya sangat indah membuat siapapun yang memandangnya akan terpesona!
Di atas Burung Peri, Tiga belas sosok nampak bersila memejamkan matanya.
Salah satu sosok pria dengan tunggangan paling depan membuka matanya.
"Sudah lama aku tidak menginjakkan kaki di sini, Energi di sini sangat tipis di bandingkan Benua Tengah." Gumam pria itu. Dia bernama Jenderal Tanbi! Jenderal kepercayaan Kaisar Benua Tengah.
Kaisar Zhan Thong!
Di sisi kiri nampak seorang pemuda berusia 20thn. Pemuda ini memiliki paras yang lumayan tampan dengan warna kulit kuning langsat.
Pemuda itu membuka matanya dan melirik depan dengan acuh. "Huh, Memang pantas di sebut Kerajaan tak berguna! Lihatlah, Energi di sini tidak setebal di Benua Tengah!" Dengusnya dingin.
Jenderal Tanbi yang mendengar keluhan pemuda ini merasa tak berdaya. "Tuan muda Lian Xin! Jangan bicara seperti itu, Kita kemari bukan untuk membuat kekacauan melainkan menjemput Putri pertama dari Kaisar Zhan!" Jawabnya sambil melirik pemuda bernama Lian Xin.
Lian Xin yang mendengar Jenderal Tanbi pun tidak dapat membalasnya. Karena status pihak lain tepat di bawah Kaisar Zhan sendiri.
Bahkan Keluarganya tak memiliki hak untuk mengatur pria ini!
'Hah, Semoga saja Putri kaisar itu benar benar cantik!' Ucapnya di dalam hati dengan kilatan aneh dari sorot matanya.
Jenderal Tanbi yang tak mendapati respon juga tak memperdulikannya, Ia sebenarnya muak dengan sikap angkuh pemuda ini.
Jika bukan karena urusan politik, Ia sudah membunuh pemuda ini pada saat lalu!
Di sisi kanan Jenderal Tanbi. Seorang pria paruh baya seumurannya tampak bersila dengan tenang.
__ADS_1
Meskipun sebenarnya mendengar ocehan pemuda itu, Ia tak memperdulikannya karena dia adalah pengawal sekaligus teman seperjuangan Jenderal Tanbi!
Jenderal Tanbi menatap depan dan nampak sedikit istana yang menjulang tinggi.
Menambah sedikit tekanan Burung Peri nya, Mereka semuanya pun melesat dengan sangat cepat ke arah depan.
Atau lebih tepatnya arah Istana Kerjaan Qin!
•••
Satu hari kemudian, Di hari ini, Dirga masih fokus duduk bersila di depan sosok besar iblis itu.
Sosok pemuda yang di selamatkannya kemarin entah kemana sekarang perginya.
Tubuhnya yang memancarkan cahaya hijau bertambah terang.
Rantai emas di depannya juga nampak mengalami perubahan yang menunjukkan warna abu abu.
Tak lama dari itu, Rantai emas itu perlahan lahan mengeluarkan suara retak diiringi suara pecahan seperti pecahan kaca.
Krak! Pyarr!
Wushh!
"Ding! Berhasil menyerap sisa energi iblis sepenuhnya ke dalam tubuh tuan"
"Ding! Selamat tuan karena pertama kali menyerap energi iblis, sistem memberikan hadiah 3 kotak misterius."
Suara dering sistem menggema di benaknya dan Dirga membuka matanya dan terlintas cahaya biru sesaat dari pupil matanya.
"Hm, Tidak buruk meskipun tidak membantuku menerobos!" Gumamnya dan bangkit dari duduknya.
"3 Kotak misterius ya? Tapi biarkan dulu!" Dirga melambaikan tangan acuh tak memikirkan hadiah sistem terlebih dahulu.
Matanya mengitari sekeliling dan pandangannya seketika tertuju pada satu sosok tak jauh darinya.
Sosok itu nampak membakar daging panggang di atas api unggun. Dari penampilannya, Dirga mengetahui jika dia adalah pemuda yang ia selamatkan kemarin.
Sebelum berkata, Sosok pemuda itu bangkit dan menuju Dirga dengan tatapan hormatnya. "Tuan! Terima kasih telah membantuku kemarin! Sebagai gantinya saya telah membuatkan daging panggang untuk tuan!"
Pemuda itu berkata sambil menyerahkan daging panggang kreasinya. Bau gosong tercium oleh hidung Dirga membuatnya mengerutkan kening.
"Apa tidak ada hadiah yang sekiranya berharga dari daging gosong ini?" Dirga melewati pemuda itu sambil berkata aneh.
__ADS_1
Pemuda itu tertegun dan ekspresinya malu. Ini adalah pertama kali dia membakar daging panggang di tempat yang ia juga tak mengetahuinya.
Biasanya, Ia selalu diantarkan makanan oleh pelayan dari Keluarganya. Bahkan untuk memasak pun juga ia tak mahir.
Dirga duduk di depan api unggun dan mengeluarkan daging lalu memanggangnya di depannya. Tak lupa juga menambahkan sedikit bahan masakannya.
Pemuda itu tersadar dan berjalan mendekat ke Dirga. "I-itu.. Saya sebenarnya juga tidak tahu cara memasak! Tadi kebetulan ada monster dan aku membunuhnya untuk makan! Hehe..." Dia berkata nyengir sambil mendaratkan bokongnya di sebelah Dirga.
Namun begitu, Ia tercengang melihat bumbu yang di oleskan pada daging besar itu.
"I-itu...Itu eliksir Daun Seribu Warna!" Pekik nya dengan mata melebar.
Belum sempat tersadar dari tercengangnya, Kini ia lebih tercengang lagi ketika melihat benda yang di keluarkan oleh Dirga.
"I-itu...Itu adalah eliksir langka Bunga Selaput hijau dan Kembang Kelor!" Pekik nya sekali lagi dan kali ini rahangnya terbuka lebar.
Ia tahu kalau benda yang di keluarkan oleh Dirga adalah sebuah eliksir berharga yang bahkan keluarganya tidak mempunyai nya.
Namun kini, Di hadapan Dirga eliksir itu tak lebih dari bumbu oles biasa. Ia tak tahu harus tertawa atau menangis melihat ini.
Jika ia bisa mendapatkan eliksir itu tidak menutup kemungkinan jika status Keluarganya meningkat pesat!
Dirga melirik pemuda itu dengan acuh. "Itu hanyalah daun biasa...Mengapa kamu terkejut melihatnya??" Dirga bertanya ringan tak memperdulikan ekspresi terkejut pihak lain.
Hiss!
Dia meringis tertahan begitu mendengar perkataan Dirga itu yang terdengar ringan.
Belum sempat berkata, Dirga mendahuluinya. "Sebelum itu, Siapa namamu dan mengapa kamu bisa di culik oleh iblis - iblis itu??"
Raut wajah pemuda itu nampak rumit sesaat dan menggelengkan kepalanya tanpa daya.
"Namaku Erga Longgo tuan! Saya juga tak tahu mengapa bisa berada di sini...Terakhir kali aku mengingatnya adalah ketika aku berjumpa dengan iblis iblis mengerikan itu. Karena kultivasiku yang rendah ini aku juga tak bisa berbuat apa - apa!" Pemuda bernama Erga Longgo berkata dengan raut wajah muram.
Dahi Dirga mengernyit sedikit. "Longgo? Sepertinya aku pernah mendengarnya.." Dirga bergumam sambil mengingat ingat namun ia tak berhasil dan kembali menggelengkan kepalanya.
"Longgo adalah nama Keluargaku, Keluarga Longgo! Status Keluargaku berada di kelas dua tingkat atas sebelum Keluarga Xu yang berada di wilayah Ibu Kota Kerajaan. Entah bagaimana nasib Keluargaku saat ini!" Erga tanpa sadar menjelaskan tentang Keluarga yang ada di Ibu Kota Kerajaan.
Dahi Dirga kembali mengernyit ketika telinganya mendengar Keluarga bermarga Xu ini.
'Apa Xenia ada hubungannya dengan Keluarga Xu ini?' Batinnya bertanya tanya.
"Sebelum itu, Bisakah kamu menjelaskan tentang Keluarga yang ada di Ibu Kota dan keadaan di sana?" Dirga bertanya menatap Erga.
__ADS_1