Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 86


__ADS_3

 Dirga juga mendengarkan gumaman Tei, Tapi ia tak mempermasalahkannya. Ia beralih menatap kedua sisa pria itu yang kini menundukkan kepalanya.


 "Aku akui jika tehnik ilusi mu tadi cukup hebat! Tapi kalian benar benar meremehkan ku! Tehnik rendah seperti itu tak mempengaruhi penglihatan ku! Apalagi yang satu tadi!" Kata Dirga dengan dingin.


 Namun, Ekspresi ketiga pria itu benar benar jelek. Mereka tahu maksud perkataan Dirga karena di belakangnya ada satu orang yang dikenalnya sedang mengawasi pergerakkan nya dari tadi!


 Dirga tak memperdulikannya lagi. Ia berkata acuh. "Jika kalian tidak mengakuinya, Aku tak segan segan untuk menyiksa kalian! Bahkan memohon ampun pun aku tidak peduli!"


 Setelah berkata, Belasan jarum melesat ke dalam tubuh ketiganya dengan kecepatan cepat. Bahkan, Tak satupun yang melihat kecepatannya.


 Mereka hanya bisa melihat Dirga melambaikan tangan dan membuat ketiga pria itu tersentak dengan raut wajah kesakitan.


 "Ahk! S-Sakit! Ini benar benar sakit..!"


 "B-Bajingan! Ahk...! Kau...Apa yang kau lakukan kepada kami..?"


 "Ahkk- Tu-Tubuhku...!"


 Mereka bertiga berteriak sambil guling guling. Seluruh tubuh atau lebih tepatnya organ dalamnya terasa panas dan lama kelamaan terkoyak lalu perih luar biasa.


 "Tentu saja menyiksamu!" Jawab Dirga dengan seringai kejam nya dan kembali memasukkan pil ke mulut ketiganya.


 Namun, Sebelum kembali pulih, Kejadian tadi berulang kembali membuat mereka berteriak kesakitan lagi.


Hiss!


 Para bawahan Dirga merinding ketakutan ketika melihat Dirga bagaimana menyiksa ketiga pria itu. Apalagi Tetua Roto, Selama ini ia belum melihat siksaan yang begitu mengerikan.


 Dirinya hanya melihat para brengsek itu memukul ataupun memecut tubuh para tahanan dengan cambuk.


 'Pemuda yang menarik!' Pujinya dengan raut wajah kembali tenang.


 Arya, Kai, Tei dan Zei tercengang begitu melihat bagaimana Masternya menyiksa ketiganya dengan tragis. Ini pertama kalinya melihat sisi kekejaman Masternya!


 Setelah beberapa saat kemudian, Tubuh ketiganya kejang kejang sambil mengeluarkan busa dari dalam mulutnya. Tapi, Dirga tidak akan memberi kematian lembut kepada mereka.

__ADS_1


 Mengeluarkan pil penyembuh lagi dan langsung melesatkan ke arah mulut ketiganya. Tubuhnya kembali pulih dan beberapa saat teriakan kembali bergema lagi!


 "Bunuh! Bunuh saja aku! Aku sudah tidak kuat menahannya...!"


 "Ahk! Kamu benar benar kejam! Bunuh saja kami! Kami tidak akan memberikan informasi kepada kalian dengan mudah! Ahkk..!


 "Ahkk-...!"


 Ketiga pria itu meraung sambil memohon agar dirinya langsung di bunuh. Tapi, Dirga tidak ingin memberikan keringanan kepada mereka.


 Semakin keras teriakannya, Semakin lebar senyumnya!


 Dirga tiba tiba menghentikan aksinya ketiga melihat wajah biru keunguan mereka bertiga. Dirga berkata acuh. "Apa kalian yakin aku tidak dapat mengorek informasi dari kalian?"


 Mereka bertiga tak menjawab. Menggerakkan tubuhnya saja tidak bisa, Apalagi berbicara. Mereka hanya bisa menatap Dirga dengan penuh niat membunuh.


 "Ck! Singkirkan tatapan itu!" Decak Dirga sambil menatap tajam satu satunya pria yang masih memiliki sedikit energi.


 Tiba tiba matanya memancarkan sinar biru samar dan berkata kepada pria itu yang kini sudah linglung. "Katakan! Dari mana asal kalian?"


 Wajah dua pria di sisinya terkejut karena rekannya tiba tiba berkata yang sebenarnya. Salah satu mereka menggertakkan giginya marah tanpa memerdulikan sakit di tubuhnya.


 "Kau...Kau bajingan! Haugo! Kau penghianat...! Kamu bajingan! Bedebah! Aku akan membunuhmu..!" Saking marahnya. Tubuh pria yang memaki tadi bergetar hebat dan tubuhnya lemah tak berdaya itu ambruk.


 Dirga tak memperdulikan dua pria yang sedang memaki sesama rekannya itu. Bahkan menoleh pun tidak. Dengan dingin, Ia kembali bertanya. "Dimana letak Organisasi Kegelapan? Apa tujuan mereka? Dan kenapa kalian mengintai Sekte ku?"


 "Organisasi Kegelapan terletak di kaki Gunung Timur dekat Hutan Terlarang area sudut paling Timur!... Tujuan kami tidak punya tujuan! Kami hanya lah Organisasi bebas yang hanya di sewa untuk melakukan pembunuhan di balik kegelapan!...Untuk yang terakhir, Kami di sewa oleh seseorang yang bernama Thu Wek! Dia hanya ingin melakukan kami untuk membantai kalian semua!" Jawab Pria itu dengan ekspresi sama.


 Linglung!


 Dirga menganggukkan kepalanya ringan dan menyudahi tehnik hipnotis matanya. "Oke! Terima kasih atas informasi kalian!" Jawabnya tanpa ekspresi.


"Kau...Kau Haugo bajingan! Kenapa kamu berkata sebenarnya kepada mereka? Dasar penghianat Brengsek...!" Maki keduanya dengan lemah serta marah.


 Sedangkan orang yang di panggil Haugo terdiam. Ketika mendengar cacian kedua rekannya ia menjadi bingung.

__ADS_1


 Tadi ia merasakan perasaan kosong yang menyerangnya secara tiba tiba, Lalu kemudian menjadi seperti semula lagi.


 Menoleh ke kedua rekannya dengan eskpresi bingung. Ia berkata aneh. "Kenapa...Kenapa kalian mengatakan aku seorang penghianat?"


 Satu rekannya tidak bisa menahan kemarahannya dan memakinya dengan kesal. "Dasar bajingan! Apa kamu pura pura bodoh di hadapanku? Kamu tadi memberikan semua informasi tentang Organisasi kita kepadanya! Kamu benar benar bodoh! Dasar tolol! Idiot...!"


 Haugo tertegun begitu mendengar cacian itu. Ia membatin bingung. 'Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka mengomeli ku?'


 Dirga tak terlalu peduli. Ia sudah berjalan keluar ruangan itu bersama para bawahannya yang sempat linglung sejenak. Ruangan tadi sebut saja sebagai Ruangan Neraka!


 Karena ruang itu berada di ruang bawah tanah dan tidak ada yang mengetahui letak ruangan itu kecuali para bawahan setia Dirga.


 Selain itu, Siapapun yang masuk pikiran mereka menjadi kosong karena Dirga membuat Formasi Ilusi Jiwa di situ.


 Ketika sudah keluar, Para bawahan Dirga yang terdiam tidak bisa untuk tidak bertanya. Kei berinisiatif berkata sambil berjalan. "Master! Tehnik macam apa itu tadi yang bisa membuat seseorang mengakuinya? Apa ada tehnik Se-mengerikan itu?"


 Yang lainnya pun mengangguk. Pada dasarnya, Tidak ada yang mengetahui Tehnik Hipnotis Dirga, Bahkan Tetua Roto yang usianya tergolong tua maupun yang paling senior pun baru kali ini melihat tehnik aneh ini.


 Dirga tersenyum dan berkata. "Tadi itu Tehnik Hipnotis! Tehnik mata yang bisa mengunci pikiran seseorang dan memaksa mereka berbicara jujur jika di tanyai oleh si pengguna tehnik itu!"


 Mendengar penjelasan Dirga. Mereka saling berpandangan satu sama lain dan menganggukkan kepalanya walaupun masih bingung dengannya.


 Dirga menambahkan. "Singkatnya, Ketika aku menatap matanya, Secara otomatis kesadarannya berada di kendaliku dan aku bisa melakukan apa saja tanpa sepengetahuannya, Dan hanya aku saja yang bisa mengembalikan kesadarannya!"


Mereka benar benar terkejut. Bukankah secara tidak langsung Master bisa mengendalikan seseorang sesuka hatinya?


 Memikirkan ini, Mereka pun menundukkan kepalanya takut jika Dirga mengaktifkan tehnik baru itu, Tak terkecuali Tetua Roto.


 "Hahaha!" Dirga tertawa. Dia tak menyangka jika ucapannya tadi langsung di percayai oleh mereka. "Kalian jangan khawatir! Aku tidak akan melakukan itu jika kalian tidak memiliki niat jahat kepadaku!"


 Melambaikan tangannya, Dirga berkata serius. "Sudahlah! Latih dulu tubuh kalian dan tingkatkan Kultivasi kalian! Dalam waktu tiga bulan berikutnya, Aku ingin kalian bertiga sudah berada di Ranah Alam Langit tingkat tinggi!...Dan untuk kalian berdua, Arya harus berada di Ranah Raja Langit tingkat delapan dan untuk Tetua harus berada di Ranah Pertapa meskipun tingkat rendah juga tak mengapa!...Gunakan sumber daya yang aku berikan ke Fanni dan bagikan sisanya kepada murid yang setidaknya memiliki pelatihan dengan rajin!"


"Baik! Kami Mengerti...!"


 Meskipun mereka semua agak ragu, Tapi untuk membuat Masternya senang tentu saja harus mengikuti arahannya!

__ADS_1


__ADS_2