
Sejenak, Mereka berdua saling diam satu sama lain. Tidak ada yang berbicara satu katapun dan hanya terdengar suara bising latihan Andira.
"Xenia!" Panggil Dirga lirih.
"Hmm?" Xenia Xu bersenandung lirih menjawab panggilan Dirga.
Kini ia sudah akrab dengan sosok pria tampan ini. Jadi ia tak sungkan bersikap seperti ini karena Dirga juga sendiri menyuruhnya agar tak terlalu sopan dengannya.
"Apa kamu tahu siapa Pangeran yang bernama Qin Diega?" Ucap Dirga yang entah mengapa mengarah kepada sosok pemilik tubuhnya ini.
Xenia Xu tertegun. Ia tak mengerti mengapa Dirga berkata seperti ini.
"Tentu tahu! Bahkan orang - orang seluruh benua timur pun mengetahui siapa Pangeran itu!" Jawab Xenia Xu dengan suara yang terdengar lembut di telinga Dirga.
Tanpa menoleh kebelakang, Dirga berkata. "Apa kamu tahu informasi tentang sosok Pangeran itu?"
Xenia Xu meskipun tidak tahu mengapa Dirga tiba tiba bertanya mengenai hal ini. Namun ia tak ragu untuk menjelaskannya.
"Dari informasi yang aku dengar, Desas desus mengatakan. Jika Pangeran pertama Qin Diega setahun yang lalu telah membuat hal yang tak senonoh yang tidak harus di lakukan oleh seorang Pangeran!"
Sebelum penjelasan Xenia Xu berlanjut, Dirga menyelanya dengan penasaran. "Tak senonoh? Apa maksudmu?"
Xenia Xu tersenyum sambil melanjutkan pijatannya. "Mungkin kamu tidak tahu, Informasi ini telah menyebar ke seluruh benua timur jika Pangeran Qin Diega telah memperkosa banyak pelayan wanita di Istana Kerajaan, Bahkan dua Selir Raja Qin Xuantian pun tak luput dari keganasannya! Beruntung Pangeran kedua Qin Rama dan Pangeran ketiga Qin Arma memergoki itu. Alhasil Pangeran itu di buang entah kemana!"
Di akhir katanya, Raut wajah Xenia Xu tampak sedikit bergidik ngeri namun kembali tenang seperti semula.
Sedangkan Dirga? Dirinya saat ini tertegun, terpana dan tercengang dengan apa yang baru ia dengar dari mulut Xenia Xu.
Sebelum berkata, Xenia Xu lebih mendahuluinya. "Oh, ya! Aku hampir lupa!...Aku baru teringat jika sebelum Pangeran itu di buang, Kultivasinya cacat dan tidak bisa lagi melakukan Kultivasi lagi selamanya. Itu yang aku tahu tentangnya!...Kenapa kamu bertanya tentang Pangeran itu?" Tanya Xenia Xu di akhir kalimatnya.
Dirga tak menjawab. Di hatinya saat ini ia merasakan emosi dan marah. Dia tak menyangka jika kedua saudaranya itu malah membual tentang sosok pemilik tubuhnya.
Bualan menjijikkan ini membuatnya ingin saja membunuh dua saudara bajingan ini.
__ADS_1
Namun begitu, Ia masih bisa menahan kemarahan di hatinya. Saat ini, Dia berusaha tidak peduli akan hal itu .
Jika kedua saudara laknat itu mencoba mengusik kehidupannya, Ia tak segan - segan untuk melawan mereka.
Tak peduli apa konsekuensinya, Jika dia mengusiknya, dia juga berani melawannya. Begitupun juga dengan sebaliknya.
Kembali menghembuskan napasnya dalam dalam agar tak emosi.
"Apa kamu benar benar percaya dengan semua informasi itu?" Tanyanya sambil tersenyum kecut.
Xenia sedikit tertegun begitu di tanyai. Entah kenapa dia merasa ragu akan informasi tentang Pangeran Qin Diega.
"Aku...Aku juga tak tahu, Tapi entah aku sendiri tidak yakin dengan semua informasi ini. Bagaimanapun, Dia adalah seorang Pangeran! Sangat tidak mungkin dia melakukan hal menjijikkan itu!" Ujarnya seraya menggelengkan kepala.
Dirga tersenyum kecil menanggapi pernyataan Xenia Xu. Sedikit perasaan hangat menyapu hatinya.
Tidak menyangka jika ada orang yang meragukan reputasi pemilik tubuhnya.
"Kenapa kamu bertanya tentangnya?" Xenia Xu bertanya sekali lagi bingung.
"Oh" Xenia Xu hanya ber'oh ria tak peduli. Meskipun penasaran ia tak mau bertanya karena ia juga tidak peduli tentang itu.
Dia tidak tahu jika sosok Pangeran yang sedang di bicarakan itu sedang ia pijat bahunya!
Pada saat ini. Laniya berjalan menghampiri keduanya dan duduk di sebelah Dirga dengan langkah yang elegan.
Dirga melirik sekilas dan bertanya. "Bagaimana? Apa sudah mendapatkan informasi darinya?"
Laniya mengangguk dan menyeruput sisa teh milik Dirga. Dirga juga tak mempermasalahkannya.
"Dari perkataan Jenderal tadi, Dia mengatakan jika dia di utus oleh Pangeran Qin Rama untuk mengambil para gadis itu, Tujuannya hanya untuk melakukan kultivasi iblis dengan cara menyerap esensi darah para gadis itu. Sedangkan yang satunya, Dia tidak tau markas sebenarnya dari Organisasinya, Selama hidupnya dia hanya menempati tempat itu dan hanya ada beberapa orang yang melaporkan situasi kepadanya!" Laniya melaporkan tentang apa yang ia ketahui.
Ya! Sebelum Dirga benar benar pingsan saat itu, Dia berhasil menyelamatkan Ketua Guandong dan Jenderal Gudik beserta para gadis tahanan.
__ADS_1
Keduanya ia tempatkan di ruang tertentu untuk menyiksanya agar mereka jujur untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Begitu." Dirga berkata acuh.
Dia berencana untuk menyelidikinya sendiri dimana markas sebenarnya dari Organisasi Serigala Hitam ini yang terkenal sangat ganas.
Xenia Xu yang di belakangnya wajahnya tampak rumit. Dirga menoleh ke wajah Xenia Xu dan mendapati raut aneh dari gadis itu.
"Kamu tahu bukan di mana tempat mereka berada?" Tanya Dirga penuh selidik menatap mata lekat lekat gadis itu.
Xenia Xu ragu ragu menjelaskannya, Ia masih takut serta trauma akan bahaya yang menimpanya.
Dirga membalikkan badannya ketika melihat ekspresi ragu gadis itu. "Tidak masalah jika kamu tidak memberi tahunya! Aku sendiri bisa menemukan keberadaan itu!" Ucap Dirga percaya diri.
Dengan kecepatan terbangnya maupun Sayap Dewa nya ia tak ragu untuk menelusuri seluruh tempat di daratan ini.
Apalagi ia memiliki tehnik teleportasi yang membuatnya bisa bergerak dengan cepat. Bukan hanya itu, Dia juga memiliki tehnik unik yang tidak dimiliki oleh kultivator lainnya.
Mustahil baginya untuk tidak menemukan keberadaan itu!
Laniya yang juga memperhatikam ekspresi aneh gadis itu dan berkata menghibur. "Tidak apa apa...Tidak perlu takut dengannya, Jika ada waktu untuk bicara lebih baik kamu jelaskan padanya."
"Emm...Terima kasih, Mungkin butuh waktu untuk aku berkata yang sebenarnya." Xenia Xu mengangguk dan berkata malu.
Dia sudah di selamatkan dan sekarang sudah di tempatkan di suasana yang nyaman oleh pria ini.
Namun dirinya? Dia tidak membalas apapun itu pada pria ini membuatnya sangat malu dan canggung. Namun entah mengapa dirinya sulit untuk mengatakannya.
Dirga tak mempermasalahkannya, Ia berdiri dan berkata kepada Laniya. "Bagaimana dengan pasukanmu?"
Laniya ikut berdiri dan menjelaskan kepada Dirga. "Cukup memuaskan! Sekarang kedua puluh gadis itu kini rata dengan Ranah Alam Langit tingkat rendah ke tinggi. Mungkin karena sumber daya yang kamu berikan waktu lalu membuat mereka menerobos tingkatan begitu mudah dan ini juga tentang duniamu yang memiliki energi besar dari dunia luar sehingga mereka kapan saja bisa menyerap untuk berkultivasi."
"Tapi saat ini aku sedikit merubahnya dan Fanni sekarang aku pilih menjadi komandan mereka dan selalu mengawasi latihan mereka. Tidak hanya itu, Lima puluh gadis yang kamu selamatkan tadi juga sepertinya ingin bergabung dengan pasukanmu!" Imbuh Laniya.
__ADS_1
Dirga mengangguk dan berkata sekali lagi. "Itu terserahmu apakah kamu mau menjadikan mereka sebagai pasukanmu. Aku tidak memiliki kehendak tentang itu!"
"Aku mengerti!" Jawab Laniya dengan cepat memutuskan untuk menerima ke lima puluh gadis itu agar pasukannya bertambah banyak nan kuat serta kokoh.