
Beberapa saat kemudian, Fei Ha membuka matanya dan mendapati wajah tampan Dirga yang masih terpejam.
Ia seketika duduk dan mengingat kejadian tadi lalu melihat tubuhnya sendiri.
"I-ini?"
Ucapnya tersentak kaget mendapati lukanya pulih sepenuhnya. Hanya energinya yang ada di Dantiannya yang masih kosong.
"Hah, Syukurlah jika aku masih hidup!" Imbuhnya lalu menatap wajah Dirga yang masih pingsan.
Meskipun terlihat pingsan, Tidak ada luka luar maupun dalam yang ia deteksi membuatnya kebingungan.
"Harimau kecil! Bawa tuanku naik ke tubuhku...Cepat!"
Sebuah seruan besar terdengar di dekatnya membuatnya seketika pucat.
Ia menoleh dan baru menyadari jika sosok Naga hitam tadi masih setia menatapnya.
Namun tatapannya kini nampak berbeda dari sebelumnya. Rasa haus akan membunuh seketika berubah menjadi tatapan hormat.
Namun tatapan itu hanya menuju ke satu arah, yaitu sosok Dirga.
Mengernyit tak mengerti dan berkata dengan waspada seraya melindungi tubuh Dirga.
"K-Kau? Kenapa kau ada di sini??"
Naga hitam itu baru menoleh ke arah Fei Ha dan membalas perkataan Fei Ha.
"Tentu untuk melindungi tuanku! Cepat bawa tubuh tuan naik ke punggungku! Ayo pergi dari sini!!"
Ekspresi Fei Ha kaget mendengarnya. Ia menjadi curiga jika Naga hitam ini memiliki maksud tertentu.
"Tunggu! Apa kau tidak ada maksud dengan tuanku?" Kata Fei Ha yang kini ucapannya terhadap Dirga berubah menjadi tuan.
"Tuanmu tuanku juga! Aku tidak ada maksud apa - apa selain membawanya ke tempat yang lebih aman!"
"Cepatlah! Sebelum ada monster - monster ganas lainnya kesini!" Ucap kesal Naga hitam itu karena Fei Ha masih mencurigainya.
Fei Ha terdiam ragu dengan ucapan Naga hitam itu. Namun ketika ia mendengar monster ganas tadi membuatnya takut.
Jika satu monster seperti Naga hitam ini, Lalu bagaimana dengan dua? Lalu tiga?
Memikirkannya sontak membuatnya menelan ludah.
"O-Oke oke! Aku ikut denganmu!"
Ucap cepat Fei Ha menepiskan keraguannya. Karena ia tak melihat tatapan maupun aura membunuh dari Naga hitam ini.
Dengan tubuh kecilnya, Ia menggendong tubuh Dirga dan dengan satu hentakan kaki. Tubuhnya sudah berada di atas tubuh Naga hitam itu.
Wushh!
Lima menit kemudian....
Dirga di bawah ke tempat goa tadi yang adalah tempat Naga hitam itu.
"A-apa kau tidak memakanku?" Fei Ha melompat ke tanah sambil menggendong tubuh Dirga seraya bertanya.
__ADS_1
"Dengan tubuh kecilmu itu, Lebih baik aku berkultivasi!" Cibir Naga hitam ketika di tanyai Fei Ha.
Fei Ha mendengus. "Huh! Meskipun tubuhku kecil, aku ini adalah leluhur ras Harimau Putih!!" Katanya yang sedikit mengejutkan Naga hitam itu.
"Oh, Ternyata kamu seorang leluhur! Tapi kenapa aku tidak pernah sekalipun bertemu denganmu?" Tanya Naga hitam itu karena ia tak pernah bertemu.
Fei Ha meletakkan tubuh Dirga di atas goa terlebih dahulu dan menatap Naga hitam itu.
"Kau hanya berusia ribuan tahun! Sedangkan aku sudah ratusan ribu...Tentu saja kau tidak dapat bertemu denganku!" Ucapnya.
Naga hitam itu terdiam sejenak seolah berpikir. Lalu ia menunjukkan gigi besarnya yang beberapa ada yang patah.
"Ratusan ribu tahun..ya?...Tapi mengapa kultivasimu hanya Saint belaka??" Ucap Naga hitam itu membuat Fei Ha kesal.
Sebelum ia berkata, Suara batuk terdengar. "Uhuk-uhuk!"
"Tuan!" 2×
Seru Naga hitam dan Fei Ha bersamaan ketika mendengar suara batuk itu yang berasal dari Dirga.
Dirga mengerjapkan matanya beberapa kali dan pandangan pertama yang ia lihat adalah sosok imut nan cantik Fei Ha.
"Fe-Fei Ha! Maafkan aku yang tidak dapat melindungimu!" Ucapnya serak dan tangannya menyentuh pipi mulus Fei Ha.
Fei Ha terharu melihat tuannya khawatir dengan dirinya.
"Tuan tidak perlu cemas! Lihatlah! Fei Ha masih sehat kok! Fei Ha yang harusnya minta maaf karena tidak bisa melindungi tuan!" Ucap kecil Fei Ha sambil menunjukkan tubuh kecilnya.
Dirga tersenyum lucu melihat kelakuan seorang leluhur Fei Ha yang menurutnya konyol.
"K-kau?" Ucap kaget Dirga dan seketika ia berdiri menjadi waspada.
Bruk!
Tiba - tiba tubuh besar Naga hitam itu terjatuh hingga menggetarkan tempat itu.
"Tu-tuan! Maafkan saya atas kejadian tadi!...Jika tuan mau, Tuan bisa membunuh saya!" Ucap Naga hitam itu dengan tatapan memohon.
Seketika Dirga terkejut melihat pemandangan dimana sosok Naga hitam yang ia lawan tadi kini berlutut memohon ampun kepadanya.
"Apa yang terjadi?"
Tanyanya di dalam hati merasa aneh dengan sikap Naga hitam ini yang berubah menjadi lembut kepadanya.
"Ding! Tuan tidak perlu khawatir! Sistem telah membuat segel budak di Naga Hitam itu!"
"Karena kekuatan tuan masih lemah jika berhadapan dengan Naga Hitam itu!"
Tiba tiba suara dering akrab menggema di benaknya membuatnya agak terkejut.
Namun kemudian ia menghela napas lega.
'Setidaknya dengan ini ia memperoleh seorang bawahan kuat.' Pikirnya.
"Hm, Baiklah! Aku mengampuni mu!! Tapi, Bisakah kamu berubah wujud menjadi manusia?"
"Tidak mungkin kan aku membawa tubuh besarmu ini? Bisa bisa menjadi buronan aku!"
__ADS_1
Ucap Dirga menatap Naga hitam itu menyuruhnya berubah wujud.
"Eh- Itu..Itu..." Naga Hitam itu sedikit tersentak akan permintaan Dirga.
Namun kemudian ia merasakan jantungnya berdegup kencang seolah di peras kuat oleh kekuatan tak terlihat.
"Akh!" Ringis nya kesakitan dan ekornya melambai lambai ke atas.
"A-apa yang terjadi dengan Naga jelek ini??" Ucap Fei Ha kaget mendapati keanehan Naga hitam itu dan tubuhnya bersembunyi di belakang Dirga.
Dirga pun begitu, Ia tidak tahu mengapa Naga hitam ini berteriak seolah sedang kesakitan.
"Am-ampuni aku! A-aku...Aku akan menuruti permintaan tuan!!" Ucap Naga hitam itu di sela sela rintihannya.
Dan seketika itu juga, Tubuh Naga hitam itu bersinar agak ke abuan yang cukup terang membuat Dirga dan Fei Ha menutup matanya sejenak.
Ketika keduanya membuka matanya kembali, Mereka di buat tercengang dengan apa yang mereka lihat.
Sesosok gadis kecil layaknya berusia 12 tahunan tanpa sehelai pakaian pun berdiri di depannya.
Rambutnya sepunggung berwarna hitam legam. Dua mata coklat itu terlihat jernih.
Namun wajah gadis kecil itu begitu cantik dan imut. Poni - poni rambutnya menutupi dahi dan dua lesung pipi terlihat menambah kelucuannya.
Mata besarnya berkedip lucu ketika memandangnya.
"Tu-tuan?"
Suara kecil imut gadis kecil itu membuyarkan mereka berdua yang sejak tadi diam.
"K-kamu Naga tadi??".Tanya Dirga tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Gadis kecil itu menganggukkan kepala kecilnya sambil menatap Dirga dengan raut wajah ketakutan.
"I-iya benar tuan! S-saya adalah Naga hitam tadi yang membuat rusuh kepada tuan!" Ucap gadis kecil itu kembali dengan gugup.
Dirga tertegun mendengarnya. Entah secara kebetulan atau memang betul.
Di sampingnya ada sesosok ras harimau putih yang berusia ratusan ribu tahun, Namun penampilannya seperti anak kecil.
Dan di depannya ada sesosok dari ras Naga yang berusia ribuan tahun, Namun penampilannya sama seperti Fei Ha.
Hanya saja masih tinggi Fei Ha di bandingkan dengan sosok Naga ini.
"Pakai pakaianmu dulu!" Pinta Dirga tersadar dan mengeluarkan baju kecil lengkap, sisa milik Ania dan Cintia waktu lalu.
"Eh-" Gadis naga itu sedikit tersentak dan baru menyadari jika ia dalam keadaan telanjang bulat.
Dengan perasaan malu, Ia buru - buru memakai pakaian pemberian Dirga.
Setelah itu, Dirga kembali menatap wajah gadis naga kecil itu dan bertanya. "Sebelum itu, Namamu siapa? Gadis Naga?"
Mendengar ia di panggil dengan sebutan gadis naga, Gadis kecil itu terkikik geli akan sebutan itu.
Menganggukkan kepala kecilnya dan menjawab.
"Em...Nama saya....Ziying!"
__ADS_1