Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 92


__ADS_3

Tiba tiba, Muncul tiga sosok lelaki tua berbeda umur yang langsung berdiri di pojok ruangan. Sontak, Para bawahan Dirga berdiri dengan waspada.


Kai serta ketiga saudaranya berkata dengan waspada. "Siapa kalian? Apa maksud kalian mengintai kami? Dan apa tujuan kalian?"


Lelaki tua paling kiri menjawab mendengus. "Huh, Kamu tidak layak mengetahui kami! Bahkan kalian tidak dapat mendeteksi aura keberadaan ku! Hahaha..."


Mereka semua tertegun mendengar perkataan lelaki itu. Sebelum menjawab, Suara kecil marah terdengar. "Hei, Kalian pak tua jangan macam macam dengan kami!...Adik! Ayo hajar ketiga pak tua itu!"


Wuahh! Wushh!


Buk Buk Buk Buk Buk


"Aduh aduh aduh! Siapa ini..? Kenapa kedua bocah kecil ini? Kenapa kalian memukuliku? Aduh..!" Ringis salah satu sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Ania mendengus kecil. "Huh, Jangan panggil aku bocah! Rasakan ini! Siapa suruh mengintai Sekte Kakak..! Adik! Cepat hajar mereka! Jangan sampai mereka kabur!"


Tia mengangguk dengan semangat. "Hahaha, Kak! Ayo hajar mereka sampai babak belur. Berani berani nya pak tua ini menyusup ke sini!"


Kedua gadis kecil itu langsung melayangkan beberapa pukulan di bawah tatapan tercengang semua orang.


Tei dan Zei yang melihat itu segera berlari di belakang Kai agar tidak melampiaskan amarah ke mereka.


"Tei, Kedua gadis kecil ini semakin lama semakin menakutkan! Lihat! Bahkan ketiga pak tua itu tidak berkutik di hadapan mereka!" Ujar Zei sambil mengisyaratkan kepala melihat ke adaan ketiganya


Dirga yang melihat kelakuan kedua gadis kecilnya menggelengkan kepalanya dan berkata. "Ania, Cintia! Berhenti! Jangan sampai ketiganya mati karena kalian berdua. Apa kalian tidak puas melihat wajah lebam ketiganya?"


Mendengar perkataan Dirga, Ania dan Cintia segera melepaskan ketiganya. Melihat wajah babak belur ketiganya membuat kedua bocah itu tersenyum lebar.


"Huh, Belum apa apa sudah benyok! Salah kalian sendiri sih!" Dengus Ania sambil mengangkat tinju kecilnya ke mereka.


Cintia yang di sebelahnya hanya mendengus sambil melirik Tei dan Zei yang membuat dengus nya berubah menjadi senyum lebar membuat si empu semakin menjaga jarak.


"Hehe~" Kekeh keduanya dengan bersenandung tanpa rasa bersalah sambil mendekat ke sisi Dirga untuk melanjutkan makan rotinya.


"Nyam Nyam~"


Keduanya menikmati roti sambil bersendawa kecil tanpa memperdulikan tatapan semuanya yang nampak aneh.


Dirga tersenyum, Lalu mengalihkan pandangannya ke ketiganya dan berkata sambil melambaikan tangannya. "Bangkitlah! Hanya pukulan kecil seperti itu kalian lemah! Apa begini kekuatan Ranah Setengah Immortal tingkat rendah?"


Begitu perkataan Dirga terlontar, Mata semua orang melotot dengan rahang terbuka lebar dan tanpa sadar mengalihkan pandangannya ke arah ke tiga pria tua itu.


"Se-Setangah Immortal?" Gumam entah siapa sambil menahan napas terkejut.


Ternyata ketiga pria ini berada di Setengah Immortal yang legendaris itu? Pikir semuanya.


Meskipun Setengah Immortal hanya pintu masuk untuk masuk ke Ranah Immortal, Bagi mereka itu adalah hal yang paling menakjubkan sekaligus mengerikan.

__ADS_1


Di katakan menakjubkan karena mereka hanya mendengar jika ada satu orang yang sudah mencapai Ranah ini yaitu Raja Qin Xuantian, Raja Kerajaan Benua Timur.


Namun, Dikatakan mengerikan karena dengan kekuatan ini. Satu orang bisa menghancurkan beberapa wilayah atau bisa juga setengah wilayah Benua Timur.


Dan ini? Ada tiga! Meskipun hanya tingkat rendah, Itu bisa saja terjadi.


Ketiga pak tua itu terkejut mendengar perkataan Dirga yang memang benar adanya. Salah satu dari mereka menelan Pil dulu dan berkata. "Sudah ku duga, Anak muda seperti mu tidak layak untuk ku jadikan musuh. Jadi, Kami bertiga ke sini bersedia untuk bergabung denganmu!"


"Ya! Meskipun sedikit aneh karena kami tunduk dengan seorang pemuda! Tapi, Tidak masalah! Aku sudah mempertimbangkannya." Timpal salah satunya dan di angguki yang terakhir.


Mulut ke semuanya melongo tidak percaya. Bagaimana bisa tiga ke beradaan kuat ini tunduk dengan Master Sekte mereka.


Dirga mengerti mengapa ketiganya tunduk kepadanya. Untuk itu, Ia pun berpura pura tidak mengerti dan bertanya. "Kalian bisa bergabung denganku! Tapi kalian harus memberikan alasan dengan jelas!"


"Tuan muda-" Ucapan Tetua Roto, Arya, Kai terhenti karena lambaian tangan Dirga. "Aku mengerti maksud kalian! Tapi aku ingin mereka memberiku penjelasan agar aku benar benar menerimanya." Ucap Dirga menenangkan mereka.


Semuanya pun mengangguk berat karena hanya Dirga yang memiliki alasan untuk ini. Mengalihkan pandangannya sekali lagi ke ketiganya, Ia berkata singkat "Katakan!"


Salah satu ketiganya maju dengan memegang pipinya sambil meringis. "Ah- Anak muda. Alasan kami bertiga untuk mengikuti anda karena kalian sudah menghancurkan Sekte Langit Surgawi dan aku juga mendengar kalian membicarakan Bukit Wuaso tadi!"


Alis Dirga terangkat menatap aneh pria itu. "Hanya itu? Apa aku tidak tahu maksud kalian ke sini?" Ujar nya menatap tajam ke arah pria itu.


"Tidak!" Jawab cepat pria itu dengan mundur selangkah dan membatin. 'Sial! Kenapa tatapannya bisa membuat jiwaku seakan keluar?'


Dirga memutar matanya malas. "Jika kalian tidak mengatakan yang sebenarnya, Aku tidak tau takdir kalian selanjutnya seperti apa!" Ucapnya datar.


Bahkan, Menggunakan senjata tingkat surgawi sekalipun tidak ada gunanya. Disaat mereka sedang putus asa, Tiba tiba Formasi berbentuk bintang itu berlubang dengan sendirinya.


Awalnya mereka bingung, Namun karena mereka tidak ingin usahanya sia sia pun tidak ragu untuk memasukinya.


Kini, Mereka tidak harus menyembunyikan rahasianya di hadapan pemuda berambut perak ini. Salah satu berbicara maju. "Perkenalkan namaku Sido, Sido Lawang. Di sebelahku Suwi Lapo dan yang itu Siwa Kenta." Berhenti sejenak. Pria bernama Sido Lawang melanjutkan.


"Kami bertiga adalah Leluhur dari Sekte Giok Abadi di Ibu Kota Kerajaan!"


"Apa?" Mereka semua terkejut begitu mendengar perkataan terakhir Sido Lawang.


Sejenak, Suasana menjadi hening tidak ada yang bersuara. Hanya suara sendawa kecil dari kedua gadis kecil itu.


Ania mendongak menatap mereka dan protes dengan suara kecilnya. "Kenapa kalian menjadi diam? Ayolah~ Apa suara kalian sudah habis?"


Dirga segera tersadar dan menatap ketiganya satu persatu dan bertanya tenang. "Aku tidak tahu maksud kalian, Bukankah kalian leluhur yang memiliki status lebih hormat dari pada aku yang hanya Sekte kecil ini?"


Siwa Kenta maju selangkah. "Sekarang status kami tidak lebih hanya masyarakat biasa. Untuk alasan kenapa kami bersedia bergabung dengan kalian, Tentu saja ada alasan di balik semuanya!"


Semua sontak terdiam karena tidak begitu mengerti maksud perkataan Siwa Kenta. Dirga menganggukan kepalanya ringan dan berkata. "Alasannya?"


"Kalian harus membantu kami untuk melenyapkan Sekte Seribu Pedang,Organisasi organisasi hitam dan yang paling utama adalah membuat Sekte Giok Abadi tersudut...!" Ujar Siwa Kenta dengan tegas.

__ADS_1


Dirga mengernyitkan dahinya dan berkata menyelidik. "Bukankah itu Sekte kalian sendiri? Kalian sendiri adalah leluhur Sekte itu! Bukankah tidak wajar ingin membuat tidak berkutik Sektenya sendiri?"


Ketiga pria itu menghela napas panjang. Sido Lawang berkata dengan ekspresi muram "Hah, Sekarang kedudukan Master Sekte itu kini di duduki oleh praktisi asing dan kami bertiga tidak mengenalinya! Karena penasaran, Kami menyelidikinya dan hasilnya tidak terduga karena praktisi itu telah berkomplot dengan iblis!!"


"Apa? Iblis?!" Mereka yang mendengar perkataannya sontak terkejut bukan main.


Sekte kelas satu yang paling di hormati oleh seluruh masyarakat Benua Timur ternyata berkomplot dengan iblis!


Jika ada yang mengetahuinya, Kemungkinan akan menjadi kekacauan di benua ini.


Sido Lawang mengangguk dan menambahkan. "Ya! Tidak hany a itu saja. Iblis itu ternyata di perintah oleh seseorang yang kedudukannya tidak bisa kami singgung! Selain itu, Orang ini bermain cukup rapi!"


Alis Dirga berkerut semakin dalam ketika mendengar jika ada sosok yang memerintah iblis itu, Apalagi ketiganya tidak bisa menyinggung sosok itu yang membuatnya penasaran.


"Siapa orang itu?" Tanya Dirga menatap mata Sido Lawang dengan tajam.


Sido Lawang juga menatapnya dengan tajam meskipun ada sedikit buliran keringat di pelipisnya, Karena tatapan itu sangatlah tidak nyaman baginya.


Menghela napas kasar, Sido Lawang berkata yang mengagetkan mereka. "Orang itu berasal dari Kerajaan Qin dan namanya adalah Pangeran Qin Rama!"


"Apa??" Dirga terkejut bukan kepalang begitu mendengar nama orang yang di bencinya selama ini.


Tidak hanya membuang pemilik tubuh ini, Pangeran ini juga tidak memiliki perasaan karena telah berkomplot dengan seorang iblis!


Musuh semua Ras di Alam Semesta!


Ranah Fana dibagj menjadi sembilan tahap dan sembilan tingkatan.


1.Kelahiran Tingkat/Bintang 1-9


2.Penyempurnaan Tulang


3.Fondasi Tubuh


4.Penyempurnaan Roh


5.Pemurnian Qi


6.Alam Bumi


7.Alam Langit


8.Raja Langit


9.Pertapa


Setengah Immortal Tingkat Rendah-Menengah-Akhir.

__ADS_1


__ADS_2