
Saat ini, Dirga, Naila dan Tetua Shane berada di ruang vip yang di tutupi kaca transparan.Ruang vip ini terletak di lantai dua. Ukurannya juga tidak luas dan tidak sempit.
Ukurannya hanya 12 × 10. Kaca ini cukup istimewa. Jika dari luar hanya terlihat kaca hitam, Di dalam bisa melihat luar, Bisa dikatakan transparan dari dalam, Hitam dari luar.
"Tuan muda, Perkenalkan namaku Shane, Panggil saja tetua Shane. Saya di sini sebagai manager rumah lelang surgawi." Ucap Tetua Shane memulai pembicaraan.
Dirga juga berkata dengan sopan. "Namaku Dirga. Tetua, Apa tidak masalah anda berada di sini? Bukankah anda sebagai manager harus mengurus semuanya?"
Tetua Shane tersenyum dan menanggapi perkataan Dirga. "Tidak masalah! Saya sudah mengaturnya sedemikian rupa, Kebetulan juga pembawa acara lelang ini putriku, Jadi aku menyerahkannya."
Dirga hanya mengangguk sebagai tanggapan. Saat ini, Dari belakang panggung, Muncul sesosok wanita berusia dua puluhan dengan wajah yang cantik hingga membuat pengunjung lelang meneteskan air liurnya.
Di belakangnya juga terdapat gadis berusia 18 an yang tidak kalah cantik dengan wanita di depannya.
Untuk membuat suasana agar tidak ramai, Wanita paling depan berdehem dan berkata tegas. "Semua hadirin harap diam!"
Melihat semua orang sudah diam, Ia mengangguk puas dan melanjutkan. "Perkenalkan nama saya Fanni pembawa acara lelang ini!" Melihat semua orang masih diam, Ia melanjutkan perkataannya. "Baiklah, Sebelum acaranya dimulai, Pertama tama saya memberitahu peraturan - peraturan yang tidak boleh kalian langgar, Jika melanggarnya kami tidak mau berurusan sekali lagi!"
"Pertama, Jika kalian menawar barang lelang harus mempunyai koin emas, Tidak boleh kurang maupun lebih, Harus sesuai dengan tawarannya dan tidak boleh menjatuhkan sesama orang. Jika ada, Saya akan bertindak tegas mengenai hal itu. Kedua, Lelang ini memiliki dua sesi!"
Berhenti sejenak. Fanni melanjutkan. "Baiklah! Lelang akan dimulai! Barang pertama kali ini adalah pil pemulihan bintang tiga, Harga kali ini lima ratus koin emas dan harus menawar di atas tiga ratus koin emas!"
__ADS_1
"Delapan ratus koin emas...!"
"Seribu koin emas...!"
"Seribu dua ratus koin emas..."
"...."
Acara lelang terus berlangsung selama setengah jam. Karena sesi satu ini hanya barang barang kelas bawah yang untuk kalangan biasa.
"Baiklah! Acara lelang ini di istirahatkan selama dua puluh menit! Kami mohon undur diri terlebih dahulu!" Ucap Fanni dan kembali berjalan ke belakang panggung untuk istirahat terlebih dahulu.
Naila tersenyum dan berkata dengan semangat. "Saya dengar waktu itu jika acara lelang ini mengeluarkan Eliksir Bayam Emas! Eliksir ini berguna untuk mengobati penyakit ibuku yang lumpuh, Jadi aku harus mendapatkannya!" Setelah itu raut wajahnya berganti sedih.
Tetua yang melihat ini tertegun dan buru buru minta maaf. "Nona Lala, S-saya tidak bermaksud seperti itu. Saya ha- Ucapannya di sela oleh lambaian tangan Naila. "Tidak apa apa tetua Shane!"
Tetua Shane mengangguk dalam diam dan tidak mengucapkan satu katapun. Dirga yang penasaran dengan isi lelang berkata. "Tetua Shane, Apa saja isi lelang kali ini?"
Tetua Shane tertegun, Lalu bertanya dengan ekspresi aneh. "Tuan muda, Bukankah isi lelang ini sudah di ketahui semua orang? Ya, Meskipun ada yang beberapa kami sembunyikan."
Dirga berkata tanpa daya. "Sebenarnya saya bukan berasal dari sini, Saya hanya kebetulan ketemu kota ini! Jadi saya tidak tahu mengenai hal itu."
__ADS_1
Tetua Shane tertegun dan menatap Dirga dengan penuh selidik. Tapi kemudian ia menghentikan aksinya dan berkata lirih. "Baiklah! Sebenarnya ada banyak isi lelang, Tapi karena tuan muda Dirga tidak mengetahuinya, Saya akan memberitahu!" Melihat Dirga hanya menganggukkan kepalanya. Ia melanjutkan. "Barang lelang kali ini ada beberapa eliksir langka maupun senjata tigkat surgawi dan buku buku teknik tingkat tinggi!"
Setelah mendengar penjelasan panjang lebar tetua Shane, Dirga mengangguk puas. Meskipun tidak ada barang satupun yang berharga baginya, Dia berharap masih ada kejutan.
Ketika ingin berkata, Ia mengerutkan kening dan menatap kiri sambil berseru di hati. 'Aura ini??'
Segera, Dirga menggunakan mata tembus pandangnya dan terkejut ketika melihat orang itu. 'Bukankah wajah ini seperti di batu perekam tadi? Bagaimana bisa dia ada di sini?'
Melihat ekspresi aneh Dirga, Naila dan Tetua Shane mengerutkan keningnya dan tidak bisa untuk tidak bertanya. "Tuan muda, Ada apa?"
Dirga segera menjadi tenang dan menjawab acuh. "Tidak ada apa apa, Mungkin hanya perasaanku saja."
Naila mengangguk dan tidak menanggapi lagi. Sedangkan tetua Shane tidak percaya dengan ucapan Dirga, Meskipun ekspresinya tetap tenang, Tatapan matanya masih melirik ke ruang vip sebelahnya.
Dirga yang melihat ekspresi penasaran tetua Shane, Ia mencoba berbicara serius dengan telepati. 'Tetua, Apa tetua mengetahui orang yang berada di ruang sebelah kiri?'
Tetua Shane yang mendengar suara di benaknya sontak kaget dan berseru di dalam hati. 'Pertapa? Tuan muda Dirga sudah berada di ranah Pertapa?'
Tapi ia mengangguk dan segera ekspresinya menjadi tenang meskipun di hatinya sulit mempercayainya. 'Tuan muda, Dia adalah tamu spesial kami saat ini! Dia bernama Tagasa. Tadi dia memberi kami barang barang berharga meskipun sedikit aneh kenapa orang ini datang tiba tiba dan memberikan hadiah. Tapi kami tidak memperdulikannya karena fokus kami hanyalah mencari keuntungan.' Balasnya dengan telepati juga karena ranahnya berada di Pertapa tingkat satu.
(Note: Hanya orang yang berada di ranah Pertapa bisa menggunakan telepati)
__ADS_1