Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 37


__ADS_3

"Hei Bocah! Apa matamu buta ha? Apa kamu tidak melihat ada aku disini?? Lihat! Bajuku kotor terkena makanan ini, Kamu harus menggantinya!"


Sebuah suara kesal terdengar di belakang Dirga. Dirga menoleh melihat seorang pemuda berusia 20 an sedang mencaci maki seorang anak perempuan berpakaian lusuh dan rambut acak acakan seusia Tia.


"Bocah! Apa telingamu tuli? Lihat bajuku yang harganya seribu koin emas ini yang kini sudah kotor karena ulahmu, Cepat ganti rugi dua ribu koin emas!" Ucap pemuda itu dengan bangga sekaligus membentangkan pakaiannya yang tidak seberapa itu.


"Gila! Apa pemuda itu tidak punya hati? Bagaimana bisa dia meminta ganti rugi ke seorang anak kecil?"


"Hei! Pakaianmu hanya seharga lima puluh koin emas! Bagaimana bisa kamu meminta ganti rugi berkali kali lipat?"


"Benar! Menurutku kamu itu sudah gila memeras seorang anak kecil!"


Banyak pengunjung restoran yang mencemooh pemuda itu membuat wajahnya merah padam kesal.


Menoleh ke arah orang orang yang mencacinya, Ia berkata dengan bangga. "Hei! Apa kamu tidak tahu siapa aku? Aku Sion, murid dari sekte Giok Abadi! Apa kalian mau aku obrak abrik restoran ini?"


Semua pengunjung tadi yang mendengar perkataan pemuda bernama Sion itu terkejut dengan keringat dingin memenuhi dahinya, Lantas diam dan melanjutkan makannya seolah tidak terjadi apa apa.


Sion menyeringai melihat semua pengunjung hanya diam. Menoleh ke gadis kecil yang tertunduk di depannya, Ia berseru marah. "Bocah! Cepat ganti rugi!"


Gadis kecil itu menunduk dengan air mata menetes. "Sa-sa-saya tidak punya tuan, S-saya hanya menginginkan makanan saja." Ucapnya dengan nada sedih serta takut takut.


Sion mengerutkan keningnya, Lalu berkata lagi. "Apa katamu? Tidak punya??" Tangannya mencoba menampar gadis itu yang kini semakin menunduk ketakutan.

__ADS_1


Sebelum mengenai kepalanya. Sebuah tangan keras telah mencengkalnya dengan cepat. Sion mengerutkan kening melihat pemuda berambut perak yang menghalanginya.


Ia berkata dengan membentak. "Ka-kamu! Apa yang kamu lakukan ha?"


Pemuda berambut perak itu tak menjawab, Melainkan meremasnya dengan kuat.


Krak!


"Argh!"


Suara tulang retak menggema di sertai jeritan tragis Sion sambil melihat tangannya yang kini penyet tak tentu.


Sion tercengang begitu melihatnya, Ia lantas berkata dengan marah. "K-kamu! Siapa kamu? Apa kamu tidak tahu siapa aku?"


Sebelum menjawab pertanyaan Dirga. Gadis kecil itu melihat pemuda Sion yang sedang mengerahkan tinjunya ke punggung Dirga sambil menyeringai kejam.


Gadis kecil itu berseru tanpa sadar. "Tuan! Awas di belakangmu!" Tapi terlambat memperingatinya karena jaraknya sudah dekat.


Bam!


Krack!


Suara benturan teredam di sertai gemertak tulang patah. Pemuda Sion menyeringai lantas berkata. "Hahaha, Bocah rasakan-

__ADS_1


Sebelum perkataannya selesai. Pergelangan tangannya mengalami sensasi mati rasa dan menjalar sampai lengan ke atas lalu kemudian ia menjerit kesakitan.


"Argh!"


Semua pengunjung membuka matanya lebar lebar melihat tangan pemuda itu yang kini berubah menjadi gelombang gelombang aneh.


Apa tubuh pemuda itu terbuat dari baja? Pikir semua orang, Membuatnya bergidik ngeri


Bagaimanapun, Pemuda itu memiliki otot otot yang menonjol belum lagi dengan tampangnya yang mengerikan. Jika di bandingkan dengan tubuh Dirga yang biasa biasa saja, Hanya tingginya saja yang mengungguli pemuda Sion itu.


Sion menjerit kesakitan sambil terduduk dilantai melihat kaadaan kedua tangannya yang kini berubah aneh menurutnya.


Mengalihkan pandangannya ke sosok Dirga yang masih berjongkok tapi menatapnya dengan tajam membuatnya tanpa sadar menelan ludah ngeri.


"Si-siapa kamu sebenarnya?" Tanyanya sedikit gugup sambil mengalihkan pandangannya takut menatap Dirga.


Dirga menjawab acuh. "Tak perlu tahu siapa aku, Kamu sudah memeras seorang anak kecil hanya karena dia tak sengaja menabrakmu, Apa kamu tidak takut dengan karma?"


Begitu mendengar perkataan Dirga, Ia tertawa liar seolah melupakan rasa takutnya terhadap Dirga. "Hahaha, Karma? Bahkan Kaisar Langit pun aku tidak takut! Apalagi denganmu!" Ucapnya dengan nada sinis ke arah Dirga.


Dirga tetap dengan ekspresi datarnya, Lalu menjawab dengan nada ringan. "Baiklah, Calon Kaisar Langit ini akan menunjukkan apa itu sebuah karma kepadamu!"


Dirga berdiri dan berjalan ke Sion tanpa mengubah ekspresi. Melihat Dirga yang berjalan mendekatinya, Sontak saja ia menjadi ketakutan dan tanpa sadar mundur dengan menyeret tubuhnya susah payah.

__ADS_1


Sebelumnya, Ketika ia meninju punggung Dirga, Tangannya seperti meninju sebuah gunung keras yang sangat kokoh.


__ADS_2