
"Hmph! Takkan ku biarkan kau menyentuh dua cucu cantikku!"
Suara tua dan serak tiba - tiba terdengar dari belakangnya. Namun sebelum dirinya berbalik badan, Ia merasa punggungnya di tendang oleh benda keras.
Boom!
Ghah!
Tubuh Chenghou terpental jauh dan semburan darah terus keluar dari mulutnya.
"Arhg! Bajingan! Siapa yang menggangguku?!" Teriaknya penuh emosi.
Pupil matanya menyusut ketika melihat kemunculan sosok lelaki tua sedikit keriput yang nampak menggendong dua gadis kecil itu yang sudah pingsan.
"K-Kau? Siapa kau sebenarnya?!" Ucap Chenghou ngeri karena merasa aura yang di keluarkan lelaki tua itu sangatlah kuat.
Lelaki tua itu tak menjawab. Dia meletakkan Laniya kecil dan Lingxi mungil di tanah dengan penuh kelembutan.
Lalu ia mengerahkan pandangannya ke arah Chenghou dengan tatapan membunuhnya.
"Seorang penghianat sepertimu tak pantas mengetahui diriku!" Ucapnya dan menjentikkan jari kedepan.
Mata Chenghou melebar dan meraba dadanya lalu menjerit tertahan. "Arhg...!"
Lalu tubuhnya lemas dan ambruk ketanah dengan mata masih terbuka lebar.
Chenghou pun mati!
"Zhan Thong!...Ye Yuezi!" Panggilnya dengan suara yang dalam.
Detik itu juga dua cahaya beda warna melesat ke arahnya dan berhenti di depannya sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Leluhur Tri Wulyo!" Ucap keduanya serempak.
Sosok yang di panggil Tri Wulyo tersenyum mengangguk.
"Bawa kedua putrimu terlebih dulu! Biarkan aku dan Tri Mulyo yang membereskan sisanya!" Katanya dengan suara serak.
Dan detik itu juga siluet cahaya memanjang melesat melewatinya menuju ke pertempuran di langit.
"Baik leluhur!" Keduanya menjawab serempak dan Leluhur Tri Wulyo pun bergabung ke medan pertempuran.
"Putriku!" Seru Ye Yuezi mendekati Laniya kecil dan Lingxi dan lukanya sudah parah.
Dia memapah dua tubuh kecil itu ke pangkuannya dan air matanya menangis melihat ke adaan kedua putrinya.
"Su-Suami, A-aku maafkan aku yang tidak benar menjaga dua putri kita. Seharusnya aku melindunginya dari tadi!" Kata Ye Yuezi menangis memeluk kedua putrinya.
Zhan Thong yang juga matanya memerah tidak tahan melihat ini. Dia mengusap kepala istrinya dan berkata menahan emosi.
"Istriku, Semua ini bukanlah salah mu. Ini salahku! Sebagai seorang Kaisar..Aku tidak dapat melindungi keluargaku sendiri!"
Ye Yuezi tak menanggapi perkataan suaminya. Ia memeluk erat dan sesekali mencium dua putrinya dengan lembut penuh kasih sayang.
"A-ayah! Ibu!"
Suara kecil lemah terdengar dari mulut Laniya kecil yang tiba - tiba membuka matanya.
"Laniya!" Seru keduanya dengan mata memerah melihat ini.
"Ayah! ibu! Kenapa ayah dan ibu ada disini? Apa kalian berdua terluka??" Kata Laniya memberondong pertanyaan membuat keduanya sedikit tersenyum.
"Laniya! Ibu minta maaf karena tidak benar menjaga kalian!" Ucap Ye Yuezi mencium Laniya kecil beberapa kali.
"Tidak apa-apa ibu! Laniya juga mengerti kok dengan situasi kalian!" Kata Laniya kecil tersenyum lucu membuat sepasang suami istri itu tersenyum masam.
Bagaimanapun usianya masih kecil tapi bisa mengerti keadaan.
__ADS_1
"Hohoho, Ternyata kalian kabur kesini. Benar-benar pengecut lari dalam keadaan berperang!"
Tiba-tiba terdengar kekehan besar dari belakangnya.
Mereka menoleh kebelakang dan melihat sesosok iblis pucat bertubuh besar melihat kearahnya dengan senyum menyeringai.
"I-ibu! Aku takut!" Laniya semakin meringkuk melihat kemunculan sosok iblis mengerikan ini.
Wajah keduanya berubah muram. Situasi seperti ini bukanlah harapannya.
Ekspresi Kaisar Zhan Thong berubah drastis dan berkata dalam. "Kau telah membuat putriku ketakutan! Terima ini!"
Meninju ke depan, Sepuluh bayangan kepalan tangan melesat menuju ke arah sosok iblis besar itu.
"Hehe, Serangan kecil seperti ini ingin berharap membunuhku? Huh!" Dengus iblis itu dan melambaikan tangan kedepan.
Boom!
Suara ledakan tabrakan keduanya terdengar keras. Kepulan asap hitam membuat pandangan tidak jelas.
Dahi Kaisar Zhan Thong mengernyit, Ia merasa ledakan itu sedikit berbeda dari biasanya.
Setelah kepulan asap itu menghilang, Selusin iblis tiba - tiba sudah berada di tempat ledakan itu.
"Sial! Pantas saja kau meremehkanku!" Ucap marah Zhan Tong melihat ini.
Iblis iblis itu tertawa senang menyaksikan kemarahan Kaisar Zhan Thong.
"Hahaha, Ayo kita serang manusia ini! Aku merasa darahnya cukup segar bagi kita!"
"Haha! Kau benar! Mari kita serang bersama!"
"Matilah manusia!"
Selusin iblis itu seketika melaju kencang menuju ke Kaisar Zhan Thong. Kaisar Zhan Tong yang melihat ini pun mau tak mau harus meladeninya.
Dia pun melesat jauh agar pertarungannya tidak mengganggu Ye Yuezi yang menenangkan Laniya kecil.
"Tid- " Belum sempat dirinya menenangkan Laniya kecil. Punggungnya serasa di hantam oleh benda yang amat keras.
Baam!
Akibatnya, Tubuhnya terpental jauh oleh serangan itu.
"Ahk!" Jeritnya tertahan dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
"Ibu...!"
Suara yang amat di kenalnya terdengar tak jauh darinya sehingga ia bisa melihatnya dengan jelas.
Matanya melebar melihat sosok kecil Laniya yang ternyata di genggam kakinya terbalik oleh sosok iblis sebesar pos nan bertanduk hitam.
"La-Laniya!!" Serunya tergagap melihat itu.
Ia lengah dengan serangan yang tiba tiba datang tadi. Namun Lingxi masih berada di pelukannya.
"Hahaha...Aku tak menyangka Permaisuri Ye memiliki seorang putri yang memiliki fisik langka! Hmph! Ini lezat jika ku minum darahnya!"
Sosok iblis besar itu berkata sambil tertawa bebas membuat Laniya yang di jungkir tubuhnya semakin ketakutan.
"Ka-Kau? Brengsek!" Ye Yuezi mengumpat marah.
Dia saat ini sudah kehabisan tenaga. Untuk berjalan saja cukup susah, Apalagi menyelamatkan putrinya yang di gantung seperti itu.
Selain itu tulang rusuknya sudah patah akibat serangan kejutan iblis itu.
Sosok iblis besar itu semakin tertawa lebar melihat tak berdayanya Ye Yuezi.
__ADS_1
"Hehe, Permaisuri Ye! Berlututlah dan aku akan melepaskan putri kecilmu ini!" Katanya seraya menjilat kaki kecil Laniya.
"I-ibu..." Laniya terpejam merasakan ini. Dia semakin takut dengan iblis besar yang menjilatnya.
Ye Yuaezi semakin marah melihat perlakuan iblis itu. "T-Tidak mungkin! Kau seorang iblis laknat! Musuh terbesar umat manusia!" Ucapnya dengan terisak tertahan.
Mendengar perkataan Ye Yuezi. Iblis besar itu menyeringai mengerikan. "Hehe, Kalau begitu..." Ucapnya tertahan.
Di bawah tatapan merah Ye Yuezi. Iblis itu mengangkat tubuh kecil ke arah mulutnya yang terbuka.
Boom!
Tiba - tiba iblis besar bertanduk dua itu terpental jauh dan tubuh besarnya tidak bergerak menandakan kalau dia sudah mati.
Sedangkan Laniya kecil itu jatuh ke tanah dan tubuhnya tak bergerak namun masih bernafas.
Mata Ye Yuezi sedikit terkejut karena itu adalah ulah Leluhur Tri Wulyo.
"Leluhur!" Ucapnya serak menahan rasa gembiranya melihat Laniya masih selamat.
"Ye Yuezi! Sebagai seorang Permaisuri, Jangan pernah lengah dalam situasi apapun." Ucapnya serius dan di angguki pelan oleh Ye Yuezi.
"Hahaha, Pak tua! Mau kabur kemana lagi kau? Hmph! Ternyata ada seorang ranah Saints Monarch di dunia kecil ini...membuatku terkejut saja!"
Suara seram terdengar dari belakang lelaki Tri Wulyo.
Sosok iblis besar sebesar truk muncul di depannya. Wajahnya pucat dan tiga tanduk ungu gelap terdapat di dahi besarnya.
"Huh! Aku tidak tau apa tujuanmu kemari! Namun karena sudah seperti ini, Kau takkan kubiarkan dirimu hidup di dunia ini!" Ucap Tri Wulyo membuat iblis itu mengernyit merasakan ada yang janggal.
"Ye Yuezi! Cepat lari sejauh mungkin dari sini!" Kata Tri Wulyo kepada Ye Yuezi tanpa menoleh.
"T-Tapi? Laniya..." Ucap Ye Yuezi merasa ada keanehan dengan lelaki Tri Wulyo.
"Biar itu urusanku! Cepat pergi sebelum tubuhmu ikut meledak!" Sela cepat Tri Wulyo membuat Ye Yuezi tidak bisa membantah.
Dengan sisa tenaganya, Dia melesat menjauhi iblis dan Tri Wulyo.
"K-Kau? Apa yang sebenarnya kau lakukan?" Iblis itu meraung marah kepada Tri Wulyo setelah menyadari jika tubuhnya tidak bisa di gerakkan sedikit pun.
"Alam semakin rusak dengan kehadiran dirimu! Maka dari pada itu, Aku harus melenyapkanmu sebelum dunia ini berantakan oleh ulahmu!"
Kata Tri Wulyo dan secara tiba - tiba tubuhnya menghilang dan muncul di depan iblis itu dengan cepat.
Di bawah tatapan tak bereaksi iblis itu, Tubuhnya tiba - tiba sudah berada di atas langit bersama Tri Wulyo yang menggenggam pundaknya sejak tadi.
"Mari kita sama - sama mati!" Ucap Tri Wulyo membuat mata iblis itu melotot.
"K-kau? Bajingan! Lepaskan aku! J-jang- " Namun ucapan tinggalah ucapan.
Tubuhnya beserta tubuh lelaki tua Tri Wulyo meledak dahsyat bagaikan nuklir.
Boom...!
Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar di atas langit. Pertempuran yang dari tadi berlangsung seketika berubah menjadi abu akibat sapuan angin yang amat mengerikan.
Tak peduli di pihak iblis maupun prajurit Kekaisaran!
Semua lenyap bagai di telan ruang!
Beruntung orang yang sudah di peringati Tri Wulyo selamat meskipun terdapat luka yang serius.
Wsuh!
Sebuah cahaya putih yang amat kecil dan tidak ada siapapun yang bisa melihatnya melayang mendarat di tanah.
Ketika keberadaannya sudah dekat dengan sosok tubuh yang di penuhi luka dalam maupun luar. Cahaya itu menghilang bersama dengan sosok tubuh kecil itu.
__ADS_1
•••
"Ayah! Ibu! Adik!"