
Sejenak, Situasi di antara mereka menjadi canggung dan mereka menjadi diam.
Begitupun juga dengan Jing Quasu. Mereka tak tahu saja, Jika dirinya pernah menjadi bagian Organisasi Serigala Hitam.
Jika pun tahu, Mungkin kelima Cong bersaudara ini mungkin akan membunuhnya. Bagaimanapun, Gara gara ulah anggotanya, Kelima Cong bersaudara ini telah kehilangan orang satu satunya yang paling mereka cintai dan sayangi.
"Tetua Jing, Di depan ada bendera milik Master dan kita harus secepatnya mengaktifkannya!" Cong Hue akhirnya buka suara setelah banyak diam.
Jing Quasu yang dirinya di panggil dengan sebutan tetua entah mengapa hatinya menolak dengan semua itu. Karena ia hanya sebagai bawahan Dirga, Bahkan layak di sebut budak.
Tak menunggu respon Jing Quasu, Kelima Cong bersaudara duduk di depan bendera formasi sambil menyalurkan energinya masing-masing.
Jing Quasu yang melihat ini pun mengerutkan keningnya. 'Apa sehebat itu formasinya?' Pikirnya karena tidak tahu formasi seperti apa milik tuannya.
Tak lebih lima menit. Kelima Cong bersaudara berteriak bersamaan seraya membuka matanya.
"Buka dan hancurkan!"
Wushh!
Bendera berwarna ungu itu bersinar sesaat dan tercabut sendirinya melayang sepuluh meter dari tanah.
Kelima Cong bersaudara yang melihat ini pun segera menjauh diikuti Jing Quasu yang masih tertegun melihat formasi apa ini milik tuannya.
Bendera ungu itu mengeluarkan tembakan laser ke atas langit sore. Di ufuk timur, barat, selatan dan lain lain. Muncul laser cahaya yang sama juga.
Mata Jing Quasu melebar melihat ini. Ia terkejut karena ia baru melihat formasi aneh dan serumit ini.
Masih dalam tercengangnya. Jing Quasu melihat laser cahaya ungu itu saling terkait satu sama lain dan membentuk larik larik rumit, Lalu kemudian berubah menjadi kubah setengah lingkaran menutupi area Sekte Seribu Pedang.
"Kita di serang! Cepat lari!"
"Hancurkan formasi itu dulu!"
"Ha!"
Terdengar suara teriakan menggema dari dalam dan muncul ribuan senjata maupun serangan energi melesat ke atas langit mencoba menghancurkan formasi.
Boom! Duarr! Duarr! Duarr!
Suara ledakan terjadi di atas langit sore. Namun yang membuat semua padang mata melebar adalah kubah setengah lingkaran itu masih tetap dengan pendiriannya.
Hal yang tak terduga tiba - tiba membuat rahang mereka terjatuh dan tubuh para makhluk yang ada di dalam formasi tidak bisa untuk tidak menahan gemetar.
Ratusan bola beda warna muncul di atas langit dan seketika berubah menjadi ratusan telapak tangan empat cahaya berbeda warna.
Hitam, Gelap, Putih , Hijau. Empat cahaya yang di sebut juga empat elemen milik Dirga melesat ke bawah dengan kecepatan mengerikan.
__ADS_1
"Ti-tidak! Jangan bunuh aku!"
"C-Cepat lari! Telapak itu sangat menakutkan!"
"Lari! Jangan lihat ke atas!"
Berbagai ucapan keputusasaan terdengar dari dalam. Tak peduli yang statusnya rendah maupun yang tertinggi pun tak bisa untuk tidak takut.
Di saat situasi seperti ini. Seorang lelaki dewasa berjenggot tebal melesat ke atas seraya menebaskan pedangnya dengan bengis.
"Bajingan! Aku tak mau mati sebelum membalaskan dendam ini!" Teriaknya geram dan teriakannya begitu menyebar ke area itu.
"Ma-master Gheger!"
Teriakan peduli terdengar di antara para bawahannya yang berada di bawah menahan tekanan serangan telapak tangan di atas.
Namun seakan tak peduli dengan teriakan itu. Orang yang di panggil Master Gheger masih terus mencoba menangkis serangan di atas.
Boom! Duarr! Duarr! Duarr!
Karena waktunya terbatas. Serangan ratusan telapak tangan itu menumbuk apapun yang di laluinya.
Ada yang tubuhnya menjadi pasta daging, Ada yang lebur menjadi ketiadaan, Ada juga yang masih hidup namun terdapat luka yang sangat serius.
Di atas langit.
Sing!
"T-tidak!!" Ucapnya putus asa melihat telapak hijau menuju ke arahnya.
Boom!
"Master!"
Tubuh Master Gheger meluncur bebas ke bawah di sertai suara teriakan marah para bawahannya. Entah masih hidup apa tidak.
"Be-brengsek! Siapa yang melakukan ini semua?"
"C-cepat keluar kau! Jangan sembunyi sembunyi!"
"Apa urusanmu sehingga ingin menghancurkan Sekte kami!?"
"...."
Seketika terdengar seruan seruan para tetua maupun para murid yang masih hidup meskipun ada luka dalam yang sangat serius.
Tiba - tiba terdengar suara dingin Jing Quasu di sertai aura ranah Setengah immortal akhir menyebar ke seluruh penjuru Sekte.
__ADS_1
"Kalian harus mati! Tuan menyuruhku mengobrak - abrik Sekte kecilmu ini!"
Sontak, Raut wajah para pendengar berubah muram dan kesemuanya melihat atas di mana ada sosok berlumuran darah dan di sisi sisinya ada lima pria asing.
"Ka-kau?? Kau Jing Quasu bajingan penghianat!! Brengsek!"
Master Gheger yang belum mati pun membelalakkan matanya sebesar besarnya ketika melihat sosok yang amat di kenalnya itu.
Namun yang mengejutkannya adalah sosok Jing Quasu ternyata dalang di balik ini.
Jing Quasu menyeringai dan tak memiliki ekspresi bersalah sedikit pun. Malah menyapanya. "Yo...Sudah lama kita tidak bertemu, Master Gheger! Bagaimana dengan kejutan ini? Apa engkau terkejut melihat ini?"
Wajah Master Gheger menjadi merah padam ketika di katai oleh Jing Quasu dengan santai.
"Brengsek kau Jing Quasu! Mengapa kamu melakukan semua ini? Bukankah kita satu kelompok?" Raungnya mencoba mengulur waktu dan diam - diam ia melemparkan pil pemulihan tingkat tinggi di mulutnya.
Jing Quasu menyadari ulah Master itu dan membiarkannya.
"Hohoho, Master! Mengapa aku melakukan ini? Hehe, Biar ku beri tahu. Aku sudah bukan menjadi bagianmu dan sekarang....-" Ucapnya terputus dan melirik wajah meringis Master Gheger, Lalu menambahkan. "Sekarang aku menjadi bagian dari Sekte Pedang Langit Abadi yang kau anggap Sekte kecil itu!"
Para murid maupun petinggi Sekte Seribu Pedang melebar tak percaya. Mereka semua tahu akan desas desus Sekte itu yang pernah menghancurkan Sekte maupun organisasi tertentu.
Tak terkecuali Master Gheger. Belum sempat ada yang berkata. Suara desingan menggema di antara langit dan bumi.
Sring!
Sring!
Sring!
...
Cahaya putih berbentuk pedang sebesar tubuh orang dewasa muncul di atas langit Sekte.
Wajah kesemuanya pucat tak terkecuali Jing Quasu dan lima Cong bersaudara yang gegabah memasuki formasi.
"Sial! Formasi ini ternyata masih beroperasi!...Saling pegangan tangan kalian dan tutup mata!" Jing Quasu memerintah ke kelima Cong itu yang terbengong.
Tersadar dari tertegun nya. Lima saudara Cong itu saling berpegangan dan terakhit Cong Ve memegang bahu Jing Quasu dengan kuat.
Jing Quasu sempat melirik bawah tanpa ekspresi.
"Hari ini, Tidak ada lagi nama Sekte Seribu Pedang dan wilayah ini menjadi bagian dari Sekte Pedang Langit Abadi!"
Suara Jing Quasu sebelum dirinya menghilang menyebar ke segala penjuru, Bahkan suaranya masih terdengar menyebar ke kota - kota kecil terdekat.
Wushh! 5 hilang
__ADS_1
"Tidak!"
Boom!!