Pendekar Pedang Hebat

Pendekar Pedang Hebat
Bab 91


__ADS_3

Mereka semua tidak menyadari jika pedang pedangnya telah naik tingkatan ke tingkat Surgawi kualitas tinggi. Bahkan Laniya juga tidak mengetahuinya.


***


Tiga bulan berikutnya.


Selama tiga bulan ini, Dirga dan semua anggota nya hanya melakukan pelatihan maupun menaikkan kultivasi.


Semua murid Sekte Pedang Langit Abadi telah meningkat pesat, Dari fisik, Mental, Tehnik maupun kultivasi mereka.


Tentu saja ini semua ada campur tangan Dirga. Salama ini, Dia membangun menara satu lagi yang ia pasang formasi.


Formasi Ilusi Pembunuh! Itulah nama Formasi yang Dirga pasang. Tidak hanya formasi saja, Ia juga menmambahkan dengan elemen kegelapannya.


Tujuannya adalah untuk membutakan penglihatan sementara. Jika ada yang masuk, Murid akan mengalami buta penglihatan dan akan merasakan tatapan pembunuh dari segala arah agar mereka bisa menyesuaikan diri jika ada yang mengganggu.


Pada saat ini, Dirga berkumpul dengan semua petinggi Sekte nya. Di kedua sisinya ada kedua gadis kecil yang makan roti hingga mulutnya menggembung lucu.

__ADS_1


"Uh~ Kakak..! Roti ini sangat enak! Kakak sangat hebat membuat roti!" Puji Ania kesusahan karena mulutnya yang masih penuh roti.


Dirga mengusap kepala Ania dengan lembut serta kasih sayang. "Makan pelan pelan saja. Tidak ada yang mengambil makananmu kok."


Tetua Roto, Laniya, Arya, Retania dan yang lainnya tersenyum melihat kelakuan dua gadis kecil itu. Selama ini, Susasana Sekte sangat berwarna bagi mereka karena kelakuan gadis kecil ini.


Tidak hanya kelakuannya yang lucu nan menggemaskan, Tapi keduanya sangat menjengkelkan karena setiap bertemu akan selalu di ganggu.


Meskipun begitu, Mereka semua tidak marah karena kelaukannya membuat siapapun tertawa.


Sontak, Semuanya menoleh ke arah ketiga pemuda itu karena selama tiga bulan ini hanya mereka bertiga yang di tugaskan untuk menelusuri semua kota.


Bukan karena apa, Dirga menunjuk mereka bertiga karena tehnik ilusi yang di berikannya sangatlah berguna untuk ketiganya.


Karena ketiganya bisa di bilang sangat jenius dalam mempelajari tehnik ilusi. Hanya butuh waktu satu minggu mereka bisa menggunakannya walaupun belum sempurna.


Meakipun begitu, Jika ketiganya mengaktifkan tehnik itu, Tidak ada yang bisa merasakan hawa keberadaannya kecuali Dirga. Bahkan untuk Tetua Roto maupun Tetua Shane tidak bisa mendeteksinya, Padahal mereka berdua yang paling senior di antaranya.

__ADS_1


"Tuan muda! Selama ini, Kami menelusuri semua Kota kecuali Ibu Kota Kerajaan. Kami mencurigai beberapa Kota dan beberapa tempat yaitu Kota Mutian, Kota Soro, Kota Pete, Gunung Timur dan lainnya."


"Kami merasakan aura asing yang terdapat di kediaman Tuan Kota maupun Keluarga kelas ats yang ada di setiap Kota itu. Tapi, Yang paling banyak kita rasakan ada di Bukit Wuaso yang terletak di timur Kota Mutian."


Sejenak mereka terdiam dengan ekspresi ragu, Mereka semua tahu Bukit apa itu kecuali Dirga. Dirga yang melihat perubahan ekspresi mereka tidak mau untuk tidak bertanya.


"Memang kenapa dengan Bukit...Bukit apa itu tadi?" Ucap Dirga bingung karena tidak tahu mengenai bukit itu.


"Bukit Wuaso Tuan muda!" Timpal Arya yang melihat ekspresi tidak tahu Tuan mudanya. Melihat Dirga mengangguk sambil menatapnya, Ia pun segera menjelaskan. "Bukit Wuaso adalah markas dari Sekte Seribu Pedang! Tapi melihat status ini adalah Sekte kelas tiga atas, Mungkinkah...


Arya tak melanjutkan ucapannya karena ragu. Sejenak, Suasana menjadi canggung dan tak ada yang bicara.


Dirga mendongak menatap atas lantas bicara. "Turunlah! Tidak baik jika melihat dari atas, Bukan?"


Mereka yang melihat Dirga berbicara sendiri sambil mendongak tanpa sadar mereka pun mengikutinya. Tapi mereka tidak melihat apapun selain atap.


"Tuan muda- Ucapan Tetua Shane terhenti karena terdengar suara kekehan tua. " He he he! Anak muda! Seperti dugaanku, Kamu tidak sesederhana kelihatannya!"

__ADS_1


__ADS_2